Home>Berita>Tokoh Ngada Paulus Talo Minta Polri Bongkar Pelaku Pembunuh Mahasiswa Asal Bajawa
Berita

Tokoh Ngada Paulus Talo Minta Polri Bongkar Pelaku Pembunuh Mahasiswa Asal Bajawa

Ngada – Penanganan kasus kematian Mahasiswa Filsafat Unwira Kupang Nusa Tenggara Timur Caolino Sowo (laki-laki) yang ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Oesapa Kupang, tanggal 24 Juli 2018 hingga 12 Agustus 2018 masih menjadi teka-teki penuntasan serta belum terungkapnya siapa pelaku pembunuh, memantik reaksi dari berbagai pihak, termasuk tokoh-tokoh asal Ngada mulai ikut bicara.

Advertisements

Diterima redaksi media ini (12/8/2018) salah satu tokoh Ngada, Paulus Talo, mantan Cawagup Nusa Tenggara Timur yang berpaketan dengan Esthon Foenay dalam bursa Pilgub NTT Periode 2013-2018, mengungkapkan pesan duka kepada keluarga yang ditinggalkan dan menyampaikan harapan bersama penegasan penegakan kedaulatan hukum dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, secara khusus menyikapi kematian Mahasiswa Filsafat Unwira Kupang Nusa Tenggara Timur Caolino Sowo (laki-laki) yang ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Oesapa Kupang, tanggal 24 Juli 2018.

“Membaca lansiran sejumlah media online Nusa Tenggara Timur yang menurunkan pemberitaan kematian mengenaskan Mahasiswa Filsafat Unwira Kupang Nusa Tenggara Timur Carolino Sowo, namun penyelidikan dan penyidikan masih terus ditunggu hasil-hasilnya, mengundang publik Nusa Tenggara Timur untuk terus mengawal setiap proses penegakan hukum di daerah. Polri berkewajiban membuktikan kepada seluruh publik Nusa Tenggara Timur dalam hal ini penanganan kasus seperti ini harus dibongkar tuntas”, tegas Paulus Talo.

Ditambahkan, lambannya pembuktian hasil penanganan atas kematian anak manusia mengundang tanda tanya besar, ada apa dan mengapa Polri terkesan sangat lambat mengungkap perkara.

Sebagai salah satu Tokoh Masyarakat Ngada, Paulus Talo mengajak keluarga, segenap elemen pemerhati masalah kemanusiaan, LSM advokasi, mahasiswa gerakan dan para simpatisan penegakan kedaulatan atas persoalan ini bergandengan tangan mengawal kinerja Polri, dalam hal ini Polsek Kelapa Lima, Polresta Kupang Kota serta Polda Nusa Tenggara Timur.

“Perlu didatangi Polsek Kelapa Lima, Polresta serta Polda NTT. Selainitu kita segera menyurati Kapolda NTT dan Kapolri untuk memberikan prioritas tinggi penanganan perkara. Kasus ini harus dibongkar tuntas. Para pelaku jangan dibiarkan berkeliaran bebas atas perbuatan menghilangkan nyawa manusia’, tambah Paulus Talo.

Dikabarkan sebelumnya, TPDI : kematian Charly Mahasiswa Bajawa perlu Penyidikan Digital Forensik.

“Penyidikan kematian Charly juga patut menggunakan Digital Forensik atau alat komunikasi elektronik yang digunakan oleh korban Charly dengan pihak-pihak yang diduga sebagai teman dekat korban. Karenaitu dibutuhkan Penyidik dengan Tim Khusus dan Keahlian Khusus mutlak di perlukan. Dan itu hanya dimiliki Polda dan atau Bareskrim Mabes Polri”, tegas Petrus Selestinus. (red/)