Disesalkan Sikap Uskup Sipri Hormat, Emosional, Naik Pitam, Tuduh Wartawan Provokasi

Oleh : Petrus Selestinus, SH

Pertemuan dialog tertutup di kediaman Bupati Manggarai Timur, antara Uskup Sipri Hormat dengan Bupati Agas pada hari Senin tanggal 4 Mei 2020, hingga malam hari tidak diperoleh penjelasan, karena dialog dengan agenda soal pro-kontra Tambang dan Pabrik Semen di Luwuk dan Lingko Lolok, hasilnya tidak dipublish, padahal sangat ditunggu masyarakat melalui media.

Wartawan sengaja menunggu untuk mendapatkan informasi langsung dari Uskup Sipri Hormat, tentang hasil dialog pro-kontra pendirian Tambang Semen di Luwuk dan Lingko Lolok, namun kita semua harus kecewa, karena Uskup Sipri Hormat tidak memberikan informasi apapun seputar dialog tentang pro-kontra pendirian Tambang Semen, malah Uskup Sipri Hormat bersikap reaktif, emosional bahkan naik pitam.

Kita tidak menemukan alasan yang logis mengapa Uskup Sipri Hormat emosional, naik pitam sambil berkata ini bukan saatnya, kita punya saat terkait ini, anda jangan membuat apa, kita ini urusan kemanusiaan bukan urusan yang lain. Ingat baik-baik jangan buat provokasi.

Nampak jelas Uskup Sipri Hormat tidak fokus bahkan grogi ketika wartawan menanyakan soal pro-kontra Tambang Semen. Dialog soal pro-kontra Tambang Semen, adalah agenda Bupati Agas, yang sebelumnya sudah dijelaskan ke media.

Karena itu sikap emosional, grogi dan naik pitam Uskup Sipri Hormat, mestinya tidak perlu terjadi, karena materi dialog yang diagendakan bukan rahaaia dan bukan soal pribadi, melainkan soal pro-kontra pendirian Pabrik dan Tambang Semen, sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan publik, bahkan menarik perhatian publik, mengapa Uskup Sipri harus emosi dan naik pitam. Kita semua khawatir apakah Uskup Sipri Hormat, berubah sikap dan mendukung kepentingan investor membangun Pabrik dan Tambang Semen, sepertihalnya Bupati Agas, karena sebslumnya Bupayi Agas menyatakan bahwa pertemuannya dengan Uskup Sipri Hormat pasti membahas pro-kontra pembangunan Tambang Semen di Mantim dan karena itu publik dan Pers ingin tahu.

Publik dan Media sangat ingin memastikan bagaimana sikap pimpinan Gereja di Mangarai, terhadap persoalan pro-kontra Tambang Semen, karena soal menolak tambang adalah soal konsistensi terhadap komitmen, tetapi Bupati Agas sudah offside, lari dari komitmen dan memilih pro Tambang Semen, karena itu kita tidak ingin gereja terjebak dalam pilihan sikap yang keliru dari Bupati Agas.

Masalah pro-kontra soal Tambang Semen di Mantim menyangkut masalah kemanusiaan dan keadilan sosial, yang tidak kalah bahayanya dengan ancaman COVID-19, malah soal keadilan sosial dalam soal pro-kontra Tambang Semen di Mantim, jauh lebih penting dan menjadi urusan yang harus diprioritaskan oleh semua pihak, karena itu publik menunggu klarifikasi dari Uskup Sipri Hormat terhadap hasil dialog dengan Bupati Agas agar semuanya clear.

(Foto : ilustrasi)

Penulis :  Petrus Selestinus, Koordinator TPDI & Advokat PERADI