Mantan Jurnalis Asal Merauke, Paskalis Imadawa Sebut Merauke Butuh Otokritik Perubahan

LN Focus Indonesia News │Mantan Wartawan dan juga Aktivis Pancasila yang pernah berkarya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pulau Flores, Paskalis Imadawa Nauche melalui sambungan telepon (05/10/2020) dari Merauke mengutarakan sejumlah pikirannya terkait Kabupaten Merauke, diantaranya Kabupaten Merauke membutuhkan gerakan otokritik perubahan demi karya kemajuan pelayanan kepada masyarakat di Merauke secara lebih signifikan .

“Saya sebagai putra daerah harus berani berkata bahwa Kabupaten Merauke sangat membutuhkan gerakan konstrukktif perubahan, diantaranya dengan membudayakan otokritik multi aspek tata kelolah pembangunan daerah”, tegas Paskalis Imadawa.

Paskalis yang juga dikenal sebagai salah satu aktivis Pancasila pro wong cilik dalam jejak dan lakonnya, menambahkan, saat ini Kabupaten Merauke tengah menyelenggarakan Pesta Demokrasi Rakyat, Pemilukada tahun 2020, namun dibalik hiruk pikuk gawean politik Pemilu, kata Paskalis, menyisahkan begitu banyak catatan krusial dalam buku pembangunan Merauke, maupun budaya politik hegemony borjuis yang wajib diseimbangkan dengan gerakan rakyat Merauke mendesak keberpihakan multi sektor maupun politik mengedepankan kaum pribumi asli, pro penguatan kapasitas pengayoman, perlindungan, jaminan keselamatan dan juga diberikan ruang-ruang perhatian khusus sebagai wujud keberpihakan pada kearifan lokal dan segala potensinya dalam memajukan Merauke di garis timur NKRI tercinta.

“Saya patut menegaskan bahwa putra-putri daerah asli Merauke dalam kesatuan NKRI telah memiliki Sumber Daya Manusia yang tidak kalah siap untuk memajukan Bangsa dan Negara ini, khususnya dari Bumi Merauke. SDM, kesanggupan putra-putri daerah Merauke, warga OAP,OAM juga sangat siap menunjukan kemampuan-kemampuan terbaik dalam mengelolah Merauke sebagai satu kesatuan dalam NKRI tercinta. Poin ini wajib ditempatkan sebagai kekayaan Bangsa dan Negara untuk dapat dipergunakan secara maksimum dalam memajukan Merauke. Wajah oligarki politik di tanah Merauke oleh kaum-kaum yang mencari nafkah di tanah Merauke, harus menjadi perhatian serius negara, bahwa itu adalah bibit-bibit anomali bagi Merauke dan yang harus dipangkas bersama. Jangan jadikan OAP OAM sebagai penonton di atas tanah bumi kelahiran sendiri”, ungkap Paskalis.

Paskali Imadawa berharap, Merauke dalam dinamikanya harus tiba pada titik keberpihakan terhadap putra-putri Merauke, OAP OAM menjadi subyek yang dipercaya untuk memajukan Merauke dari titik timur bagi Indonesia Raya.

Tim│Red.