Polemik Lahan SDI Wogo Ngada, Tujuh Rumah Suku Kelu Longa Ngeo Siap Buka Suara

LN Focus Indonesia News│Polemik lahan SDI Wogo di Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada, NTT atas kebijakan Pemda melalui Kabag Hukum mengundang Petugas Pertanahan Ngada melakukan pengukuran lokasi guna penerbitan sertifikat tanah aset Pemda, mendapat sorotan penolakan keras dari Ahli Waris Sah Pemegang Hak Suku Kelu Rumah Adat Longa Ngeo, Ibu Klara Baba (78).

Rangkuman media ini, pada tanggal 25 Mei 2021 Pemda melalui Kabag Hukum berkoordinasi dengan Pertanahan Ngada mengundang Petugas Kantor Pertanahan melakukan pengukuran tanah di SDI Wogo guna penerbitan sertifikat tanah aset daerah.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemda Ngada, Yohanes Gae, SH dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan Pemda Ngada memberikan masa waktu 14 hari kepada pihak Ahli Waris Rumah Adat Longa Ngeo Suku Kelu untuk menempuh jalur hukum mendaftarkan gugatan perkara ke Pengadilan Negeri Bajawa, sebab Pemda memiliki bukti-bukti tersendiri dan sesuai data yang dikantongi Pemda Ngada, tidak tertera nama Klara Baba sebagai pemilik yang menyerahkan lahan SDI Wogo pada tahun 1977 kepada BP3 SDI Wogo sekaligus Kepala Desa setempat.

Kepada tim media ini bertempat di Rumah Adat Longa Ngeo Suku Kelu, Belu (11/6/2021), Ibu Klara Baba menyampaikan, dengan batas waktu yang ditentukan oleh Kabag Hukum Pemda Ngada yakni masa 14 hari untuk melaporkan gugatan atas lahan miliknya yang sudah diukur Badan Pertanahan Kabupaten, maka dengan segala keterbatasan daya jangkau selaku warga masyarakat kecil, Suku Kelu Longa Ngeo mencari bantuan lembaga hukum di Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Mbulang Lukas, SH untuk mendampingi mereka dalam perjalanan memperjuangkan hak-hak mereka sebagai warga adat yang benar-benar sah dan mutlak sebagai pemilik tanah warisan adat pada lokasi SDI Wogo, Polinndes, Rumah Guru dan Lapangan Sekolah SDI Wogo.

“Seandainya dulu saya tahu akan seperti ini kejadiannya, saya pastikan SDI Wogo tidak diangun di kebun saya yang saat ini penuh dengan bangunan sekolah, rumah guru, lapangan olahraga dan juga polindes. Tetapi saya ini hanya manusia biasa, hanya seorang perempuan tua yang dianggap bisa dibodohi seenaknya, sehingga pada tahun 1977 mereka BP3 dan Desa datang minta tolong ke saya agar mengizinkan lahan kebun sayur milik saya dipakai untuk bangun sekolah bagi anak generasi di kampung kami, lalu saya iyakan dengan polos, lalu pada akirnya mereka bodohi saya bahkan saat ini datang mau ukur tanah untuk sertifikat dan bilang bahwa silahkan saya mengadu ke hukum untuk buktikan itu benar-benar lahan saya, ya semoga kalian semua bebas dari hukuman Tuhan Yang Maha Kuasa, kacang lupa kulit, sudah pakai tanah dengan gratis puluhan tahun lamanya, sekarang datang bodohi saya lagi”, tutur Klara Baba, (78).

Disaksikan media ini (11/6/2021), Klara Baba didampingi putri nya dan saudara-saudara nya ahli waris Suku Kelu mengungkapkan Ibu Klara Baba tidak seorang diri mempertahankan kebenaran adat budaya tetapi sedikitnya ada tujuh rumah akan menerangkan kebenaran adat bahwa lokasi SDI Wogo adalah mutlak milik dan hak Ibu Klara Baba selaku pemegang hak Rumah Adat Longa Ngeo Suku Kelu di Desa Ratogesa Kabupaten Ngada.

