Rm. Londa Diaz: Yesus Melakukan Sebuah Tindakan Yang Hebat

Perayaan Ekaristi Kamis Putih Mengenang Perjamuan Tuhan bersama Para Murid-Nya.

Perayaan Kamis Putih mengenang Perjamuan Kudus yang dilakukan Yesus sang Guru dan Pemimpin yang rendah hati yang dilaksanakan Yesus bersama para Murid-Nya dua ribu tahun silam, malam ini dirayakan dan dikenanngkan kembali oleh umat Paroki Weri pada Kamis, 09 April 2020.

Walau sesederhana dan agak beda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dilaksanakan pada situasi dunia yang lagi digoncang dengan keganasan wabah pandemi Covid19. Situasi inilah yang membuat semuanya berubah dan sangat berbeda dengan harapan semua orang.

Perayaan Ekaristi secara live streamming, yang diikuti oleh seluruh umat dari rumah masing-masing dengan tetap menjaga himbauan gereja dan instruksi dari pemerintah.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Fransiskus Xaverius Hurint, Pr, bersama pastor rekan Romo Yos Sani Teluma dan Romo Londa Diaz. Perayaan ini dilakukan secara sederhana namun hikmat. Dalam kotbah yang dibawakan oleh Romo Londa Diaz, Pr, umat diarahkan untuk tetap fokus pada Yesus dan aksi yang dilakukan bersama para Murid-Nya pada peristiwa perjamuan malam terakhir. Pada malam perjamuan terakhir, Yesus telah meninggalkan bagi kita sebuah kenangan yang tak terlupakan sampai sekarang ini. Sebelum menderita sengsara, Yesus tidak meninggalkan kotbah yang panjang dan berapi-api untuk kita umat-Nya. Dia juga tidak neninggalkan kenangan dengan rangkaian kata-kata yang indah, tetapi Yesus yang adalah Tuhan dan Guru itu telah meninggalkan bagi kita kenangan dengan sebuah tindakan yang nyata untuk kita laksanakan dan harus tetap kita laksanakan dalam tugas perutusan kita sebagai murid-murid-Nya di tengah situasi hidup kita masing-masing.

Pertama, teladan pelayanan yang penuh cinta dan kerendahan hati. Ekspresi nyata dari kenangan ini terlihat jelas dalam ritus pembasuhan kaki. Dengan membasuh kaki para Murid-Nya, Yesus juga mau mengajarkan kepada kita untuk saling membasuh kaki satu sama lain.

Kedua, kenangan Ekaristi Kudus. Yesus menuntut kita untuk tetap menjadikan Ekaristi sebagai sumber hidup dan kekuatan utama kita. Dengan merayakan Ekaristi, kita pun turut ambil bagian dan terlibat penuh dalam tugas perutusan kita.

Ketiga, Yesus meninggalkan bagi kita sakramen imamat. Pada malam perjamuan terakhir inilah sakramen imamat itu tercipta. Untuk itu maka pada malam yang kudus ini juga, tugas dan martabat seorang imam mesti dibaharui dan mendapat tempat yang mulia. Seorang imam Tuhan mesti memiliki dalam diri-Nya sebuah imago Dei.

Di akhir kotbahnya, Romo Londa mengajak mengarahkan seluruh umat untuk menjaga keheningan dan membiarkan diri untuk berjaga dan berdoa bersama Yesus dari rumah masing-masing. Kita mesti hening dan berdiam diri dalam suasana silentium magnum. Kita mesti yakin dan percaya bahwa walaupun dalam situasi ketakutan dalam wabah corona ini dengan tetap stay at home, tetapi kita yakin bahwa Yesus tetap berada bersama kita dan selalu tinggal bersama kita.

Setelah perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan perarakan sakramen Mahakudus sekaligus pemberkatan kepada umat oleh Romo Pey dan Romo Londa ke setiap lingkungan dan KBG dengan tetap menjaga aturan protokoler dari pemerintah dan himbauan gereja berkaitan dengan situasi di tengah wabah covid 19 ini.

Umat tetap diarahkan untuk berjaga dan berdoa di rumah masing-masing sambil menanti berkat dari imam dan kunjungan sakramen Mahakudus. Ini satu hal yang unik dan sangat mengesankan untuk umat di paroki Weri di tengah kekalutan menghadapi wabah corona. Semua umat yakin bahwa Tuhan dan sang Guru yang diimani selalu ada dan hadir di tengah keluarga masing-masing dalam situasi ini.

Syl Witin
Pengurus Harian DPP Weri.