Polres Ngada : Korupsi Dana Desa, Terciduk Mantan Kades, Sekretaris, Bendahara

“Diduga Kerugian Negara mencapai Rp. 328 juta lebih. Tiga Pelaku, masing-masing Mantan Kades Ngoranale, Theobaldus Keo (42), Sekdes Albertus Bawa Lusi (46) dan Sisilia Ina (44) selaku Bendahara, diseerahkan kepada Kejari Ngada dengan status Tersangka. Dikutip redaksi berita, pasalnya penyerahan Barang Bukti (BB) dan Tersangka seharusnya 6 Orang yakni 3 TSK berasal dari Desa Ngoranale, 3 lainnya berasal dari Desa Wawowae, namun mantan Kepala Desa Wawowae berinisial FPW yang saat ini sebagai Anggota DPRD Ngada terpilih, beralasan sakit di luar daerah dan tidak hadir”.

LN Focus Indonesia News – Polres Ngada kepemimpinan Kapolres AKBP Andhika Bayu Adhittama S.I.K., M.H kembali mengungkap dugaan korupsi Dana Desa di Kabupaten Ngada, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dirangkum redaksi media ini (3/3), Satuan Reserse dan Kriminal Polres Ngada menyerahkan Tiga Tersangka beserta Barang Bukti, untuk tahab II, ke Jaksa Penuntut Umum kepada Kejaksaan Negeri Bajawa, bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Ngada, Pulau Flores, NTT.

Kali ini Polres Ngada menyingkap Tindak Korupsi Dana Desa Ngoranale untuk tahun anggaran 2015-2017 kepemimpinan Kepala Desa, Theobaldus Keo (42).

Liputan para media di Kota Bajawa, gelar serah Tersangka dan Barang Bukti dilakukan oleh Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Anggoro C Wibowo, S.I.K, didampingi langsung oleh Kanit. Tipikor Polres Ngada, Ipda Anselmus Leza bersama Anggota Tipikor, Brigpol Iksan Sofiansyah dan Brigpol Stefanus J. Sandri Rea.

Data kerugian negara dalam pokok perkara ini, urai Polres Ngada, mencapai Rp. 328 juta lebih.

Atas perkara ini, tiga orang telah ditetapkan sebagai Tersangka, masing-masing mantan Kades Ngoranale, Theobaldus Keo (42), Sekdes Albertus Bawa Lusi (46) dan Sisilia Ina (44) bendahara.

Dikutip redaksi berita, pasalnya penyerahan Barang Bukti (BB) dan Tersangka berjumlah sebanyak  Orang yakni 3 TSK berasal dari Desa Ngoranale, 3 lainnya berasal dari Desa Wawowae, namun mantan Kepala Desa Wawowae berinisial FPW yang saat ini sebagai Anggota DPRD Ngada terpilih, beralasan sakit di luar daerah dan tidak hadir.

Menurut Kejari Ngada, melalui Kasi Intel. Andy Triwantoro perbuatan para Tersangka dikenai tindak Pidana Korupsi sesuai pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999, sebagaimana di ubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 Jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Ditegaksan Ancaman yang dikenai bagi Tiga Tersangka adalah Hukumanya Mnimal 4 Tahun Penjara, maksimal 20 Tahun.

Usai penyerahan tahab II kepada Kejari, ketiga Tersangka langsung diberangkatkan ke Kupang guna menjalani proses hukum lebih lanjut. (Tim/Red)