Puluhan Milyar APBD Cegah Corona Potensial Bablas Jika Terbuka Lalu Lintas

Catatan Pojok Bung Red

Wabah masif Covid-19 Coronavirus yang telah merenggut puluhan ribu jiwa penghuni Planet Bumi sejak pertama kali mengguncang Wuhan, China, lalu merambah ratusan negara lain pada tahun 2020, telah memastikan kondisi planet bumi tengah dalam siklus super ekstreem dalam ratusan tahun terakhir.  

Negara-negara Eropa dengan kemajuan Iptek serta daya dukung sarana prasarana medis, mengalami kewalahan total usai ribuan warga mereka terjangkit, meninggal dunia, dan terus merambah dari satu titik wilayah ke wilayah lain secara sangat masif dalam tempo singkat.

Indonesia melalui rilis terbuka BNPB Nasional tanggal 27 Maret 2020, mengumumkan laporan perkembangan jumlah pasien positif Covid-19 Coronavirus di Indonesia meningkat dari 790 kasus Covid-19 ke 893 Kasus.

Data update Indonesia per tanggal 27 Maret 2020, Positif Covid-19 : 893 orang, Sembuh : 35, orang, Meninggal dunia : 78 orang.

Ini bukan matematik biasa dan bukan pula sekedar bilangan pelengkap, sebab begitu masifnya Covid-19 Coronavirus.

Wabah ini sangat efektif menyapu bersih siapa saja, negara mana saja di dunia ini, jika tidak sigap dan tidak masif mengambil langkah-langkah tegas “tindak tangkal, waspada extra dan pelarangan warga masyarakat stop berkerumun, dan lain-lain.

Sejumlah Daerah Gelontorkan Milyaran Rupiah

Pertama, Salah satu upaya real Pemerintah dalam menangani wabah Covid-19 yang super darurat, adalah mengambil langkah reaksi cepat melalui berbagai tindakan, termasuk dengan menganggarkan dana untuk penananganan multi aspek kebutuhan pembelanjaan waspada ekstra.

Kedua, Dalam kondisi darurat bangsa, langkah tersebut (lihat poin pertama) merupakan salah satu tindakan wajib yang harus ditempuh.

Namun, patut diperingati sejak dini, bahwa penggunaan anggaran negara harus dipastikan dengan paketan system tangkal korupsi agar seluruh kekuatan negara melalui anggaran yang begitu besar, betul-betul dijabarkan dan atau ter-distribusi, tepat sasaran dan yang paling penting adalah tidak ter-korupsi proses penggunaannya di tengah jalan.

Ketiga, Sejumlah daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten dan Kota, telah mewacanakan segera akan mendistribusikan anggaran belanja darurat dan waspada Covid-19, namun jika itu tidak dibarengi dengan berbagai langkah taktis berani, berupa kebijakan-kebijakan masif seperti menutup sementara sirkulasi lalu lintas jalur : Laut, Darat dan Udara, maka bukan tidak mungkin, efektifitas puluhan milyaran dana itu, tidak cukup potensial untuk menangkal laju sebaran Covid-19 Coronavirus.

Sebelumnya, Catatan redaksi media ini menurunkan “Zona Hijau adalah wilayah Terpotensial ditulari Covid-19 Coronavirus.

Baca ini : https://larantuka.com/2020/03/zona-hijau-covid-19-corona-sebagai-zona-terpotensial-tertular/

Sudah waktunya, wabah Virus yang masif wajib di-seimbangkan dengan Pola Kebijakan maupun Terobosan yang Masif pula !!!!!   

 Lebih dari itu, Penegasan Kapolri terkait upaya tangkal dan upaya tindak, sepatutnya di-dukung penuh oleh segenap bangsa Indonesia demi misi penyelamatan besar seluruh warga negara Indonesia tercinta.

Kepolisian Republik Indonesia melalui seruan Kapolri Jenderal Polisi DRS. Idham Azas, M.SI telah mengeluarkan himbauan tegas Penindakan berupa Ancaman Pidana bagi yang berkerumun, Pasal 14 Ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984, Menghalangi Pelaksanaan Penanggulangan Wabah, diancam Pidana Penjara 1 Tahun.

Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan atau menghalang-halangi Penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan hingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat, Dipidana Penjara 1 Tahun dan atau Denda paling banyak Rp.100.000.000*

Catatan Pojok Bung Red #SALAM INDONESIA KUAT#