Zona Hijau Covid-19 Corona Adalah Zona Terpotensial Tertular

Catatan Pojok Bung Red

Di tengah wabah Covid-19 Coronavirus yang telah meluluh-lantah dunia dengan segudang kisah duka umat manusia, sedikitnya ada dua istilah dalam perhatian bangsa-bangsa dan atau sebagai tambahan literatur Covid-19, yakni : Zona Merah dan Zona Hijau. Minimal dua istilah itu cukup santer disebut dimana-mana.

Zona Merah adalah kawasan, wilayah atau daerah tertular dengan kategori ancaman sangat serius, berisikan banyak pasien sakit terserang Covid-19 Coronavirus, banyak pula yang telah meninggal dunia, sebagian kecilnya ada yang sembuh.

Medis dunia pun belum memutlakan, bahwa pasien yang sembuh dari Corona, selanjutnya sembuh total atau masih berpotensi buruk atas bias partikel virus yang akan terus menggerogoti tubuh rapuh manusia.  

Yang Kedua, Zona Hijau. Atau kawasan yang masih Negatif Corona, belum terdaftar pasien positif Covid-19, atau juga disebut Zona Masih Aman.

Dua Zona ini yakni Merah dan Hijau seringkali lolos disimak, bahwa sesungguhnya sama-sama berpotensi menelan banyak korban jiwa.

Mari kita berpikir lebih praktis tentang kehidupan dan upaya-upaya manusia di planet Bumi ini.

Tidak semua manusia mau memilih bertahan total pada sebuah kondisi yang diketahui penuh dengan ancaman.

Apalagi ancaman Kematian mengenaskan akibat terserang Covid-19, Coronavirus, yang sudah diketahui sangat mematikan.

Begitu banyak Negara Maju atau Negara Moderen mengalami kewalahan dalam menangani Coronavirus.

Tidak sedikit pula wilayah atau area kehidupan telah dinyatakan sebagai Red Zone atau Zona Merah, sebagai Kawasan Bakteri yang terus bergerak antar satu manusia ke manusia lainnya, jika tidak segera mendisiplin-kan diri, dan lain-lain .

Dengan asumsi yang sangat sederhana ini, bisa dilihat bagaimana potensi manusia akan bergerak dan terus bergerak, tidak terkecuali bergerak dari satu zona ke zona lainnya, dari zona merah ke zona hijau, sebagai upaya hindar, upaya proteksi dan upaya ektra waspada diri.

Belum lagi ditambah data menunjukan baru sedikit orang yang telah sungguh-sungguh serius dan berniat baik melakukan uji kesehatannya melalui test medis standar sesuai prosedural baku Covid-19.

Sisah banyak lainnya, belum memenuhi uji medis Covid-19.

Itu artinya, dunia juga tengah berhadapan dengan KETIDAKTAHUAN Kondisi antara satu dengan yang lain.

Dalam ketidak-tahuan, hanya nalar dan naluri yang bekerja, ataupun yang memandu manusia.

Sementara, tidak sedikit catatan mengemukakan, bahwa telah terjadi pergeseran manusia dari zona merah lari berlindung diri ke zona hijau atas wabah yang memakan banyak korban, satu demi satu tewas mengenaskan.

Dengan anggapan sederhana ini, namun demikian lah catatan yang sesungguhnya, maka bisa ditarik benang merah pemahaman, bahwa pergeseran demi pergeseran manusia di era global, dari satu titik ke titik lainnya, apalagi ditambah dengan faktor kesengajaan, faktor tidak sadar tengah terserang Covid-19, maka wilayah mana kah yang masih mau dikatakan telah total potensi negatif untuk sementara waktu ini, dari pesebaran Covid-19 Coronavirus?.

Secara potensi, sudah bisa dikatakan, bahwa setiap zona berpotensi sangat tinggi untuk mati banyak, atau berpotensi menjadi merah, bahkan lebih merah dari zona merah sebelumnya.

Pesan waspada extra, sosial distance, mengurung diri dalam rumah, adalah upaya-upaya real yang wajib ditindak “jika melawan.

Itu merupakan bentuk pertolongan dalam menekan berbagai potensi buruk, wabah masif Covid-19 pencabut nyawa manusia.

Hilir mudik lalu lintas : Laut, Darat, Udara dengan grafik dan ritme yang belum di-tata secara lebih terukur, itu juga bukan tidak mungkin akan berisikan potensi-potensi wabah datang melalui Transportasi Hidup untuk Kematian.

Langkah sigap mengatur ritme lalu lintas darat, laut dan udara adalah kebutuhan yang sekiranya dapat ditempuh sebagai upaya kebijakan umum, jika pun tidak, maka bisa menjadi kebijakan khusus lokal di tengah wabah ganas yang telah terbukti menyapu ribuan nyawa manusia dalam tempo waktu yang begitu singkat*). GOD BLESS

Catatan Pojok Bung Red