Ngada Era Baru, Bupati Baru Berjejak Abdi Hukum Untuk Perubahan Dan Kebaikan Umum

Catatan Pojok Bung Red

Pemilukada Tahun 2020 telah melahirkan para pemimpin di setiap Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilu Kepala Daerah tahun 2020.  Tanpa kecuali Kabupaten Ngada di Pulau Flores bagian tengah, Provinsi NTT kedatangan pemimpin baru, Bupati Andreas Paru, Wakil Bupati Raymundus Bena (mantan DPRD), Paslon berjejak figur Penegak Hukum dan Pengawas. Sebuah duet mumpuni untuk harapan Perubahan.

Sosok Abdi Negara Penegak Hukum, Bupati terpilih (Purnawirawan Polri berpangkat AKBP) Andreas Paru, dengan sandi Paslon AP-RB : Andreas Paru – Raymundus Bena, usungan Partai Golkar – PKB terbukti memenangkan hati rakyat Ngada guna meneruskan kepemimpinan daerah, membawa Ngada menjadi salah satu barometer perubahan pada percaturan daerah-daerah di Provinsi NTT dan Indonesia.

Setuju atau tidak setuju, jujur ataupun tidak jujur, terbuka ataupun munafik, malu-malu kucing ataupun vulgar, jelas’ Kabupaten Ngada telah kehadiran sosok putra daerah, wajah pemimpin baru, membawa pamor baru, berkapasitas mumpuni, berjejak abdi negara, teruji dan terlatih kedisiplinan tinggi, memegang dan menerapkan sandi hukum sebagai panglima, dan sesungguhnya memberikan kesegaran baru, keunggulan baru guna menukangi daerah dan masyarakat secara efektif meraih kemajuan, mulai dari pola pikir hingga optimalisasi volume pembangunan masyarakat, multi sektor/multi dimensi.  

Pemimpin baru sebagai pemegang tongkat komando, estafet perubahan daerah, sungguh diyakini akan mampu mengakselerasi daerah secara membanggakan, pro perubahan tanah kelahiran, pro masyarakat, pro kebanggaan leluhur, alam semesta dan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tidak Banyak Kabupaten Ditukangi Bupati Abdi Negara Purnawirawan Penegak Hukum

Kalimat diatas ini merupakan kata kunci harapan rakyat atas kepemimpinan baru Bupati Ngada, Paslon AP – RB.  

Sekali lagi, Setuju atau tidak setuju, jujur ataupun tidak jujur, terbuka ataupun munafik, malu-malu kucing ataupun vulgar, jelas’ fakta Tidak Banyak Kabupaten Ditukangi Bupati Abdi Negara Purnawirawan Penegak Hukum.

Ini penting dikatakan, untuk menegaskan identitas menunjukan roh. Roh perubahan, roh pelayanan, roh kedisplinan kinerja, roh hukum sebagai panglima, roh pola pikir sehat dan konstruktif dan roh pemimpin sebagai gembala perubahan.

Kabupaten Ngada telah kehadiran sosok pemimpin baru untuk menukangi perubahan secara lebih nyata dan berprogres unggul.

Usai Pemilukada, semua kekuatan politik, dan apapun namanya, harus sepakat, bahwa pemimpin terpilih adalah ‘Kebanggaan’. Bangsa ini berpolitik untuk ‘dibangga’. Oleh siapa?. Oleh Dunia dan segenap isinya. Bukan untuk anomali, bukan untuk kotor, bukan untuk memalukan dan seterusnya.

Politk Suksesi wajib ditempatkan sebagai sejarah yang menghantar Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati menuju puncak.

Dinamika politik suksesi pun adalah dinamika alamiah yang “harus terjadi untuk berbuah” dan selanjutnya untuk ber-dedikasi nyata bagi Bangsa, Negara,  Masyarkaat.

Tidak Banyak Kabupaten Ditukangi Bupati Abdi Negara Purnawirawan Penegak Hukum, maka diyakini juga Ngada akan sangat diperhitungkan dalam kepemimpinan AP-RB.

