Pemilukada Ngada 2020 Untuk Kemenangan dan Kekalahan PS-GUD, CREDO, AP-RB, FIRMAN, HEBAT

Catatan Pojok Bung Red

“Waspada money politik. Politik siram uang selalu manjadi momok Pemilu. Waspada Rupa Uang muncul sebagai pemenang Pemilu. Bukan PS-GUD, CREDO, AP-RB, FIRMAN, HEBAT”

Lima Paket Calon yang tampil dalam perhelatan Pemilukada Ngada Tahun 2020 diakui memiliki skala persaingan cukup ketat.

Sebelum Pleno KPU mengumumkan Perolehan Suara Pemilukada tahun 2020, Paket PS-GUD, Paket CREDO, Paket AP-RB, Paket FIRMAN, Paket HEBAT sama-sama mempunyai kans siap menang dan harus siap juga menerima hasil kekalahan.

Nampak, ada sebuah catatan yang cukup unik untuk Pemilukada Ngada tahun 2020. Ya, tidak mutlak sebagai kebenaran atau fakta tunggal. Yakni, Pemilukada Ngada Tahun 2020 merupakan Pemilukada Perebutan Suara pada kolam yang sama, alot.

Ditilik dari Pemilukada Ngada sebelumnya dan juga Pemilu Gubernur NTT, Kabupaten Ngada merupakan kolamnya paket politik bernama Mulus (Marianus Sae-Paulus Soliwoa). Setidaknya hingga Pilgub NTT yang menghantar Vicktory-Josh memimpin NTT, tergambar skala dan peta politik demikian di Kabupaten Ngada.

Di dalam itu, nama-nama kandidat yang tampil pada Pemilukada Ngada tahun 2020, seperti Cabup Paulus Soliwoa (Petahana), Cabup Kristoforus Loko, Cabup Helmut Waso, Cabup Wilfridus Muga, Cabup Andreas Paru adalah daftar nama para elit politik dan daftar tokoh di Bumi Ngada yang pasalnya terukir indah dalam kamus pergerakan Paket Mulus (Marianus Sae-Paulus Soliwoa) menulis kemenangan mutlak Pemilukada Ngada sebelumnya.   

Begitu pula deretan nama Calon Wakil Bupati seperti Emanuel Dopo, Herman Say, Yohanes Tay Ruba, juga disebut garda Paket Mulus. Tersisah Gregorius Upi Dheo, namun Greg Upi Dheo juga memiliki ceritera tersendiri, anak muda yang satu ini pernah disebut-sebut sebagai figur berkemiripan gaya pendekatan hampir sama dengan pola paket Mulus silam.

Selanjutnya Raymundus Bena, mungkin bisa disebut tidak begitu tulen di garda Mulus untuk Pemilukada Ngada sebelumnya, sebab Pemilukada sebelumnya PKB mengusung kader sendiri, Berny Dhey Ngebu maju mendampingi Paulinus No Watu dengan nama paket PADI. Raymundus Bena sebagai kader PKB pada masa itu tentu tidak meninggalkan PADI. Tetapi berikutnya, pada Pilgub NTT, PKB menulis lembaran politik usung Bupati Marianus Sae menuju NTT satu.

Dengan catatan singkat seperti ini, nyaris bisa dikata Pemilukada Ngada tahun 2020 adalah pertarungan penghuni satu kolam menuju kursi kepemimpinan Ngada satu dan dua.

Jika demikian, paket calon mana yang dapat diperkirakan berkemungkinan paling telak meraup suara pada seluruh kantong basis bawaan Pemilu Ngada sebelumnya?.

Jawabannya, tidak ada yang bisa menafsir dengan sangat akurat. Sebab, sesungguhnya setiap pasangan calon memiliki keterkaitan yang begitu melekat pada kolam yang sama. Dan, memiliki kedekatan maupun power yang nyaris sama pada sebaran basis yang sama.

Awal Pemilukada Ngada tahun 2020 cukup heboh wacana bahwa akan ada paket tertentu yang bakal merraih secara mutlak atas semua basis bawaan dari Pemilu Ngada sebelumnya.

Namun, perlahan menurun seiring perjalanan politik yang terus diisi oleh fakta-fakta dan pemahaman Pemilukada 2020 adalah Pemilukada yang lebih mencair, lalu disebut sebagai tahunnya kemenangan dan kekalahan PS-GUD, CREDO, AP-RB, FIRMAN, HEBAT.

