Tindakan Cabut Kabel Listrik Di Kecamatan Detukeli, TPDI Signalir Ada Aroma Korupsi

LN Focus Indonesia News Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Petrus Selestinus, SH dalam keterangan pers di Jakarta sekitar pkl 11.00 Wib (21//09/2020) kembali merilis pernyataan sikap tegas terkait insiden oknum rekanan yang melakukan pencabutan kabel listrik di wilayah Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende, Flores, NTT.

Ditegaskan, usai menerima sejumlah atensi dari warga masyarakat Kecamatan Detukeli Ende tentang pencabutan kabel dari tiang listrik ke Puskesmas Watunggere dan dua rumah warga di Kampung Detuara Desa Maurole Selatan Kecamatan Detukeli pada Minggu tanggal 20 September 2020, TPDI melakukan serangkaian pulbaket cepat terhadap kejadian fenomenal yang mencuri perhatian khalayak.

“Tindakan kontraktor nakal bisa dikategorikan sebagai sabotase dalam pelayanan kepentingan umum, karena itu Polisi jangan ragu bertindak, tangkap dan tahan untuk proses hukum. [21/9 11.27] TPDI Salestinus: Tiang listrik dan kabel kabel itu sudah menjadi milik negara karena dikerjakan berdasarkan belanja negara dan ataupun APBD, jadi bukan milik kontraktor. Itu patut diduga sebagai tindak pidana korupsi”, tegas Koordinator TPDI, Petrus Selestinus, SH, Jakarta (21//09/2020).

Perselisihan yang bersifat perdata antara Kontraktor dengan PLN atau antara karyawan dengan Kontraktor atau dengan PLN, lanjut Seletinus, tidak boleh menghentikan apalagi merusak instalasi listrik yang sudah dipasang sebagai wujud program pemerintah memenuhi kebutuhan dasar sebagai perwujudan Hak Asasi Manusia untuk hidup secara layak. Dengan demikian maka Polres Ende, Bupati Ende dan pihak PLN harus segera bertindak agar pihak Kontrakstor segera memasang kembali kabel2 demi pelayanan penerangan bagi masyarakat tidak dihalangi halangi apalagi hanya karena konflik internal dalam kontrak kerja”, ungkap Petrus Selestinus, SH.

Ket Foto Berita : Ketua TPDI, Petrus Selestinus, SH

Tim│red