TSK Korupsi Dana Desa Wawowae Ngada Rugikan Negara Mencapai Rp.400jt

LN Focus Indonesia News │Mantan Kepala Desa Wawowae Kabupaten Ngada, Flores, NTT, yang diketahui sudah menjadi Anggota DPRD Ngada, berinisial FPW dan sudah resmi berstatus Tersangka, terjerat Perbuatan Korupsi Dana Desa Wawowae Kecamatan Bajawa, ketika menjabat sebagai Kepala Desa setempat, dengan besaran nilai kerugian negara mencapai sekitar Rp.400.000.000 (Empat Ratus-an Juta Rupiah), Dana Desa Tahun Anggaran 2015-2017.  

Rangkuman Pers, atas perbuatan itu, dan setelah terpenuhinya minimal Dua Alat BUKTI Sah, Penyidik menetapkan mantan Kades Wawowae bersama Bendahara Desa dan Sekretaris Desa menjadi Tersangka Perkara Korupsi Dana Desa.

Penyidik Polres Ngada dengan pemenuhan petunjuk-petunjuk Kejaksaan Negeri Bajawa telah mengumumkan P21 Perkara Korupsi Dana Desa Wawowae Ngada. Selanjutnya dalam proses penanganan perkara, Oknum TSK mantan Kades mangkir saat Penyerahan Barang Bukti dan Tersangka kepada Kejaksaan Negeri Bajawa. Hingga berita ini kembali diturunkan, Pers belum menerima rilis konfirmasi pihak Penegak Hukum di Bajawa terkait langkah-langkah penegakan hukum atas tindakan mangkir panggilan.

Sebelumnya dikabarkan, Polres Ngada melalui Kasat Reskrim Iptu. Anggoro C. Wibowo saat Penyerahan BB bersama 3 orang TSK Kasus Korupsi Dana Desa Ngoranale Ngada mengungkapkan seharusnya ada 6 (Enam) Tersangka diserahkan pada saat itu, namun 3 (tiga) TSK lainnya masih berhalangan. Disebutkan TSK mantan Kades Wawowae Ngada berasalan masih di luar daerah mengurus anggota keluarga sakit.

Lebih lanjut, Polres Ngada melalui Kasat Reskrim Iptu Anggoro C Wibowo mengungkapkan bahwa setelah Tim pulang dari Kota Kupang baru dilakukan Surat Pemanggilan Kedua, jika tidak diindahkan maka dikeluarkan Surat Panggilan Ketiga dengan upaya Penjemputan Paksa.

Konfirmasi Redaksi media ini kepada pihak Kejaksaan Negeri Bajawa (13/3), belum dijawab perkembangan lanjutan Penyerahan TSK dalam perkara ini. Sementara konfirmasi awak media lainnya kepada Kareskrim Polres Ngada, disebutkan bahwa perkara sudah menjadi kewenangan Kejaksaan Negeri Bajawa. Awak media lalu kembali mengkonfirmasi pihak Kejaksaan setempat dan dijawab bahwa masih dalam kewenangan Polres Ngada.

Dikabarkan sebelumnya, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) (14/3), Petrus Selestinusa, SH kembali memberikan perhatian atas fenomena TSK mantan Kades Wawowae di Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur mangkir panggilan saat Penyerahan TSK dan BB oleh Kepolisian kepada Kejaksaan setempat, selanjutnya belum diketahui perkembangan proses perkara hukum termasuk agenda pemanggilan paksa oleh Penyidikan setempat.

Melalui Rilis (14/3) Tim Pembela Demokrasi Indonesia menyebut KPK patut memonitor penindakan hukum atas Keuangan Negara Dana Desa dalam perkara ini, yang mana sudah terang benderang berstatus Tersangka namun masih berjalan di tempat.

Diketahui oknum TSK saat ini adalah Anggota DPRD Ngada aktif, sebelumnya oknum adalah Kepala Desa Wawowea Ngada dan berdasarkan Dua Alat Bukti Sah, Penyidik Polres sudah menyatakan P21 Perkara.

Diberitakan sebelumnya, 6 (Enam) dinyatakan Tersangka dalam P21 Perkara Dana Desa Kabupaten Ngada, Flores. Enam orang tersebut, menurut Polres Ngada melalui Kasat Reskrim Iptu Anggoro C Wibowo.

Diberitakan, nilai kerugikan Negara Kasus Korupsi Dana Desa Ngoranale Ngada mencapai Rp. 328 juta lebih. Tiga Pelaku, masing-masing Mantan Kades Ngoranale, Theobaldus Keo (42), Sekdes Albertus Bawa Lusi (46) dan Sisilia Ina (44) selaku Bendahara, sudah diserahkan kepada Kejari Ngada, dengan status Tersangka, ditahan dan diproses lanjut guna mempertanggungjawabkan perbuatan.

Sementara untuk Desa Wawowae Ngada, disebutkan kerugian negara mencapai Rp. 400 Juta (Empat Ratus-an Juta Rupiah). Tiga orang Tersangka atau TSK masih berkeliaran bebas, belum dtahan.

Sebelumnya Polres Ngada menguraikan Penyerahan Barang Bukti (BB) dan Tersangka seharusnya 6 (Enam) Orang, termasuk mantan Kades Wawowae Ngada.

Diumumkan 3 (Tiga) orang  TSK belum penuhi panggilan untuk Penyerahan TSK dan Barang Bukti (BB), yakni mantan Kades Wawowae Ngada, Bendahara dan Sekdes setempat.

Mangkir dari panggilan, diberitakan mantan Kepala Desa Wawowae Ngada yang juga diketahui sebagai Anggota DPRD Ngada aktif berinisial FPW, beralasan merawat keluarga sakit di luar daerah sehingga tidak hadir. │Tim │Red