Sama-sama berpeluang, akan tertulis paket pemenang, sisah lainnya pasti berujung kekalahan.

Ya, logis dan faktual. Pemilukada 2020 tidak diselenggarakan negara untuk dipenuhi oleh narasi masa lalu semata. Rakyat mendambakan tindak nyata masa depan untuk meraih cita-cita satu tingkat lebih baik dari masa lalu.

Benar, Pemilukada tahun 2020 memang tidak disediakan untuk dijadikan pesta menggoreng segala sejarah untuk mendirikan pengkotakan.    

Pemilukada 2020 harus ditempatkan sebagai momentum untuk merangkai segala masa dan segala sejarah, dipersatukan dalam ketangguhan kedamaian, lalu dikonsentrasikan secara penuh untuk mendirikan masa depan yang jernih dan konsisten, Ngada masa depan.

Nampaknya, goreng menggoreng tidak lagi mempunyai tempat yang ideal dalam berpemilu.

Bisa dibayangkan, andaikan salah satu paket menyebut kami lah jelmaan kebaikan masa lalu, pasti paket lain berkata kami pun bukan manusia asing, kami juga berjalan di-dalam dan ber-sama masa lalu.

Dengan demikian, asumsi kekuatan basis bawaan Pemilukada Ngada sebelumnya akan berkecenderungan diraup salah satu paket, bisa jadi tidak benar, sebaliknya akan berbagi perolehan ‘beda-beda tipis.   

Lantas, Siapa Berpeluang Menang Perhelatan Pemilukada Ngada 2020?

Hemat Bung Red, paket yang paling berpeluang memenangkan Pemilukada Ngada Tahun 2020 adalah Paket yang sukses merebut tambahan dominan pada sedikitnya tiga kantong pemilih, yakni, :

Pertama, kantong basis non Mulus. Kedua, kantong basis mengambang, Ketiga, kantong basis Riung raya.

Ya, coretan ini memang tidak dilengkapi kesempurnaan matematis, namun bisa jadi dalam ketidaksempurnaan itu akan sangat berguna bagi seluruh kandidat untuk mempertajam konsolidasi suara basis pada tiga klaster, non Mulus, basis Mengambang dan Riung raya.

Non mulus adalah peta basis yang sebelumnya tidak berkecenderungan memilih paket mulus dan pemetaannya tergambar pada hasil-hasil pemilukada sebelumnya. Sekecil apapun itu, tentunya jumlahnya ribuan suara.

Kedua, basis suara mengambang, adalah klaster pemilih real yang tidak militan kepada paket manapun, tetapi real memberikan suara di TPS. Para paket harus mengkasifikasi itu dengan cermat untuk bisa merebut dukungan tambahan perolehan suara Pemilu.     

Ketiga, basis suara Riung raya. Pemilukada Ngada tahun 2020 cukup gaduh dengan segala perang argumentasinya. Diakui maupun tidak diakui, de facto perbincangan Riung raya cukup kencang hiasi peta wacana, bahkan disebut-sebut bakalan menjadi suara penentu Pemilukada Ngada 2020.

Bisa iya, bisa juga tidak. Namun, dapat pula diiyakan, jika dihubungkan dengan realita Pemilukada Ngada 2020 dan segala dinamikanya.

Ya, bukan tidak mungkin, angka penentu untuk keunggulan Pemilukada Ngada tahun 2020 akan cenderung ditentukan oleh tiga basis suara tersebut.

Jika Tidak Mencapai Syarat Porsentase Kemenangan?.

Maka, menuju dua putran.

Waspada money politik. Politik siram uang selalu manjadi momok Pemilu. Uang lah yang akan keluar sebagai pemenang Pemilu. Bukan PS-GUD, CREDO, AP-RB, FIRMAN dan HEBAT.

Selamat mengukir kemenangan dan menerima kekalahan dalam hukum kompetisi demokrasi Pemilukada.

Pemilukada Ngada Tahun 2020 adalah Tahun Kemenangan dan Kekalahan PS-GUD, CREDO, AP-RB, FIRMAN, HEBAT. Diantara itu akan tertulis paket pemenang, sisah lainnya pasti berujung kekalahan.

Catatan Pojok Bung Red