Diperhitungkan sebagai daerah yang bukan tidak mungkin akan menjadi salah satu Kabupaten atau Pemda Barometer Hukum di NTT.

Bicara Barometer Hukum, pertama segera cuci otak agar tidak memahami kata hukum secara sempit. Hukum adalah mahkotanya Indonesia, Hukum adalah rambu-rambu keadilan sosial.

Hukum adalah panglima tertinggi NKRI untuk mensejahterakan masyarakat, mengharumkan bangsa dan negara.

Ubah Pola Pikir

Usai Suksesi Pilkada, tidak sedikit daerah menjadi daerah yang gagal total melangkah kedepan. Politik Pemilu pun gagal dipahami sebagai bagian dari proses untuk menjunjung masa depan bersama siapapun yang terpilih secara demokratis.

Politik suksesi dibawa masuk ke area terlarang yakni area pasca suksesi. Berdampak mengentalnya polarisasi, kentalnya fragmentasi serta suburnya anomali otak (cara pikir) hingga cara tindak, mengeroposkan potensi pemimpin baru mulai dari belum terlantik hingga akhir jabatan.

Pasca dilantik, tim sukses, non tim sukses, multi elemen harus bersama-sama bersepakat mendorong pemimpin baru segera melakukan akselerasi perubahan, akselerasi pelayanan, kinerja, rotasi, penegakan kedisplinan, termasuk hukum untuk multi aspek pembangunan, demi terwujudnya daerah yang bersinar terang, mampu menembus percaturan barometer di antara bangsa-bangsa.

Sudah waktunya, Bupati dan Wakil terpilih dipersembahkan layaknya seorang Imam Gembala usai dithabiskan, bahwa dia tidak lagi menjadi milik aku, kau, kami, mereka, tetapi menjadi rasul untuk perubahan, rasul bagi dunia, rasul dan pekerja untuk terang dan harus terang terus.

Semua pihak harus belajar menguasai diri, belajar tidak mengkerdilkan aura pemimpin dengan cara-cara sempit, misalnya usai terpilih pemimpin dipagari benih-benih busuk, diselimuti cengkraman istilah “itu kami punya, itu saya punya jagoan dan seterusnya”, yang sebenranya hanya senilai perilaku untuk memenjarakan kebesaran pemimpin dari cakrawalanya yang sesungguhnya luas, makro, gembala, pemimpin dan roh menukangi perubahan secara baik dan benar.

Naikan Budaya Pengawasan Terbuka Berlapis

Salah satu strategy mensukseskan kinerja pembangunan bangsa adalah menaikan pola pengawasan terbuka dan berlapis.

Pengawasan adalah wujud lain untuk menyehatkan kinerja pembangunan. Pengawasan seringkali di-tabu-kan, alergi dalam banyak catatan pembangunan, namun sesungguhnya pengawasan adalah mesin pendukung utama untuk menciptakan prestasi dan kinerja.

Sebaliknya, tidak sedikit fakta menggariskan, kematian pengawasan atau hilangnya control, adalah pratanda bayang celaka mendekat dengan tanpa wujud, tanpa bunyi, namun sangat menjanjikan kehancuran ataupun kegagalan.

SELAMAT BERKARYA 2020 – 2024

Pergilah, kini telah diutus untuk menukangi perubahan dan masa depan Ngada. Proficiat, Selamat Mengabdi.

Manusia, Alam, Leluhur dan Tuhan menyertai.

Jangan ingkari roh perubahan NKRI dalam nadi Revolusi Mental, Reformasi Bangsa dan Percepatan Pembangunan Daerah dengan modal Otonomi Daerah.

Buktikan ada beda yang tidak sekedar beda.

Ada Beda  yang Unggul, beda ber-keteladanan dan beda untuk model bagi siapa saja, mulai dari sebelum dilantik hingga akhir masa bhakti kelak.

Ngada Era Baru, Bupati Baru Berjejak Abdi Hukum Untuk Perubahan Dan Kebaikan Umum

Catatan Pojok Bung Red