TSK Mantan Kades, Oknum Anggota DPRD Ngada, Terancam Dijemput Paksa

LN Focus Indonesia News – Tersangka Mantan Kepala Desa Wawowae, yang diketahui sebagai Anggota DPRD Ngada aktif, terancam dilakukan penjemputan paksa oleh Regu Reskrim Polres Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Rangkuman redaksi media ini (4/3), Reskrim Polres Ngada sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Tersangka mantan Kepala Desa tersebut yang berinisial FPW.

Sebelumnya oknum mangkir dari panggilan dengan alasan mengurus keluarga sakit dan sedang berada di luar daerah.

Selain FPW, Polres Ngada juga memastikan terhadap perkara yang sama juga menyeret Sekretaris dan Bendahara Desa Wawowae.

“Perkara Korupsi Dana Desa Wawowae sudah sempat kita pending penyerahan BB dan Tersangka. Nanti setelah Tim pulang dari Kota Kupang, kita kirimkan lagi Surat Panggilan Kedua, dan apabila tidak datang atau mangkir dari panggilan, kita kirim lagi surat panggilan ketiga dan langsung dengan Penjemputan Paksa,” ungkap Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Anggoro C Wibowo, S.I.K, didampingi Kanit Tipikor Polres Ngada Ipda Anselmus Leza kepada para media di Kota Bajawa.

Baca berita terkait : https://larantuka.com/2020/03/perkara-korupsi-dana-desa-satu-anggota-dprd-ngada-terancam-masuk/

Polres Ngada memastikan, jika panggilan Penyidik tidak diindahkan, oknum FPW yang merupakan Anggota DPRD Ngada itu terancam dijemput paksa.

Diuraikan sebelumnya, oknum FPW sudah ditetapkan status Tersangka dalam perkara dugaan Korupsi Dana Desa Wawowae, tahun 2015-2017, dengan nilai kerugian uang Negara mencapai Rp.400 juta lebih.

Kepada para media di Kota Bajawa (Flores) NTT, Polres Ngada melalui Reskrim, memastikan Berkas Perkara beserta Alat Bukti perbuatan oknum dinayatakan sudah lengkap dan telah dinyatakan P-21 oleh Kejaksaan Negeri Bajawa sejak tanggal 26 Februari 2020.

Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Anggoro C Wibowo, S.I.K, didampingi Kanit Tipikor Polres Ngada Ipda Anselmus Leza kepada para media memastikan Perkara Korupsi Dana Desa Wawowae telah dinyatakan lengkap atau sudah P-21 Kejaksaan.

Sesuai agenda, seharusnya pada Hari Selasa Tanggal 3 Maret 2020 Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bajawa, tetapi Tersangka mantan Kades Wawowae beralasan ada urusan keluarga sakit dan tidak sedang berada dalam daerah, maka belum dilaksanakan Penyerahan Tersangka dan BB.

Terhadap alasan ini, tandas Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Anggoro C Wibowo, S.I.K, didampingi Kanit Tipikor Polres Ngada Ipda Anselmus Leza, Polres Ngada sudah melayangkan Surat Panggilan kepada yang bersangkutan, namun tidak datang.

Baca juga : https://larantuka.com/2020/03/polres-ngada-korupsi-dana-desa-terciduk-mantan-kades-sekretaris-bendahara/

“Kami berharap Tersangka bersikap kooperatif memenuhi Panggilan Penyidik untuk dapat berjalannya proses perkara ini”, tegas Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Anggoro C Wibowo, S.I.K, didampingi Kanit Tipikor Polres Ngada Ipda Anselmus Leza.

Jika nanti Panggilan Kedua dan Panggilan Ketiga tidak diindahkan, Polres Ngada pastikan akan langsung berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Bajawa dan dilakukan Panggilan Paksa. (Tim/Red)