New Normal Berhadapan Dengan Badai Ganas “Alpa Siaga”

Catatan Pojok Bung Red

Wabah Covid-19 Coronavirus yang secara global mencatat angka sangat fantastis hanya dalam tempo beberapa bulan saja, per tanggal 06 Juni 2020, data dunia bergerak dalam angka 6.913.38 kasus positiv, jumlah kematian mencapai 399.898 orang meninggal dunia, jumlah aktif kasus sebanyak 3.129.218 orang – merupakan jawaban nyata Covid-19 Coronavirus tidak sekedar virus biasa yang mudah ditaklukan oleh dunia dengan apapun argumentasi dan penalaran.

Negara Kesatuan Republik Indonesia per tanggal 06 Juni 2020 sudah memasuki angka kasus positiv sebanyak 30.514 kasus, torehan catatan kematian mencapai 1.801 kematian dari penambahan 31 orang kematian baru.

Record puncak data negara-negara masih diduduki USA dengan angka kasus positiv mencapai 1.974.521. Berikutnya angka kematian 111. 627 orang dari penambahan 237 kematian baru.

Urutan kedua negara-negara di dunia ditempati oleh Brazil dengan angka kasus positiv Corona sebanyak 650.504 per tanggal 06 Juni 2020. Angka kematian mencapai 35.139 dari 92 orang tambahan kematian baru, per tanggal 06 Juni 2020.

Dengan kilas matematik ini, sesungguhnya bisa dinalar seperti apa kecepatan penularan dan resiko kematian oleh wabaih Covid-19 Coronavirus.

Catatan Pojok Bung Red kali ini tidak tayangkan angka kesembuhan. Catatan Pojok Bung Red edisi ini mendesak pembaca melakukan pencarian grafik lain yang belum dimuat dalam kilas catatan ini.

Ancaman Badai Ganas “Alpa Siaga”

Review Covid-19 Coronavirus diawali dengan ragam sikap, diantaranya “lalai”, ditandai sangkaan “tidak mungkin akan terjadi hal negativ apa pun terhadap dunia”. Itulah ekspresi “Alpa Siaga” dalam kilas balik Covid-19.Coronavirus.

Dunia tidak boleh menyangkal pernah berada dalam lintasan kelalaian itu.

Dunia pernah menyangka Corona tidak mungkin cepat menyebar. Tidak mungkin pula secepat kilat memangsa manusia. Deretan kealpaan itu mengisi catatan dunia, hingga akhirnya dunia sendiri menjadi saksi Covid-19 Coronavirus menyebar dengan daya jelajah cepat, lalu mencatat record kematian tidak terkira.  

Catatan Alpa Siaga harusnya tidak mudah dilupakan umat Manusia ! Penerapan New Normal harus bisa menutup potensi dunia kembali ke siklus Alpa Siaga.

Ya, Siklus Alpa Siaga. !!!

Maka, salah satu narasi terbaik untuk penerapan New Normal, yaitu Stop Alpa Siaga !.

Dunia tidak boleh lagi-lagi kedepankan mental dan daya ingat Alpa Siaga di tengah pemberlakukan New Normal !

Selamat menentukan arah pikir dan tindakan hidup New Normal Covid-19 Coronavirus. New Normal tidak boleh ulangi kealpaan yang tak perlu dirayakan ulang.

New Normal wajib kedepankan Protokol Kesehatan, jika manusia memimpikan badai harus segera berlalu dari muka bumi ini.

Catatan Pojok Bung Red