Mengenang Romo Bene Daghi, Pr “Islamolog”

Oleh : LAY

Kabar itu datang dari Almamater Seminari Mataloko. Di sana dijelaskan mengapa Romo Bene Daghi, Pr terbaring di RSUD Bajawa (01 Februari 2021).

Dengan perawatan yang intensif. Lalu, informasi berikut yang mencemaskan. Sebelum akhirnya berpasrah, untuk menyerahkan semuanya pada penyelenggaraan ilahi. Romo Bene kritis. Namun, tidak bisa dirujuk ke mana-mana. Yang akhirnya menjadi potongan final dari sosok yang fasih berbahasa Arab ini. Dia telah pulang ke rumah Bapa. Dia praeses Seminari Tinggi St Petrus Ritapiret.

Tempat para calon imam projo dari berbagai diosesan mempersiapkan masa panggilan menjadi imam. Menjadi dosen di STFK Ledalero. Mata kuliah yang istimewa. Islamologi. Setelah dari Ritapiret, dia kembali ke almamaternya di Seminari Mataloko.

Sempat menjadi Praeses. Juga mengajar siswa seminari menengah di sana. Tentang islamologinya, satu semester, dia memiliki kekhasan. Terutama ketika harus menghadapi lembar ujian. Entah dari mana datangnya mitos itu. Pada setiap lembar pertama kertas ujian di seminari tinggi, wajib bagi para mahasiswanya menulis Qul.

Atau “Katakanlah.” Atau Credo. QUL Hua alahu ahad Alahu samad Walam yulad walam yalid Walam yakul lahu Kufuwan ahad Hal membekas lain adalah tiga pemikir Islam yang diperkenalkan Romo Bene. Ibnu Sina, Ibnu Arabi, dan Ibnu Farabi.

Dan salah satu pertanyaan favorit pada ujian semesternya terkait perintah yang diwajibkan kepada seorang muslim, seperti dekalog, untuk bersandar pada prinsip al amir bin maruf wa al nahy an al mungkar. Melakukan perbuatan baik dan melarang melakukan kejahatan.

Islam yang cinta damai. Demikian dia selalu mengatakan hal itu. Selamat jalan Romo. RIP. Semoga husnul khotimah.

Penulis : *(AY)*

“Tulisan ini dikutip dari sebuah tulisan lepas yang beredar luas. Terimakasih kepada Penulis. Diberkati. Salam Duka. Do’a dan rasa Kehilangan mendalam dari segenap Managemen LN Focus Indonesia News (Larantuka News).

SELAMAT JALAN BAPAK GEMBALA. RIP