Cegah ASF, Pemda Ngada Monitoring Pintu Masuk Bandara Turelelo

LN Focus Indonesia News – Pencegahan Penyebaran Penyakit African Swine Fever atau ASF, Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sejumlah titik, termasuk melakukan monitoring dengan menurunkan Tim Gabungan memeriksa langsung setiap pintu masuk dan pintu keluar daerah, dalam wilayah Kabupaten Ngada, di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca juga berita terkait : https://larantuka.com/2020/02/virus-asf-ternak-babi-kadis-peternakan-ngada-cegat-mulai-pintu-masuk/

Sebelumnya diberitakan,  Dinas Peternakan Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur bersama jajaran, para Dokter Hewan dibantu regu Polres Ngada melakukan sidak dan cegat langsung lapangan pada sejumlah pintu masuk dan pintu keluar wilayah Kabupaten Ngada, Flores (21/02/2020).

Demam Babi Afrika atau dalam bahasa Inggris African Swine Fever, disingkat ASF adalah penyakit menular pada babi yang disebabkan oleh virus African Swine Fever. Sejumlah referensi menyebutkan virus ini dapat menginfeksi anggota famili suidae, baik babi yang diternakkan maupun babi liar. Penyakit ASF dapat menyebar dengan cepat dengan tingkat kematian yang cukup tinggi, sehingga dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar.  

Menjawab konfirmasi Redaksi media ini (5/3), Kadis Peternakan Ngada, Drh. A.M. Felisitas Kila mengungkapkan Tim Gabungan emerintah Daerah Kabupaten Ngada, melibatkan Polri dan sejumlah stake holders, yang intens melakukan langkah pencegahan penularan virus African Swine Fever melalui gelar sosialisasi terjadwal serta pemeriksaan pada setiap pintu masuk, baik jalur laut, darat maupun jalur penerbangan melalui Bandara Turelelo Soa.

Pemeriksaan pada setiap pintu masuk, tambah Drh. A.M. Felisitas Kila, terlebih dahulu dengan melakukan koordinasi lintas sektor, izin monitoring dan pemeriksaan dalam payung regulasi dan kerjasama lintas tupoksi.

Di Bandara Turelelo So’a Ngada, lanjut dia, mulai digelar tanggal 5 Maret 2020, berpaketan dengan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat wilayah setempat oleh tim Gabungan dari Kabupaten, melibatkan Polri, pihak Kecamatan, koordinasi lintas dengan pihak Bandara serta beberapa lintas sektor lainnya di tingkat terbawah.

“Semua upaya terbaik kita lakukan sesuai harapan, guna mencegah virus African Swine Fever. Hari ini monitoring pintu masuk dan pintu keluar Bandara Turelelo So’a dengan terlebih dahulu melalui izin dan koordinasi para pihak terkait, dalam rangka memberikan perlindungan terhadap ancaman penyebaran kesehatan ternak di wilayah Ngada. Semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Kita akan terus mengawasi dan bertindak cepat terhadap potensi penularan virus African Swine Fever yang apabila dibiarkan dan terjadi, maka berpotensi menghabisi hewan ternak babi di wilayah Ngada”, tegas Drh. A.M. Felisitas Kila.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ngada, Drh. A.M. Felisitas Kila mengungkapkan, hasil-hasil monitoring pada pintu masuk Bandara Turelelo So’a diantaranya melakukan periksa produk daging babi yang dibawa oleh penumpang dalam kemasan daging se’i, kemasan dendeng dan lain-lain. Hasil data lapangan akan kembali dikabarkan kepada khalayak.

Saat berita ini diturunkan, petugas gabungan baru selesai melakukan sosialisasi waspada African Swine Fever serta pendataan hasil-hasil monitoring langsung di pintu masuk Bandar Udara setempat. (Tim/Red)