Corona, Daerah-Daerah Tertinggal Tidak Perlu Mengunci Lalu Lintas Secara Terukur?

Catatan Pojok Bung Red

Ketika begitu banyak negara maju diliputi parade kewalahan menangani keganasan Covid-19 Coronavirus, bagaimana dengan daerah-daerah tertinggal, termasuk Flores misalnya, yang secara nyata dan jelas-jelas dililit begitu banyak ketertinggalan pada multi aspeknya.    

Rekam sejumlah diskusi onlie maupun suara netizen warga NTT, tidak sedikit warga Flores dan NTT mulai mendesak Pemerintah Daerah untuk segera mengambil langkah lebih berani dan tegas, menutup sementara secara terukur tiga jalur lalu lintas sentral yakni jalur laut, jalur darat maupun jalur udara.

Ragam tanggapan dan perhatian telah menghiasi kondisi daerah-daerah di tengah upaya antisipasi, cegah wabah Covid-19 Coronavirus.

Jika Indonesia telah menyatakan tidak lockdown, apakah metropolitan seperti DKI yang disuguhi theknologi tepat guna, padat tenaga medis profesional, banyak quota Dokter, tersedia laboratorium layak pakai, dekat akses dengan Pemerintah Pusah, itu dinyatakan sama dengan daerah-daerah tertinggal di Indonesia, seperti Flores atau NTT.

Ini yang semestinya tidak alpa dalam bingkai kajian kondisi real Indonesia.

Paling tidak, daerah-daerah tertinggal mendapat perhatian ekstra khusus dalam masalah ini.

Bila perlu boleh mendapatkan ruang untuk mengunci secara terukur jadwal lalu lintas darat, laut maupun udara dalam sementara waktu, sambil menata berbagai irama daerah mempersiapkan berbagai langkah dini atas wabah masif Covid-19 Coronavirus.

Pikiran seperti ini bisa saja mengundang pro kontra di tengah kebijakan tidak lockdown.

Namun bukan juga sebuah bencana ketika Indonesia sungguh menyadari berbagai kondisi nyata, keterbelakangan daerah-daerah tertentu yang secara kenegaraan pun tertulis bahwa Indonesia negara berkembang, memiliki deretan daerah yang masih terbelakang, daerah-daerah tertinggal dengan kompleksitas kehidupan nya di tengah wabah global Covid-19 Coronavirus.

Bangsa Indonesia menyepakati bahwa Indonesia tidak menerapkan lock down. Namun dalam kondisi demikian, Indonesia mencatat masih banyak daerah berada dalam kondisi penuh ketertinggalan banyak aspek, termasuk bidang Kesehatan.

Morat-marit kesiapan daerah-daerah dalam menghadapi wabah mematikan Covid-19 Coronavirus, yang terkesan mendadak dihiasi penuh keterbatasan, sekiranya menjadi salah satu bahan perhatian serius untuk mengatur ritme kebijakan dalam rumusan lokal waspada ekstra.

Penerbangan domestik perlu mendapat perhatian pembatasannya bagi daerah-daerah tertinggal, begitu juga jalur laut, maupun darat. Sebuah alternatif.

Keterbatasan multi aspek daya dukung dan atau ketertinggalan sarana prasarana medis, ketertinggalan standart laboratorium untuk dapat menangani Covid-19 Corona dan lain-lain, kekurangan tenag Dokter dan Tenaga Medis, itu menjadi riwayat buruk jika potensi berikutnya terjadi kondisi darurat di depan mata.

Melakukan teronosan penutupan akses secara terukur dan efektif untuk sementara waktu pada sektor lalu lintas keluar masuk ke dan dari daerah-daerah, juga merupakan langkah dan upaya tangkal, cegah ekstra.

Maka dengan adanya dugaan pembiaran demi pembiaran akses keluar dan akses pintu-pintu masuk dalam menekan potensi penyebaran Covid-19, bukan tidak mungkin kondisi berikutnya adalah kewalahan dan serba kesulitan menangani sebuah masalah.

Problematika daerah bisa menuju ke situasi semakin potensial masif dan ruwet lalu kewalahan.

Hari ini pun tingkat kesadaran waspada ekstra masyarakat, masih menjadi pekerjaan rumah serius untuk  terus didorong dari waktu ke waktu, agar tidak terlambat ketika semuanya sudah terjadi di depan mata.

Untuk Flores dan Lembata, seluruh Pemerintah Daerah yang ada di Pulau Flores dan Lembata harus bisa bersinergi dengan baik untuk saling dukung mendukung dalam mengambil mosi sikap preventif berupa pengambilan kebijakan progresif, terukur mengunci sementara zona lalu lintas dan skala kerumunan warga masyarakat, agar tidak berujung pada keterlambatan, berbuah kewalahan penanganan.

Ketika begitu banyak negara maju diliputi kewalahan menangani Covid-19 Coronavirus, bagaimana dengan Flores NTT yang secara nyata dan jelas-jelas masih dililit begitu banyak ketertinggalan multi aspek*.

Catatan Pojok Bung Red