Puluhan Miliar Untuk Revitalisasi Asrama Haji Bengkulu, Tuai Dugaan Permainan Orang Dalam

LN Focus Indonesia News │Puluhan Miliar Rupiah Uang Negara, atau sedikitnya mendekati Rp.40 Miliar Anggaran untuk revitalisasi gedung Asrama Haji Bengkulu, menuai aroma tidak sedap, diduga adanya permainan orang dalam, mencuat dugaan adanya peran oknum Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu.

Dikutip sebuah kabar Bengkulu, diberitakan Proyek Revitalisasi Asrama Haji Bengkulu, Pemenang Lelang diduga di-backup oleh orang dalam.

Rangkuman berita, Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu memulai revitalisasi Gedung Asrama Haji Bengkulu dengan terlaksananya penandatanganan kontrak kerjasama antara Kemenag dengan pihak rekanan, dalam hal ini PT pemenang.

Pasalnya, gelar peletakan batu pertama pembangunan dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 15 Oktober 2020 (red ; jika tidak ada masalah teknis).

Rangkuman informasi sejumlah kabar publik, diterangkan Biaya Pengembangan Asrama Haji Bengkulu berasal dari Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN Kemenag Republik Indonesia dan rencananya akan dibangun dengan kapasitas 137 kamar.

Dikutip sejumlah lansiran berita, menurut Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Drs. H. Zahdi Taher., M.Hi, pengembangan Gedung Asrama Haji digendakan untuk menjawab optimalisasi layanan bagi para Calon Jemaah Haji.

Selainitu, menurut Zahdi, revitalisasi Gedung Asrama Haji Bengkulu merupakan wujud komitmen untuk peningkatkan infrastrukur pelayanan dan penyelenggaraan Ibadah Haji Provinsi Bengkulu.

Selaiitu, diwacanakan akan diikuti rencana Kakanwil Kemenag membangun restoran mewah di Asrama itu sekitar tahun 2021.

Mencermnati agenda revitalisasi Gedung Asrama Haji Bengkulu, dikutip redaksi berita (17/10/2020), salah satu nara sumber yang bisa dipercaya menyebutkan ada dugaan serius pada proses lelang, diduga ada keterlibatan permaianan orang dalam, bisa saja oknum petinggi Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu”, katanya.

“Berikutnya, tentang Perusahaan Pemenang lelang, pada Tahun 2017 pernah bermasalah terkait pengerjaan proyek. Jadi, sudah seharusnya catatan masalah itu wajib dijadikan acuan bagi Panitia Lelang sebelum memenangkan tender kepada pihak rekanan, dalam hal ini perusahan pemenang”, tegas nara sumber yang meminta namanya tidak diberitakan edisi kabar ini.

Dia berharap, advokasi atas program revitalisasi Gedung Asrama Haji Bengkulu harus dilakukan untuk membuka tuntas kedok-kedok dugaan permainan orang dalam.  

Tim│Red