Kandala Biaya, Derita Panjang Seorang Warga Wawowae Ngada Dipagut Ular Sejak 2005

LN Focus Indonesia News │Tidak mempunyai cukup uang untuk ongkos kesehatan, kisah sedih menimpa seorang suami dan ayah, Warga Kampung Wawowae, Desa Wawowae Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT, mengalami derita panjang, kaki nya dipagut ular tahun 2005, tidak mempunyai uang untuk pengobatan medis,  dibiarkan begitu saja hingga terjadi infeksi parah dan lumpuh kaki.

Rangkuman redaksi media ini (27/08/2020) berdasarkan data koresponden lapangan seorang Anggota Polwan Polres Ngada, kejadian ini menimpa seorang Warga Kampung Wawowae, Desa Wawowae Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT.  

Dikabarkan, saat ini luka kaki yang dipagut ular terus mengalami infeksi hingga kakinya rusak, lumpuh.

Pasalnya, sang penderita sudah meminta tolong kepada pihak pemerintah tingkat terbawah untuk sudi kiranya menolong dirinya, namun hanya mendapatkan janji demi janji tanpa tindak nyata menolong warga yang samgat membutuhkan perhatian dan bantuan.

Infeksi akibat gigitan ular

“Sampai saat ini belum ada pihak yang menaruh perhatian atas derita panjang warga yang satu ini. Dia benar-benar susah dan merupakan warga tidak mampu. Dia tidak bisa mengobati lukanya secara medis karena kondisi ekonomi lemah. Dia meminta tolong sekiranya bisa mendapat perhatian ataupun bantuan pengobatan medis atas derita panjang yang dialaminya”, ujar seorang Anggota Polwan Polres Ngada, dikutip redaksi (27/08/2020).

Dikutip redaksi, berdasarkan data lapangan, sang penderita lumpuh ditinggal pergi sang isteri yang merantau ke Kalimantan dengan tujuan mau mencari uang guna membantu pengobatan suaminya, namun sejak tiba di Kalimantan hingga saat ini tidak ada kontak dengan sang suami dan keluarga.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ayah penderita gigitan ular sejak tahun 2005 ini, bergantung harapan pada anak sulungnya yang saat ini sedang duduk di bangku Kelas 3 sebuah Sekolah Menengah Atas di Ngada.

Semoga penderitaan panjang sang ayah yang lumpuh kakinya dan infeksi yang rerus merambah, boleh menjadi perhatian khalayak dan para pihak yang mengikuti kabar berita ini.

Lokasi fakta dan peristiwa, penderita lumpuh dipagut ular sejak tahun 2005, warga Kampung Wawowae, Desa Wawowae, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi NTT.

Tim│Red