KOMPAK Indonesia Dukung Komitmen Kapolda NTT, Bongkar Kasus Awalolong Dan Bawang Merah Sampai Aktor Intelektual

LN Focus Indonesia News │Penegasan Kapolda NTT, Irjen. Pol. Drs. Lotharia Latif, SH, M.Hum yang akan mengusut tuntas tindak pidana korupsi Proyek Pembangunan Jeti dan Kolam Renang Apung, Pulau Siput Awalolong, Lembata dan Proyek Bawang Merah Malaka, Nusa Tenggara Timur mendapat dukungan dari berbagai kalangan termasuk Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia, KOMPAK Indonesia.

Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa, Jakarta (27/12) menegaskan, harapan rakyat NTT terhadap Kapolda NTT, Kajati NTT dan Ketua Pengadilan Tinggi NTT adalah terciptanya penegakan hukum Tindak Pidana Korupsi atas 2 kasus di atas jangan sampai hanya menajam ke bawah, hanya kepada Pejabat Pembuat Komitmen dan Kontraktor, tetapi juga menajam ke atas, terhadap Auktor Intelektualis yang paling menikmati hasil korupsi.

Hal ini. lanjut Gabriel, wajib dikawal ketat publik termasuk Pers, baik di NTT maupun di level Nasional.

Ini sikap KOMPAK Indonesia, pertama,mendesak Bareskrim Mabes Polri,Kejakgung dan MA untuk melakukan.supervisi sekaligus pengawasan ketat agar penegakan hukum Tindak Pidana Korupsi kedua.kasus tersebut di atas agar diproses hukum.baik Pelaku maupun Auktor Intelektualisnya.

Kedua,mendesak KPK RI,Komisi Kejaksaan RI, Kompolnas dan Komisi Yudisial untuk mengawasi kinerja Aparat Penegak Hukum yakni Polda NTT, Kejati dan Tipikor NTT.agar tidak terjebak kongkalikong dalam penegakan hukum Tindak Pidana Korupsi tetapi sungguh-sungguh menyeret Pelaku dan Auktor Intelektualisnya.

Ketiga, mendesak Pelaku untuk bersedia.menjadi Justice Collaborator dengan meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban(LPSK) serta KPK RI.

Keempat, mengajak Solidaritas Penggiat Anti Korupsi di NTT dan Nasional agar mengawal ketat proses penegakan hukum Tindak Pidana Pidana Korupsi Proyek Awalolong,Lembata dan Proyek Bawang Merah Malaka, NTTagar tidak menajam ke bawah dan menumpul ke atas, tetapi wajib hukumnya menajam ke atas karena merekalah yang menikmati hasil korupsinya bukan Pejabat Pembuat Komitmen apalagi kontraktor jadi sapi petahan mereka.

“Korupsi adalah Pelanggaran Ham berat karena telah merampok Hak-Hak Ekosob orang miskin”, tutup Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa.

Tim │Red