Lumajang : Kesadaran Masyarakat Atas Bahaya Covid-19 Masih Rendah

Pantauan Kondisi, Koresponden Tofik

LN Focus Indonesia News │ Kesadaran Masyarakat terhadap bahaya Covid-19 masih rendah. Banyaknya informasi terkait merebaknya bahaya virus Corona, rupanya belum membuat sebagian masyarakat sadar waspada menghindari potensi terjangkit Covid-19.

Padahal tindakan sigap yang dilakukan oleh jajaran Pemerintahan Pusat hingga Daerah, multi elemen maupun seruan masif dari gerakan Pers di Negeri ini terkait pencegahan penularan Covid 19. Hampir setiap menit disampaikan dan diperingati, baik melalui media cetak maupun elektronik. Kesadaran masih sangat lemah, mungkin menunggu terpapar virus Corona baru menyesal lalu mau mengikuti himbauan dan mentaati segala aturan protokol pencegahan wabah Covid 19.

Pantauan Koresponden media ini, Minggu (12/4/2020) di Pasar Senduro masih banyak pengunjung Pasar tidak memakai masker dan pelindung diri lainnya. Juga jaga jarak antara pengunjung (social distancing, physical distancing) yang selalu disuarakan dan divisualkan lewat media, baik media cetak maupun media elektronik.

Terpantau, sejumlah warga memakai masker, namun hanya sesaat, lalu dilepas lagi dan diletakan di bawah dagu. Tempat cuci tangan pun sudah disiapkan di sejumlah tempat di halaman pasar, namun kelihatannya jarang pengunjung yang mempergunakannya.

“Ada juga beberapa tempat cuci tangan yang airnya habis dan mengalirnya sangat kecil sehingga memperlambat waktu mencuci tangan”, kata pengunjung Pasar dari Desa Kandangtepus, Emi.

Sementaraitu menurut Kangsan dari LSM Masyarakat Peduli Pendidikan dan Pariwisata (MP3), Pemerintah yang ada di Pedesaan harus lebih serius mensosialisasikan aturan protokol pencegahan Covid 19 pada Warga Desa, agar bisa dipahami dengan benar.

Mengingat wilayah Senduro sudah menjadi daerah tujuan wisata, selayaknya ditempat pertokoan dan tempat umum lainnya dipersiapkan tempat cuci tangan seperti yang dilakukan di daerah perkotaan, sebab penularan virus corona tidak melihat orang, tempat dan waktu. Lebih baik mencegah daripada mengobati”, tutup Kangsan.  

Koresponden, Tofik │Red