Relawan SERANGGA Lumajang Perkuat Kerjasama Kawal Bantuan

LN Focus Indonesia News │Relawan SERANGGA Kabupaten Lumajang perkuat kerjasama Kawal Bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Sebelumnya BPBD Lumajang memberikan pembekalan materi dari arahan.

Rangkuman media ini, para Koordinator Kecamatan atau Korcam Relawan Serangga bergerak membangun koordinasi dengan jajaran Pemerintahan Kecamatan dan Desa dengan berbekal Surat Tugas yang dikeluarkan oleh BPBD Kabupaten Lumajang.

“Korcam melakukan koordinasi dengan Camat dan Kepala Desa di wilayah masing-masing. Koordinasi yang dilakukan terkait pendataan, pengiriman data dan pendistribusian bantuan beras bagi warga Masyarakat Lumajang yang terdampak pandemi Covid-19 dalam  dikoordinir oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang”, ungkap Korcam Senduro, Santoso.

Selaku Korcam Senduro, Santoso memulai koordinasi diawali dengan mendatangi Kantor Kecamatan Senduro dan ditemui oleh Staf Kantor Kecamatan Senduro, Jimy, kebetulan Camat dan Sekcam sedang ada kegiatan di lapangan. Namun pesan terkait tentang tugas sudah tersampaikan.

Tujuan dari tugas relawan serangga adalah mengawal data jangan sampai ada warga masyarakat tidak mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah di masa pandemi Covid-19.

Dikutip media ini, Bupati Lumajang berharap tidak ada warga terdampak yang tidak mendapatkan hak menerima bantuan kepada mereka. Semuanya harus dilayani dengan baik dan berazas manfaat bagi masyarakat.

Menurut Santoso, sesuai petunjuk dari Ketua Koordinator Kabupaten Lumajang, para Korcam diharapkan bersinergi dengan Camat dan Kepala Desa di wilayah masing-masing untuk membentuk Koordinator Desa atau Kordes, guna pendataan warga, bila masih ada yang warga belum mendapatkan bantuan apapun di tengah pandemi Covid-19, hal itu didata di format tambahan.

Relawan SERANGGA Kabupaten Lumajang berharap semoga pihak terkait dapat memahami apa yang dilakukan oleh para relawan Serangga, dalam memperkuat masyarakat dan Pemerintah, dalam menghimpun dan menyalurkan bantuan beras bagi warga masyarakat Lumajang yang terdampak covid-19.

Tofik│Red