Jangan Transaksional Dalam Rekrutmen PNS, Anggota TNI Polri Awal 2021

LN Focus Indonesia News │ Ketua DPW MOI NTT, Herry Battileo., SH., MH melalui rilis pers (17/1) mengungkapkan, awal tahun 2021 merupakan awal tahun anggaran bagi institusi di Pemerintahan. Banyak rekrutmen PNS maupun anggota TNI POLRI akan segera dimulai. Semua persyaratan harus ditempuh oleh pelamar pekerjaan baik calon PNS maupun Calon Prajurit TNI POLRI, .

“Pentingnya persyaratan yang harus ditempuh untuk memenuhi standar pegawai maupun anggota TNI POLRI. Tetapi yang perlu diingat dalam rekrutmen pegawai negeri dan anggota TNI POLRI tersebut adalah standar yang bukan hanya dikenakan bagi si calon Pegawai Negeri tersebut tetapi standar tersebut harus dikenakan kepada tim seleksi karena banyak celah bisa menjadi ajang transaksi dalam penerimaan Pegawai Negeri Sipil maupun anggota TNI POLRI”, ungkap urai Herry Battileo.

Kalau tim yang dibentuk tersebut tidak memenuhi standar, lanjut Herry Battileo, maka ada celah yang akan ada untuk tim melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Diantara semua standar utama yang harus dilewati oleh calon pelamar adalah standar kesehatan jasmani rohani bagi Calon pegawai negeri maupun Prajurit TNI POLRI. Yang jadi pertanyaan, apakah standar tersebut merupakan standar baku yang utama sesuai aturan yang berlaku.

“Katakanlah Kesehatan jasmani rohani adalah yang utama tapi apakah dipastikan tidak akan terjadi penyimpangan. Sangatlah tidak cerdas bila kita katakan tidak ada celah di dalam seleksi kesehatan.Yang sekarang perlu diperhatikan adalah Standarisasi pegawai Negeri atau Pegawai kesehatan TNI POLRI. Karena tidak mungkin tidak ada celah penyalahgunaan wewenang sebab yang tau hanya dokter yang memeriksa calon pegawai Negeri dan calon prajurit”, tambahnya.

Selaku insan pers di NTT, tegas Herry Battileo, ingin menyarankan kepada para pimpinan dari Tenaga kesehatan yang menangani rekrutmen PNS dan Prajurit TNI POLRI. Agar tidak terjadi penyalah gunaan wewenang perlunya standarisasi dan agar pemangku kepentingan dibidang kesehatan adalah yang benar benar mempunyai moralitas yang baik serta memiliki integritas dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelayan masyarakat dan jangan sampai menyalahgunakan wewenang untuk hal hal yang menguntungkan diri sendiri.

Menurut dia, kesehatan penting tapi yang lebih penting adalah moralitas dan integritas dari pegawai Kesehatan sehingga bisa menghasilkan seleksi PNS dan seleksi Prajurit TNI POLRI yang berkualitas. Tidak hanya kuantitas yang diutamakan tapi kualitas yang diutamakan sehingga masalah kesehatan THT tidak menjadi momok bagi rakyat yang ingin menjadi PNS. Maupun yang ingin menjadi anggota TNI POLRI.

“Karena masih ada standar kesehatan lain yang harus dipenuhi yaitu Kesehatan Jiwa serta aspek buta warna dan aspek aspek yang lain yang lebih utama dalam rekrutmen tersebut. Semoga tulisan ini berguna bagi rekrutmen PNS maupun Rekrutmen Prajurit TNI POLRI yang berkualitas dari aspek kesehatan”, urai Herry Battileo.

Tim │Red