Proyek Jaringan Listrik Detukeli Sejak 2017 Belum Tuntas, DPRD Ende Agendakan Temu Para Pihak

LN Focus Indonesia News │Menyikapi kinerja proyek pemasangan kabel listrik atau jaringan listrik ke Desa Detukeli, Desa Kebesani dan juga Nggesa dan titik lokasi lainnya yang dikerjakan mulai tahun 2017 tetapi belum tuntas hingga Bulan Januari 2021, Gerakan Aspirasi Rakyat Pro Kinerja Percepatan Pembangunan Kecamatan Detukeli mendatangi langsung Lembaga DPRD Kabupaten Ende, Senin (11/1/2021).

Liputan Tim Media ini di Kota Ende (11/1), sedikitnya 28 orang perwakilan tokoh masyarakat, 3 (tiga) Mosalaki Pemangku Adat, 3 (tiga) Kepala Desa dalam Wilayah Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, NTT mendatangi Lembaga DPRD setenpat.

Kehadiran Forum Delegasi Aspirasi menyampaikan aspirasi dan juga mendesak DPRD Ende mengambil sikap pro rakyat melakukan pengawasan tegas serta rekomendasi sikap atas kinerja proyek jaringan kabel listrik ke sejumlah titik di wilayah Kecamatan Detukeli yang dikerjakan muai tahun 2017 namun belum tuntas hingga Bulan Januari 2021. Mereka juga menyampaikan mosi tidak percaya kepada Anggota DPRD Ende atas nama Baltasar Tua dari Dapil III.

Kedatangan masyarakat yang diatur dengan Prokes Covid-19 ini, diterima baik oleh DPRD Ende melalui sambutan DPRD Eric Rede, DPRD Didimus Toki, DPRD Virgilius dan DPRD Agus Pake. Penyampaian aspirasi dan mosi sikap masyarakat berlangsung di Ruang Komisi DPRD Kabupaten Ende.

“Hari Jumad DPRD Ende mediasi para pihak untuk mendengarkan secara langsung terkait permasalahan yang disampaikan ini. Dan pada saat itu juga dilakukan klarifikasi”, ungkap Wakil Rakyat Kabupaten Ende, Erik Rede dan Wakil Rakyat lainnya.

Dikutip media ini, selain menyampaikan laporan terkait progres jaringan listrik, warga aspirasi juga mendesak oknum wakil rakyat asal Dapil III melakukan permintaan maaf seara terbuka kepada masyarakat atas pernyataan yang sebelumnya menyakitkan hati masyakat.

“Kami datang sebagai masyarakat, juga Tokoh Adat, Kepala Desa, diantaranya Detukeli, Kebesani, Nggesa Detu, Nggesa Biri, menyatakan sikap mendukung percepatan pembangunan listrik dan mengutuk aksi-aksi tidak terpuji yang melukai hati kami sebagai masyarakat. Kami juga menyampaikan mosi tidak percaya kepada oknum wakil kami atas nama Baltasar Tua. Kami mendesak Anggota DPRD Baltasar melakukan permintaan maaf kepada masyarakat atas pernyataan dia saat reses di Desa Maurole Selatan. Kami pun kantongi dokumen pernyataan saat reses itu dan itu menyakitkan hati kami sebagai masyarakat”, ungkap Delegasi Aspirasi melalui Fitalis Pilu, Lodovikus, Aurelius Paro dan perwakilan aspirasi lainnya yang tiba di Gedung DPRD Ende kepada wartawan, (1/11).

Rangkuman kabar, sebelumnya dikabarkan, Wakil Rakyat Kabupaten Ende, Dapil III, Baltasar Tua saat diwawancara redaksi berita mengatakan dirinya pernah mengatakan saat reses di Maurole Selatan, kata melarang listrik ke Desa Detukeli dan Kebesani, menurut dia, pernyataan itu dikeluarkan dengan pertimbangan pemasangan jaringan listrik ke Desa Kebesani dan Detukeli belum mencapai 80%, namun sudah ada pihak-pihak yang melakukan instalasi.   

Tim │FD │Red