Aku Hadir Untuk Sebuah Pembaharuan

Yesaya 37:21-28
Yoh 11: 45-56

Ketidakpercayaan kepada Tuhan, dosa dan kesalahan manusia telah menghancurkan relasi cinta manusia dangan Tuhan dan juga relasi cinta manusia dengan sesamanya. Manusia tercerai-berai, hidup tanpa cinta, egoistis, seolah tidak punya masa depan.

Tuhan, dalam bacaan pertama hari ini, menunjukkan cintaNya tanpa batas. Tuhan tidak ingin umatNya hidup dalam situasi demikian. Tuhan hadir di tengah umatNya dan membawa pemulihan total. Tuhan mengembalikan umatNya dan menjadikan mereka satu bangsa yang hidup sesuai dengan peraturan dan hukum Tuhan di tanah mereka sendiri. Mereka akan dilindungi dan diberkati oleh Tuhan sendiri lewat Daud yang akan memimpin mereka. Mereka akan menjadi satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air dalam persekutuan kuat kuasa Tuhan.

Yesus dalam bacaan Injil hari ini, menegaskan kepada semua orang, baik yang percaya kepadaNya dan juga yang tidak menerima kahadiranNya bahwa kehadiranNya adalah kehadiran yang mempersatukan semua orang yang percaya kepadaNya. Dan justru inilah, Yesus dibenci dan hendak dibunuh oleh mereka yang tidak menghendakinya.

Tuhan ingin menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan tetap setia pada tujuan penyelamatan manusia yaitu mempersatukan kita yang tercerai-berai. Tuhan ingin agar kita hidup dalam kegembiraan anak-anak Allah yang tertebus, terselamatkan, yang percaya pada Bapa yang telah mengutusNya. Kita berharga di mata Tuhan.

Oleh karena itu, kepercayaan pada Tuhan dan PuteraNya Yesus Kristus adalah “starting point” untuk sebuah rekonsiliasi total relasi cinta manusia dengan Tuhan serta manusia dengan manusia walapun Yesus dibenci dan hendak dibunuh.

Marilah kita semua membaharui iman kita pada Tuhan melalui setiap peristiwa hidup nyata saat ini. Covid-19 bisa saja adalah jalan Tuhan untuk kita membaharui iman kita kepadaNya. Amen!

Sabtu, 04 April 2020
Pe. Rikardus Pasang, SVD