PGK NTT Tuntut Polda Copot Oknum Polisi Pengeroyok AM Di Belu

LN Focus Indonesia News – Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Nusa Tenggara Timur melalui rilis media diterima redaksi berita (3/3) mendesak Kepolsian Daerah NTT memproses hukum dan melakukan pencobotan terhadap oknum Anggota Polisi yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap AM di Belu.

Rilis Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Nusa Tenggara Timur (PGK) menguraikan, pengeroyokan terhadap Alosius Mau (41) terjadi di Kampung Bugis, Kelurahan Berdao, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu pada Minggu tanggal 1 Maret 2020, sekitar pukul 02.30 dini hari.

Rilis PGK disampaikan oleh Ketua PGK NTT, Igo Halimaking di Kota Kupang, Selasa, (03/03), siang.

Menurut dia, kasus pengeroyokan itu terjadi disaat para Anggota Sheba 40 sedang menggelar acara Ulang Tahun Sheba 40 di Kampung Jati.

PGK NTT menyatakan sikap kecewa tindakan represif oknum Anggota Polisi terhadap korban Aloisius Mau (AM) dalam kejadian ini.

“Mestinya, polisi menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, bukan menjadi penindas masyarakat,” tutur Igo.

Mantan Ketua AMMAPAI Kupang itu mendesak POLDA NTT untuk mengambil alih kasus itu. Pasalnya, Polres Belu tampak tidak serius dan lamban dalam menangani kasus tersebut. Oleh karena itu, kata dia, pihak keluarga korban harus segera melaporkan kasus tersebut ke POLDA NTT.

“Apabila terbukti, oknum polisi tersebut harus diproses hukum melalui sidang etik dan pidana murni,” demikian kata mantan aktivis PMKRI Cabang Kupang, itu. Ia juga mengharapkan agar Kapolda NTT, Irjen Pol. Hamidin, Komnas HAM, Kapolri, Kompolnas, LBH, dan aktivis kemanusiaan, dan Kelompok Cipayung di NTT untuk memberikan atensi khusus atas peristiwa tersebut,” tandasnya.

Adapun kronologi kasus seperti dilansir Flobamora-new.com, kejadiannya bermula saat Alosius berjalan menggunakan kendaraan bermotor (roda dua) melintas di tempat acara sekitar pukul 01.30 Wita. Saat itu, tuan rumah pesta, Yasin mengajak Alosius untuk masuk ke tempat acara.

Di tempat pesta itu, ada banyak minuman keras. Yasin pun mengajak Alosius duduk di dekat opereter dan memberikannya sebotol arak. Saat itu, Alo diajak beberapa anggota untuk bergoyang dan berdansa bersama. Tak lama kemudian, salah seorang Anggota Polisi bernama Rodrik bersama salah seorang temannya mengajak Alosius berjalan keluar sembari merangkul Alosius.

Mereka berjalan menuju seberang jalan. Di luar pesta pun terdapat banyak anggota polisi yang sedang berdiri santai. Sesampai di sana, tiba-tiba Rodrik langsung memukul Alosius di bagian dada. Masih bingung dengan keadaan itu, salah seorang anggota polisi yang ikut bersama mereka pun memukul Alosius pada bagian pelipis sebelah kanan. Alosius pun langsung terjatuh. Saat terjatuh, Alosius langsung diserang secara membabi buta oleh oknum-oknum polisi yang sedang berdiri di luar pesta.

Alosius pun diseret oleh Rodrik bersama beberapa orang di lokasi kejadian. Alosius pun akhirnya berusaha semampu mungkin untuk melarikan diri. Alosius pun berlari tanpa lagi memikirkan motor yang dikendarai sebelumnya. Saat dirinya berlari, dia masih sempat dikejar oleh Rodrik bersama teman-temannya. Rilis / Penulis: Emanuel Boli // (Tim/Red)