Home>Artikel>Kabupaten Adonara
Artikel

Kabupaten Adonara

?Kabupaten? Adonara Terkendala Dana dan TI *)

Advertisements

RAHMAN SABON NAMA-DENPASAR

Perjuangan masyarakat Pulau Adonara melalui Panitia Pembentukan Kabupaten Adonara (PPKA) untuk mewujudkan impiannya menjadi kabupaten tersendiri-terpisah dari induknya Flores Timur (Flotim)-tampaknya masih harus melewati jalan berliku. Selain urusan legal administratif sesuai peraturan dan undang-undang tentang pemekaran daerah yang masih harus terus diperjuangkan di tingkat pusat, ternyata di tingkat internal saja PPKA masih mengalami kendala dalam banyak hal. Terutama masalah dana operasional PPKA maupun perangkat teknologi informasi (TI) guna mendukung kinerja mereka. Hal ini terungkap dalam diskusi terbatas antara pengurus PPKA yang diwakili Dominikus Rasa Wati dan Dominikus Lakonawa-masing-masing adalah ketua dan bendahara PPKA) dengan pengurus Ikatan Keluarga Lamaholot (IKL) Bali di Denpasar, Minggu (1/8) malam.

Domi Rasa Wati mengakui, perjuangan di tingkat pusat memang tak mudah karena itu pressure terus dilakukan melalui jaringan para tokoh Adonara, baik yang tinggal di Jakarta maupun di Kupang, atau di mana saja yang mempunyai akses ke pusat kekuasaan. ?Tokoh-tokoh Lamaholot di Bali juga kami minta agar membantu melobi pusat untuk menggolkan kabupaten Adonara,? pinta Domi, mantan PNS Depdikbud Flotim ini.

Sementara bendaharanya, Domi Lakonawa menggambarkan kinerja PPKA mengalang dana sebagai ?modal awal? Kabupaten Adonara nantinya. Selain meluncurkan Coin Peduli Adonara dengan menyasar seluruh warga Adonara mulai dari anak-anak hingga dewasa, pensiunan, PNS, pengusaha lokal; PPKA juga sudah merangkul 80 pengusaha Adonara yang tersebar di seluruh Indonesia. Sayangnya, target gelontoran dana sekitar Rp 5 miliar dari para pengusaha asal Adonara itu sampai sekarang belum terealisai. Usut punya usut, pihak PPKA sendiri mengaku kesulitan menyosiasikannya karena terbatasnya perangkat teknologi informasi. Jaringan internet misalnya, ternyata gak punya tuh.

Mendengar paparan yang ?memilukan? pada kesempatan itu, IKL Denpasar langsung meresponnya dengan menawarkan merancang sebuah website untuk menyosialisasikan pembentukan Kabupaten Adonara. Gayungpun bersambut. Dou Domi itu langsung secara lisan memberikan mandat kepada IKL Denpasar untuk membentuk perwakilan PPKA di Denpasar. Salah satu tugasnya adalah mengelola website tadi. ?Nanti, setelah kembali di sana, kami keluarkan SK untuk pembentukan PPKA Bali,? kata Domi Rasa Wati. Hadir dalam pertemuan malam itu adalah para penasihat IKL antara lain Bone Bali Hada, Johny Weking, dan Yosep Yulius Diaz, Abdullah Taeb (Ketua IKL) dan Rahman Sabon Nama, Humas IKL. (*: Pernah dimuat di FAJAR BALI, Selasa 3 Agustus 2010)