“Tidak hanya tujuh rumah yang akan bicara kebenaran Mama Klara Baba, tetapi ratusan warga kampung yang tahu dan paham betul adat kami disini siap berkata bahwa Ibu Klara Baba sudah dilangkahi dan telah dengan sengaja menghilangkan kebenaran adat budaya milik Klara Baba”, tandas warga adat Longa Ngeo Suku Kelu.

Menurut Ibu Klara Baba, sejak 1977 lokasi tanahnya dipinjam pakai untuk pembangunan sekolah, menyusul Polindes, rumah Guru dan lapangan sekolah, tidak ada proses penyerahan tanah dan tidak ada jual beli lahan dengan siapapun. Jika ada proses penyerahan dan apalagi transaksi lahan, maka menurutnya, itu perbuatan sangat tidak manusiawi yang penuh dengan rekayasa dan atas nama.

Wawancara media ini (11/6/2021), Kuasa Hukum Mbulang Lukas, SH kepada wartawan mengatakan, atas permintaan Ibu Klara Baba dan segenap Ahli Waris Rumah Adat Longa Ngeo Suku Kelu, dirinya bersama tim,  Kuasa Hukum, Vinsensius V.G. Wogo, SH, Hendrikus D Dhenga, SH  memenuhi permintaan dan diberi kuasa melakukan advokasi hukum serta pembelaan untuk hak-hak klien dalam persoalan lahan SDI Wogo. Mbulang Lukas, SH juga memastikan terhitung tanggal 11 Juni 2021, Ibu Klara Baba melalui Kuasa Hukum sudah melayangkan Somasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada tembusan DPRD Ngada, Polres Ngada dan sejumlah pihak terkait di Kabupaten Ngada.

“Iya benar, sudah dilayangkan somasi dan tentu kita berharap Pemda Ngada tidak gegabah dalam mengurus hal-hal adat budaya sebab kita semua adalah warga budaya yang taat adat dan taat pembangunan. Kearifan lokal patut menjadi roh dalam mengurus pembangunan. Jangan campakan warga adat seperti Ibu Klara Baba dan Suku Longa Ngeo ini dengan cara-cara yang tidak diharapkan, sebab puluhan tahun orang sudah berjasa mendukung secara nyata pembangunan dengan memberikan pinjam pakai lahan yang begitu besar untuk pendidikan, kesehatan dan olahraga, lalu habis manis, sepah dibuang. Kita masih optimis bahwa Pemda Ngada arif menguraikan persoalan ini. Dan ingat, masyarakat kecil sudah hidup susah, apalagi di tengah pendemi covid-19 seperti ini, jangan dorong rakyat untuk semakin susah dengan cara memerintah mereka ayo gugat sudah di Pengadilan. Sebab, semua itu butuh energy ekonomi, meski untuk Pemda hal itu bukan persoalan sebab Pemda kan punya energy anggaran untuk berperkara”, ungkap Mbulang Lukas, SH.

Dikutip media ini, Ketua DPRD Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu (11/6/2021) bertempat di Kantor DPRD Ngada memberikan jawaban sikap Lembaga Dewan atas pengaduan warga adat beserta Somasi yang sudah dilayangkan dengan tembusan Lembaga DPRD Ngada.

“Saya kira kearifan budaya adalah modal yang baik dalam berpembangunan. Mari kita duduk dan semua pihak akan kami undang duduk bersama di Lembaga DPRD Ngada untuk secara saksama mengetahui kebenaran dan mencarikan jalan keluar terbaik dalam memecahkan masalah”, kata Ketua DPRD yang biasa disapa Berny Dhey.  

Menutup keterangannya kepada awak media, Ketua DPRD Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu menginformasikan bahwa DPRD Ngada segera melakukan uji petik lapangan sebelum memanggil para pihak duduk bersama di Lembaga DPRD Ngada mengurai masalah.

Tim│Red