Heboh Tanggalkan Baju Demokrat, Bacabup Ngada Wilfridus Rilis Sikap

LN Focus Indonesia News – Rapat Kerja Cabang atau Rakercab Partai Demokrat Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur yang diselenggarakan di Kota Bajawa (7/3/2020), dihebohkan dengan aksi tanggal baju seragam Partai Demokrat yang dipakai oleh Bacalon Bupati Ngada, Wilfidus Muga, lalu tiba-tiba menanggalkan Jas Biru Partai Demokrat yang sedang dikenakannya, disaksikan segenap pihak yang hadir mengikuti acara Rakercab Partai Demokrat Kabupaten Ngada, di Pulau Flores.

Sebelumnya diberitakan media ini, Dua Bakal Pasangan Calon dari Jalur Perseorangan menuju Pemilukada Ngada Tahun 2020, masing-masing Bapaslon DOA : Dorothea Dhone – Arnoldus Keli Nani, berikutnya Bapaslon FIRMAN : Wilfridus Muga – Herman Say, dipastikan telah lolos tahaban uji administrasi dukungan KTP dan memasuki fase persiapan-persiapan uji faktual atas dukungan KTP Bapaslon yang maju melalui Jalur Perseorangan atau Independen.

Aksi buka baju Partai Demokrat oleh Bacabup Wilfridus Muga diikuti keputusannya meninggalkan acara Rakercab yang tengah berlangsung.

Hal ini memantik berbagai opini masyarakat serta warga netizen daerah. Sejumlah dugaan lepas tidak terelakan, di signalir aksi menanggalkan baju Partai Demokrat merupakan ekspresi kekecewaan Bacalonbup Wilfridus Muga atas sikap Partai Demokrat yang tidak memberikan dukungan kepadanya menuju Pemilukada Ngada Tahun 2020.

Diketahui, Wilfridus Muga adalah Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Ngada yang juga memberikan kontribusi besar bagi Partai Demokrat Ngada hingga berhasil mencetak perolehan Dua Kursi Wakil Rakyat duduk di Lembaga DPRD Ngada melalui Pemilu Legislative Daerah, Tahun 2019.

Menjawab aksi buka baju atau keputusan menanggalkan baju Partai Demokrat di hadapan Forum Rakercab, Wilfridus Muga yang dikenal dengan sebutan Bapaslon FIRMAN, melalui Juru Bicara sekaligus ujung tombak pemenangan Paket FIRMAN, Jerremy Imanuel langsung merilis keterangan Pers terbuka kepada para media di daerah (7/3/2020), sebagaimana diterima juga redaksi media ini, pukul 20.00 WITA.

Berikut rilis keterangan Bacabup Wilfridus Muga atas kejadian buka baju Partai Demokrat, diungkap Jerremy Imanuel.

“Jadi begini, yang benar adalah tujuan kedatangan Wilfridus Muga pada acara tersebut adalah guna menghormati proses demokrasi yang selama ini terjadi di dalam Partai Politik. Kehadirannya di Rakercab Partai Demokrat adalah sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Ngada. Maka, menjawab undangan itu, Wilfridus Muga melihat ini adalah momen atau kesempatan yang tepat untuk melepaskan semua atribut Partai Politik yang masih melekat. Dan itu lah bentuk keteladanan serta wujud Pendidikan Politik yang baik. Bahwa, dengan itu ditegaskan jika memilih bertarung pada Pemilukada menggunakan sarana Partai Politik, ya ayo kita melalui jalur Partai Politik. Sebaliknya, ketika memilih jalur Perseorangan, maka pilihan harus dibuat secara terbuka, yakni tanggalkan secara terang benderang seluruh atribut partai Politik yang melekat. Dan Wilfridus Muga maju bertarung pada Pemilukada Ngada hanya melalui jalur Perseorangan. Itu final. Itu lah pesan sesungguhnya dari kejadian Rakercab Demokrat Ngada ”, urai Juru Bicara Paket FIRMAN, Jerremy Imanuel.

Ditambahkannya, soal kesempatan untuk memaparkan visi dan misi dalam Rakercab, itu bukan lah tempat yang tepat bagi paket-paket Perseorangan, diantaranya Paket FIRMAN : Wilfridus Muga – Herman Say.

Sebab, kata Jerremy, Wilfridus Muga adalah Bakal Calon Bupati dari Jalur Perseorangan. Bukan baru mau ingin calon, tetapi dalam proses Bakal Calon Sah, yang tengah melalui proses jalur Perseorangan.

Menurut Jerremy, semua warga Ngada dan warga Indonesia mengetahui pasti, bahwa yang bernama Paket FIRMAN maupun Paket DOA, dalam catatan Pemilukada Ngada Tahun 2020, adalah Bapaslon Perseorangan yang secara sah maju dalam aturan main baku, menuju Pemilukada Ngada dari jalur Perseorangan dan tersisah satu fase lagi yakni Verifikasi Faktual dukungan KTP.

Maka, sambung dia, sangat tidak masuk akal jika Rakercab itu harus diikuti sampai habis oleh Bapaslon Perseorangan, dalam hal ini Paket FIRMAN. Jadi, bertepatan dengan Jabatan Wilfridus Muga di Partai Demokrat Ngada adalah selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Ngada, maka itulah momen yang baik untuk secara terbuka melepaskan seluruh atribut Partai Politik, sebab langkah menuju Pemilukada sudah final melalui jalur Perseorangan.

Jika para kader lain tetap berada mengikuti Rakercab hingga tuntas, kata Jerremy, sesungguhnya itu dalam rangka usaha atau upaya untuk maju ke perhelatan Pemilukada Ngada 2020 melalui jalur Partai Politik, maka sangat wajar jika mereka bertahan di tempat itu, lalu akirnya mereka memaparkan visi misi di hadapan forum Rakercab. Sebab, itu memang tempatnnya bagi mereka yang tidak mau maju dari jalur Perseorangan dengan menggunakan dukungan langsung KTP dari Masyarakat Ngada, maka itu lah tempatnya mereka untuk berjuang memperebut SK dan lain-lain guna mengikuti Pemilukada, atau dengan kata lain maju melalui kuda kendaraan politik bernama Partai Politik.

Sementara, Wilfridus adalah Bakal Calon Perseorangan yang tengah menyambut tahaban Verifikasi Faktual atas dukungan KTP, maka tidak pada tempatnya untuk berlama-lama di forum Rakercab Demokrat Ngada, apalagi mau diduga duga Rakercab itu untuk mendapat dukungan Parpol bagi Wilfridus atau bagi Bapaslon FIRMAN”, urai juru bicara FIRMAN, Jerremy Imanuel .

Pantauan crew media ini, Rakercab Partai Demokrat Ngada, sejumlah kader yang digadang-gadang bakal maju pada pentas Pemilukada Ngada Tahun 2020 nampak hadir memenuhi undangan, diantaranya Christoforus Loko, Emanuel Dopo, Raimundus Bena, Gregorius Upi dan Yohanes Tay Ruba.

Sebagaimana susunan acara dan agenda Rakercab, para kader diberi kesempatan oleh Partai Demokrat Kabupaten Ngada untuk memaparkan visi dan misi mereka di hadapan forum. (Tim/Red)