PMKRI Kupang Sebut WNA Cina Lolos ke NTT, Jangan Kecolongan Lagi

LN Focus Indonesia News │Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia Cabang Kupang dalam rilis Ketua Presidium, Adrianus Oswin Goleng (10/4/2020) mengungkapkan sejumlah penegasan kondisi terkait wabah Covid-19 Coronavirus di wilayah NTT.  

PMKRI Kupang juga menilai NTT masih lemah dan kecolongan, masih banyak yang mudik dan keluar daerah. Berikutnya terkait WNA asal Cina lolos ke NTT sebagai satu dari sekian yang tidak terdeteksi. Selanjutnya, kasus KM Lambaleda yang mana 3 orang positif corona setelah diagnosa melalui pemeriksaan darah dan selanjutnya menunggu uji lanjut polymerase chain reaction (PCR).

PMKRI Cabang Kupang juga mengajak seluruh Masyarakat NTT untuk tetap tenang dan tidak cemas yang berlebihan.

Selain memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi atas segala daya dan upaya dalam penanganan covid-19, PMKRI Kupang juga mencermati beberapa hal pokok sebagai catatan untuk Pemmprov NTT.

“Kabar terbaru, melalui pengumuman resmi satuan tugas BNPB, satu pasien dinyatakan positif, artinya daerah ini sedang tidak aman lagi. Ini suatu kenyataan yang harus diterima sekaligus menjadi cambuk agar kita lebih serius dengan kewaspadaan tingkat tinggi dalam menghadapi ancaman covid-19. Untu itu upayah meredah atau mengendali kekewatiran  publik, Pemerintah tidak bisa lagi hanya sebatas mimbar di media sosial. Sudah saatnya turun gunung, lurah, desa, RT/RW dilibatkan semua”, ungkap Ketua Presidium, Adrianus Oswin Goleng.

Ditambahkan, Pemerintah harus mengakomodir segala seruan dan masukan dari masyarakat , salah satu yang didengungkan selama ini adalah pengawasan lintas masuk, udara dan laut.

“Kita ketahui bersama, hampir semua provinsi telah dinyatakan positif covid-19. Data per tanggal 9 April dalam halaman resmi Menkes . Sehingga tidak ada alasan Pemerintah untuk tidak memperketat pengawasan dengan pembatasan jalur keluar masuk, baik udara maupun laut, terkecuali logistik dan orang yang berkepentingan langsung (satgas, medis). Hal ini bertujuan menghambat penyebaran virus dari dan keluar daerah yang mana berpotensi pada mereka yang mudik dan keluar daerah, apalagi berstatus zona merah. Inilah langkah antisipatif agar mencegah lebih baik dari pada mengobati”, tambah Ketua Presidium, Adrianus Oswin Goleng.

PMKRI Kupang juga mendesak Pemerintah Provinsi, kabupaten/kota agar segera merealisasi sumbangan dan tunjangan kepada masyarakat yang terdampak langsung covid-19 yakni buruh, petani dan pekerja swasta.

Stay at Home, Work From Home, tidak memungkinkan bagi mereka, terkecuali PNS dan para elit. Sederhana sj apakah tukang ojek, pedagang, petani, tukang parkir, tukang mebel semuanya bisa kerja dari rumah? Ini tentu tidak mungkin, imbuhnya.

“Mereka berkerja untuk cari makan, sambung hidup, nah sekarang Pemerintah minta tinggal di rumah, kerja di rumah, lantas makan minum dari mana. Kami minta Pemerintah serius juga memperhatikan ini”, tandas Ketua Presidium, Adrianus Oswin Goleng.

Tim │Red