PDP Meninggal Di RSUD Labuan Bajo, Dihimbau Jangan Keburu Beropini

LN Focus Indonesia News │Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai, Flores melalui Kepala Dinas Kesehatan setempat, dr. Yulianus Weng, M.Kes memberikan penegasan data seorang pasien dalam pengawasan yang dikabarkan meninggal dunia usai dirujuk ke Rumah Sakit Labuan Bajo, diharapkan jangan keburu beropini.

“Diagnosis pasien itu meningoenchepalitis dan PDP COVID-19”, tandas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ruteng, dr. Yulianus Weng, M.Kes (25/3/2020). 

Diuraikannya, catatan penting terkait pasien dalam pengawas (PDP) yang diduga Covid-19 Coronavirus dan telah dikabarkan meninggal dunia, itu wajib menunggu hasil uji akurasi laboratorium sesuai standart prosedur baku.

“Penderita yang dikabarkan PDP dirujuk ke Labuan Bajo, itu datangnya dari Surabaya. Dari penggalian informasi yang kami dapatkan, di Surabaya dia sudah sakit. Sakit kepala, mual-mual, muntah, lalu sudah dua kali dia berobat ke rumah sakit di Surabaya. Dia asal nya dari Manggarai Barat. Tanggal 18 Maret 2020 dia pulang ke Flores dan tiba di Ruteng tetapi tidak langsung kembali ke kampung asalnya di Manggarai Barat. Dia singgah atau mampir di rumah keluarga nya di Ruteng selama empat hari. Selama empat hari di rumah keluarga nya, dia sudah timbul sakit panas, pusing, cara berbicara atau komunikasi nya pun sudah tidak jelas, lalu kemarin pagi oleh pihak keluarga dibawa ke rumah sakit dr Ben Mboi Ruteng”, urai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Flores, Provinsi NTT, dr. Yulianus Weng, M.Kes.

Diterangkan, usai dilakukan chek medis di Rumah Sakit dr Ben Mboi Manggarai, secara klinis ditemukan tanda-tanda seperti kaku kuduk dan pasiennya sudah tidak sadarkan diri. Lalu pihak rumah sakit mendiagnosa pasien sesuai standart diagnosa medis, dan karena rute perjalanan pasien berasal dari wilayah terpapar, kemudian ada flu, juga sesak nafas, maka dinyatakan PDP, atau Pasien Dalam Pengawasan.

Selanjutnya PDP dirujuk ke Rumah Sakit Komodo di Labuan Bajo pada malam harinya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Flores mengikuti kabar media dini hari, bahwa pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit Komodo tersebut, telah meninggal dunia, sekitar pukul 5.30 dini hari WITA, tanggal 25 Maret 2020.

Terkait keluarga tempat inap pasien di Ruteng, dr. Yulianus Weng, M.Kes memastikan pihak keluarga dan juga rumah tinggal yang sempat ditempati pasien, sudah didatangi oleh Tim Medis Manggarai, dan sudah ditempuh berbagai langkah prosedur medis terkait upaya preventif atas wabah masif Covid-19 Coronavirus.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai, dr. Yulianus Weng, M.Kes, menambahkan bahwa status pasien PDP yang telah dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Komodo Labuan Bajo, pihaknya tidak memastikan apakah positif, sebab penentuan positif Covid-19 Coronavirus, harus dilakukan oleh ahli pada bidangnya dan wajib memenuhi akurasi labor medis.

Maka, lanjut dia, seluruh warga masyarakat dihimbau menunggu pengumuman hasil uji akurasi laboratorium yang tentunya berproses, atau sebagaimana prosedur baku dalam menyatakan PDP positif meninggal karena Covid-19 Coronavirus atau akibat penyebab lainnya.

Tim│Red