Penolakan Sejumlah Wartawan Di Nagekeo, Ditelepon Kadiskes Belum Jawab

LN Focus Indonesia News │Kejadian Oknum Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dikabarkan menolak sejumlah wartawan saat mengkonfirmasi satu ODP (Covid-19) meninggal dunia, sebagaimana diberitakan sebelumnya, masih belum mendapat keterangan penjelasan langsung dari Kadis Kesehatan Nagekeo.

Telepon Redaksi media ini tanggal 19 April 2020 melalui nomor Kontak Kadis Kesehatan Nagekeo 085 211 214 XXX belum direspon guna melakukan wawancara langsung per telepon atas kejadian viral disebut menolak sejumlah wartawan saat konfirmasi berita di Nagekeo, atau sebagaimana rilis lengkap Asosiasi Wartawan Nagekeo dalam kabar sebelumnya.

Rangkuman Redaksi media ini, Bupati Kepala Daerah Kabupaten Nagekeo, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dr. Johanes Don Bosco Do secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada sejumlah awak media yang mendapat perlakuan tidak etis oleh Oknum Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, sebagaimana viral diberitakan para media dalam negeri.

Akun resmi Pemda Nagekeo merilis pertemuan Bupati dr. Johanes Don Bosco Do bersama sejumlah awak media di Kabupaten Nagekeo, Flores pada tanggal 18 April 2020. Pada akun resmi Facebook Pemerintah Kabupaten Nagekeo (18/4/2020), foto pertemuan sejumlah jurnalis bersama Bupati dr. Johanes Don Bosco Do termuat materi pembicaraan terkait peristiwa Oknum Kadis Kesehatan dengan para Wartawan.

Konfirmasi terpisah Redaksi Berita (19/4/2020) Ketua Aliansi Jurnalis Nagekeo, Doni Moni melalui sambungan telepon (19/4/2020) mengungkapkan sesungguhnya tidak ada persoalan antara para wartawan dengan Bupati Nagekeo, dan hubungan kemitraan dengan Pemerintah Daerah Nagekeo berjalan baik-baik saja, hanya dengan oknum Kepala Dinas Kesehatan Nagekeo yang mengusir wartawan ketika para jurnalis hendak mengkonfirmasi berita, insiden itu merupakan problem antara para wartawan dan oknum Kadis Kesehatan setempat.

“Dalam pertemuan dengan Pa Bupati, kami sampaikan secara terbuka bahwa tidak ada permasalahan dengan Pemda dan Pa Bupati. Hubungan kemitraan baik-baik saja. Yang harus minta maaf adalah oknum Kepala Dinas Kesehatan, bukan dititipkan kepada pihak lain. Kami menghargai Pa Bupati, dan bentuk penghargaan kami adalah dengan menghadiri undangan untuk bertemu. Namun, oknun yang berbuat mengusir kami wartawan lah yang harusnya tau diri dalam persoalan ini, jangan berlindung di balik kebaikan Kepala Daerah”, ungkap Crew TVRI NTT Biro Nagekeo, yang juga sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Nagekeo, Doni Moni.

Hal senada disikapi oleh para wartawan lainnya yang bertugas di Kabupaten Nagekeo Pulau Flores, NTT. Wartawan Pos Kupang, Gordi, Wartawan Kumparan Biro Nagekeo Arto, dan juga Pembina Asosiasi Jurnalis Nagekeo, Serif Goa yang juga sebagai Jurnalis Sergap NTT dalam tanggapan mereka menyampaikan penegasan yang sama, sebagaimana dikutip media ini 19 April 2020 per telepon.

Mereka menilai Okum Kadis Kesehatan jangan merasa karena Bupati Nagekeo berinisiatif baik dalam kemitraan maka kesempatan itu diambil untuk berlindung dibalik kebaikan hati Kepala Daerah.

“Harus ada rasa tanggungjawab pribadi atas perbuatan yang sudah bertindak tidak terpuji terhadap kemitraan, pers di daerah”, tandas mereka.    

Rangkuman lain, dikutip dari NTT Pembaruan.Com, Usir Wartawan, Sekda Nagekeo ungkap Sangat Kecewa dengan Sikap Kadiskes Nagekeo.

Diberitakan, Sekretaris Daerah (Sekda) Nagekeo, Lukas Mere sangat kecewa dengan sikap Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Nagekeo, dr. Ellya Dewi yang mengusir rekan-rekan wartawan saat menanyakan perkembangan kasus Covid-19 dan meninggalnya satu Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari Kecamatan Nangaroro di Posko Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nagekeo.

“Saya sangat kecewa sekali dengan etika yang tunjukan Kadis Kesehatan Kabupaten Nagekeo, dr. Ellya Dewi kepada rekan jurnalis. Seharusnya, dia (dr. Ellya Dewi,red) menerima rekan-rekan jurnalis dan memberikan keterangan pers secara baik-baik karena yang bisa memberikan keterangan terkait perkembangan Covid-19 dan meninggalnya satu ODP itu hanyalah mereka yang paham tentang ilmu medis,” kata Mere kepada wartawan di Mbay, Sabtu (18/4/2020), dikutip NTT Pembaruan.Com.

Menurut Ketua Aliansi Jurnalis Nagekeo, Doni Moni perbuatan Oknum Kadis Kesehatan Nagekeo mengusir para wartawan belum berakhir karena oknum dinilai kurang bertanggungjawab atas perbuatannya dan terkesan berlindung dibalik kebaikan hati dan niat baik Kepala Daerah Bupati Nagekeo dalam kemitraan dengan Pers*.

Tim │Red