Masyarakat Solor Timur Terima Bantuan dari Kemensos RI

Empat desa di Solor Timur senin (15/01) menerima bantuan untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni dari Kemensos RI. Bantuan yang merupakan keberlanjutan kunjungan safari kemensos di Menanaga pada bulan Mei tahun 2013 silam, diserahkan langsung oleh Bupati Flores Timur Yosep Lagadoni herin, S.Sos. Bupati Yosni (sapaan Bupati Flotim) yang didampingi Para Muspida Kab. Flotim menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Kepala Desa Watohari, Liwo, Menanga dan Lohayong II di Aula Kantor Camat Solor Timur. ??Uang tunai sebesar Rp 10 juta diperuntukan ?untuk tiap rumah tidak layak huni ?pada ?desa tersebut.

Masing-masing desa mendapatkan 250 juta rupiah; ?untuk rehabilitasi ?rumah tidak layak huni sebanyak 100 rumah yang tersebar di 4 desa tersebut. Dalam sambutannya bupati Flores Timur menegaskan agar ?uang yang diterima bisa dimanfaatkan untuk ?merenovasi rumah yang ada. ? meski jumlahnya tak seberapa namun kalau digunakan secara tepat maka sangat bermanfaat; jangan dipergunakan untuk keperluan yang lain.?

Kepada para kepala desa Bupati Yosni mengharapkan agar bisa memberdayakan? masyarakat untuk mengumpulkan material seperti batu dan pasir. Sehingga uang yang ada bisa? dipergunakan untuk membeli semen. Paku, dan seng. Tegas Bupati Yosni.

Hadir juga pada kesempatan itu pimpinan SKPD Kab. Flotim, Camat Solor Timur, Muhamad Zulkarnain serta masyarakat penerima bantuan.

Kadis Sosial Tenaga kerja dan transmigrasi? Kab. Flotim, Theodorus K. Maran, M.si pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa dana sebesar? Rp.10 juta untuk masing-masing rumah tidak serta merta diberikan sekaligus. Tetapi melalui dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp.7 juta, selanjutanya sisanya Rp. 3 juta. Untuk pencairan tahap kedua harus melalui rekomondasi kepala desa setempat. Apakah pembangunan rumah yang dimaksud sudah dilaksanakan atau belum. Hal ini selain dimaksudkan untuk pertanggungjawaban secara administrasi ke pusat berupa bukti fisik (foto) pembangunan rumah dan juga dimaksudkan menghindari penyalagunaan uang tersebut untuk keperluan lain.

Jangan Mengeluh?

Pada tempat yang sama Bupati Yosni juga menyerahkan bantuan untuk rekonstruksi rumah akibat konflik sosial anatara masyarakat ?Lohayong vs Wulublolong. Tiap rumah mendapatkan bantuan sebesar 35 juta rupiah. Di Desa Lohayong II ?sebanyak ?24 rumah. Kepada masyarakat Lohayong. Bupati Yosni mengingatkan agar jangan lagi Mengeluh tentang kerusakan jalan atau pun ketiadaan air.

?sejak tahun 2012 pemerintah kabupaten Flores Timur telah megeluarkan dana sekitar Rp 12 Miliard? untuk mengurus konflik sosial di Kabupaten Flores Timur termasuk di Solor. Hari ini kami membawa dana yang tidak sedikit. Jangan ada lagi Mengeluh.saya harap jangan ada lagi aksi atau tindakan yang memicu konflik susulan? ingat Bupati Yosni

Sebelumnya di Wulublolong Bupati Yosni juga menyerahkan bantuan serupa kepada masyarakat Wulublolong. sebanyak 110 rumah akan direkonstruksi. Masing-masing rumah mendapat bantuan sebesar 35 juta. Bantuan ini diterima langsung oleh kepala Desa Wulublolong bertempat di pelataran halaman Gerja Wululblong.

Pada kesempatan itu Bupati Yosni Juga mengingatkan agar masyarakat wulublolong tidak lagi melakukan aktivitas di area sengketa. Karena untuk sementara Pemerintah tenga melakukan proses rekonsiliasi.

?dalam menyiapkan material seperti mengumpulkan batu atau pasir untuk proses membangun rumah, masyarakat wulublolong diingatkan agar tidak memasuki area yang dimaksud? himbau Bupati Yosni

Dalam kurun waktu tiga bulan proses rekonstruksi rumah sebanyak 134 rumah ?di dua desa tersebut harus sudah rampung. baik itu 110 rumah di Wulublolong maupun 24 rumah di Desa Lohayong II. Bila bahan materialnya sudah siap Pemda Flotim berserta jajaranya siap membantu pembangunan rumah semi permanen berukuran 4×5 m tersebut. Jelas Bupati Yosni.

Dijelaskan lebih lanjut proses pencairan dana bantuan rekontruksi rumah di dua desa ini melalui Bank NTT. oleh sebab itu para penerima bantuan diharuskan membuka? rekening baru pada bank NTT.

Menurut pimpinan Bank NTT cabang Larantuka, … Hegong Deornay sesuai dengan peraturan perbankan masyarakat harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk membuka rekening baru. Apabila KTP yang dimaksud juga ikut terbakar atau hilang maka para penerima bantuan diperbolehkan untuk membawa Kartu pendudu sementara yang dilegalisir ileh Kepala Desa dan Camat setempat pada saat pembukaan rekening baru. Lebih lanjut Deornay menjelaskan? bahwa untuk masyarakat penerima bantuan yang berasal dari Wulublolong diberi kesempatan untuk melakukan proses pembukaan nomor rekening baru di Bank NTT Ranting Pamakayo, Kec.Solor Barat sementara penerima bantuan dari Desa Lohayong II prosesnya akan dilakukan di Bank NTT cabang Larantukan. Yang saat ini beroperasi di Gedung Ina Mandiri Larantuka.

Wulublolong-Lohayong sudah Kondusif.

Kondisi Masyarakat Wulublolong Kec. Solor Timur pasca Konflik Sosial
Kondisi Masyarakat Wulublolong Kec. Solor Timur pasca Konflik Sosial

?Meski aktivitas di kedua desa ini sudah berangsur normal namun kedua masyarakat masih enggan untuk? bepergian sebagamana sebelum konflik terjadi. Kepala Desa Lohayong II, Thair Kasyim mengakui hal ini. ?meski beberapa masyarakat Lohayong II sudah bisa berbelanja di Podor pada saat hari pasar namun tidak seleluas dahulu, begitu pun dengan masyarakta Wulublolong yang masih enggan berkebun di area Waigawe dan Betuonge (daerah anatara Lohayong-Menanga) pada hal saat ini sudah memasuki musim tanam. Kami sendiri pun tidak ingin konflik ini terjadi pada hal kami masih satu rumpun keluarga dan kerabat dekat.? Jelas Thair

Namun semuanya sudah terjadi. beginilah rencana Tuhan untuk kita. seperti yang dikatakan Bupati Yosni pada kesempat itu bahwa? Tuhan pasti punya rencana yang indah atas semua yang tidak indah yang kita rasakan. (Dino)

 

 

 

 

Facebook Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password