Indeks Kebahagiaan Publik Naik Pesat Atas Kedatangan Rizieq Shihab Serah Diri ke Polda Metro Jaya

Oleh : Petrus Selestinus, SH

Tidak ada kata yang lebih tepat untuk Mohammad Rizieq Shihab (MRS) yaitu “Menyerahkan Diri” dengan datang ke Polda Metro Jaya, pada Sabtu tanggal 12 Desember 2020, karena kedatangannya di luar jadwal untuk pemeriksaan sebagai Tersangka, yang sudah dijadwalkan pada Senin tanggal 14 Sesember 2020. MRS dan Tim Penasehat Hukumnya, mungkin sedang berspekulasi bahwa dengan menyerahkan diri pada hari libur (Sabtu), di luar jadwal pemeriksaan, selain dimaksudkan untuk membangun citra dan kesan positif bahwa MRS sebagai warga negara yang baik telah bersikap kooperatif, sehingga bisa lolos dari semua bentuk upaya paksa.

Namun, apapun harapan dan apapun skenarionya, nampaknya MRS gagal atau tidak berhasil mengubah pendirian skenario Penyidik dan Kapolda Metro Jaya untuk tetap bersikap konsisten melakukan upaya paksa yaitu penangkapan selama 1 x 24 jam dan kemudian akan disusul dengan penahanan terhadap MRS di Rutan. Publik sudah pegang janji Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran bahwa mengenai penegakan ketertiban dan keamana sebagai wujud hak sosial warga negara, tidak akan ada istilah tarik “gigi mundur” bagimu Negeri tercinta Indonesia.

Indeks Kebahagian Naik Pesat

Publik menaruh harapan tinggi terhadap Polri khususnya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran, dalam penanganan kasus MRS dkk. karena kasus MRS tergolong kasus dengan kualifikasi menyentuh kepentingan strategis nasional, maka setiap langkah Polri dari detik ke menit dipantau dan dinilai oleh Publik.

Bahkan ada warga yang berkomentar bahwa “indeks kebahagiaannya sebagai warga negara meningkat pesat” setelah melihat sikap tegas dan konsisten Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran, dalam mewujudkan ketenteraman, keamanan dan tertib sosial yang menjadi hak sosial warga negara termasuk bisa meredam keganasan COVID-19.

Polda Metro Jaya telah memberikan hadiah akhir tahun buat 275 juta warga negara Indonesia yang cemas akan kehilangan rasa nyaman dan tenteram terutama keberlangsungan NKRI Jika saja Polri salah mengelola keamanan dan ketertiban ketika menghadapi manuver MRS dan kelompoknya yang Intoleran.

Dengan penangkapan ini, maka publik berharap 2 (dua) kasus tindak pidana yaitu Chat WhatsApp Mesum dan Penodaan Fasar Negara yang sebelumnya sudah menetapkan MRS sebagai tersangka tetapi di SP3, dibuka kembali, serta belasan Laporan Polisi dari Masyarakat terhadap MRS yang kasusnya sudah 4 (empat) tahun macet karena MRS kabur.

Penulis : Petrus Selestinus, SH : Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila/FAPP & Advokat PERADI