Pemda Ngada Perlu Tertibkan Lalulintas Kendaraan Pasar Rakateda-Labuan Bajo

“Mencegah lebih Baik dari Mengobati”

LN Focus Indonesia News │Wabah Covid-19 Corona yang terus meningkat penularan antara manusia maupun penyebaran wiilayah dari waktu ke waktu, menuntut Pemerintah Daerah masing-masing wilayah bersikap responsif antisipastif sebelum terlambat dan kewalahan, apalagi daerah-daerah diliputi berbagai keterbatasan untuk menangani wabah penyakit yang satu ini.  

Pantauan Tim Media ini di sejumlah wilayah Kabupaten Ngada, Pulau Flores, lalu lintas kendaraan pasar antar daerah masih hilir mudik tanpa kendali, yang sangat berpotensi membawa masuk wabah dari satu wilayah ke wilayah lain secara tidak terukur, tidak sadar penuh resiko.

Update Total Covid Indonesia Tanggal 21 April 2020, data Global Situs

Di wilayah Rakateda Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada, sejumlah warga menyampaikan, aktifitas kendaraan pasar menuju Labuan Bajo bergerak bebas memuat menuju dan dari Labuan Bajo ke Kabupaten Ngada.

Rangkuman sepekan tim media ini, tidak sedikit warga masyarakat mengaku cemas dengan bebasnya lalu lintas pasar antar daerah.

“Sejauh ini kami pergi pulang seperti biasa, bawa bahan baku kebutuhan pasar ke Labuan Bajo. Begitu pun dari sana ke daerah kita disini. Pembeli di sana tidak hanya warga Labuan, tetapi juga dari NTB. Sebaliknya dari mereka, kami muat bawa kesini”, urai warga Ngada yang mengaku pelaku Pasar antar daerah, didampingi beberapa pekerjanya (20/4/2020).

Pelaku Pasar antar daerah mengaku, meski Pasar sedikit lesu, namun arus lalu lintas tetap dijalankan, sebab mereka telah memiliki jaringan kerja sama antar wilayah dalam memasok kebutuhan pasar.

Mereka mengaku sejauh ini tidak ada pemeriksaan ketat untuk standar medis terhadap lalu lintas antar daerah sebab mereka yakin tidak terjangkit Covid-19 Coronavirus.

Total Covid-19 Dunia mencapai 2 juta lebih orang terjangkit, 21 April 2020

Wawancara terpisah tim media ini di lapangan, begitu banyak warga Ngada, Flores mencemaskan pembiaran kondisi seperti ini, sebab di satu sisi warga masyarakat disarankan tinggal dalam rumah-rumah saja, namun pada sisi yang lain, hilir mudik lalu lintas umum antar daerah dibiarkan bebas begitu saja tanpa pengendalian ketat antara daerah yang satu dengan daerah yang lain.

Warga berharap, Pemda Ngada menyikapi serius fenomena ini jika ingin memutus mata rantai Covid-19 secara lebih dini atau tidak menunggu bencana menghampiri masyarakat di daerah*.

Keterangan Nara Sumber : Dokumen wawancara lapangan Tim Media, Tanggal 15 s/d 20 April 2020.

Tim │Yoan Red