Pro Kontra Pungutan PAMDES Ekoroka, Camat Golewa Benarkan Belum Ada PERDES

LN Focus Indonesia News │Camat Golewa Kabupaten Ngada, Flores, Provinsi NTT, Kanisius Logo, S.IP melalui rekaman wawancara langsung Redaktur Media ini (22/4/2020) malam, mengungkapkan  sejumlah fakta yang diketahui olehnya selaku Camat Golewa Kabupaten atas silang sengketa tarif PAM Desa Ekoroka, yang berada di dalam wilayah Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada.

Sebelumnya dikabarkan, ratusan warga Desa Ekoroka, Ngada pada tanggal 20 April 2020, mendatangi Kantor Desa setempat mengajukan protes keras terkait penarikan PAMDES yang menjerat leher masyarakat.

Warga mengadu karena kebijakan penentuan anggaran dipatok secara sepihak oleh pihak Desa. Warga juga merasa beban biaya yang ditarik, merugikan masyarakat. Selainitu sejumlah warga juga menuturkan, pipa air yang dialirkan ke rumah warga, adalah pipa air milik warga sendiri, atau bukan pipa air milik Desa, namun pihak Desa datang memasang meteran air pada pipa air lalu dikenakan tarif, atau pungutan. Warga juga mengeluh, penarikan pungutan PAMDES tetap dilakukan petugas lapangan di tengah wabah masif Covid-19 Coronavirus.

Rangkuman Redaksi media ini pada tanggal 20 April 2020 melalui rekaman sambungan per telepon dengan Kepala Desa Ekoroka, Petrus Dopo (Dokumen Pers : rekaman pembicaraan, tersimpan, akurat), atas peristiwa ini, Kades mengatakan mencabut kebijakan itu, selanjutnya akan menempuh kembali forum bersama masyarakat dalam membahas PAMDES, namun waktunya belum ditentukan. Sementaraitu, warga yang hadir melakukan protes mendengar unsur BPD setempat mengatakan uang yang sudah dipungut itu ‘dikembalikan kepada warga.     

Terhadap seluruh kejadian ini, berikut sari petikan wawancara per telepon Redaksi Media ini dengan Camat Golewa, Kanisius Logo, S.IP tanggal 23 April 2020, malam.

“Tentang PAMDES Ekoroka, kalau soal rujukan PERDES, itu belum ada Perdesnya. Setelah saya chek masalah itu, ada kekeliruan Petugas Lapangan dalam pengambilan data meteran, kubikasi nya, perhitungan. Sebelumnya Kebijakan itu pernah dikoordinasikan dengan kami di pihak Kecamatan dan kami minta untuk dilakukan Rapat bersama seluruh warga, termasuk dengan BPD, selanjutnya sosialisasi, untuk nantinya bisa membuat PERDES atau Peraturan Desa.  Tentang Pipa Air, saya belum lakukan chek lapangan. Yang saya tahu, Desa setempat melalui BUMDES ada siapkan Meteran Air. Saya sepakat bahwa yang terjadi di Desa Ekoroka harus dilakukan duduk ulang secara bersama dengan para pihak di Desa Ekoroka”, ungkap Camat Golewa, Ngada, Kanisius Logo, S.IP.

Rangkuman Update Tim Media ini, sejumlah warga yang sudah dipungut biaya PAMDES mengaku uang yang sudah ditarik, itu belum dikembalikan.   

Sementara Redaksi Media ini menerima laporan pemantauan Tim Media di Lapangan, tersebar isyu sesat bahwa Berita Warga Demo Protes PAMDES Ekoroka adalah berita Hoax dan sejumlah pihak mempertanyakan mengapa tidak ada wartawan namun ada berita. Tim Redaksi media ini dan Tim Hukum LN Focus Indonesia News, Larantuka.Com terus memantau segala perkembangan informasi lapangan*.

Diberitakan sebelumnya, Redaksi Media ini melakukan wawancara langsung Kades Ekoroka melalui sambungan per telepon pada hari kejadian. Berdasarkan laporan langsung pandangan mata di Desa Ekoroka Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada oleh Crew Media pada saat kejadian atau peristiwa warga demo protes ke Kantor Desa setempat, kabar PAMDES diturunkan sesuai unsur berita dan ketentuan yang berlaku*.

TIM PERS │Red

Dokumen Berita :