Covid-19 Corona Dari 193 Negara Diakui PBB, Tersisah 41

Rangkuman Aktual  │ Global  │ Covid-19 Corona

“Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memiliki 193 negara anggota dan 2 negara pengamat (Vatikan dan Palestina). Angka 193 negara ini sering menjadi patokan jumlah negara di dunia. Tapi PBB tidak memiliki wewenang untuk mengakui Negara atau Pemerintahan”

Pemerintah China sedang melakukan penelusuran keberadaan Covid-19 virus Corona melalui pendalaman secara sangat teliti terhadap jejak Pasien pertama yang terinfeksi virus Corona penyebab Covid-19. Disebutkan kondisi (Covid-19) telah ada sejak 17 November 2019.

Pemerintah Tiongkok melaporkan pada World Health Organization bahwa kasus pertama yang dikonfirmasi dan telah menjalani diagnosis yakni pada tanggal 8 Desember 2019.

Jika dihitung dari masa waktu hingga Bulan Maret 2020, sedikitnya sudah mencapai 4 (bulan) lebih virus Corona tersebar secara acak dan tanpa control ke berbagai belahan dunia selain di China.

Dikutip pemberitaan South China Morning Post, Senin tanggal 16 Maret, para Ilmuwan di Tiongkok sudah memetakan pola penularan awal Covid-19 sejak situasi masih pandemi di Wuhan.

Dalam penelitian tersebut diumumkan, para Ilmuwan mencoba mempelajari bagaimana virus Corona menyebar dan menentukan bagaimana kasus yang tidak terdeteksi dan tidak tercatat memiliki kontribusi terhadap metode penularannya.

Melalui data yang diberikan secara terbatas, pemerintah China menyatakan seorang pria berusia 55 tahun asal Provinsi Hubei, kemungkinan menjadi orang pertama kali berkontak dengan virus Corona SARS-CoV-2, kejadiannya pada pada tanggal 17 November 2019.

Sejak itu jumlah kasus pesebaran per hari berkisar antara satu sampai lima kasus dan pada tanggal 15 Desember 2019, jumlah kasus terjadi kenaikan drastis mencapai 27 Pasien.

Pada awal kejadian, dituliskan, seorang Dokter yang memperingatkan rekan-rekannya justeru di-bungkam oleh otoritas setempat. Lebih lanjut, pihak berwenang baru mulai mengungkapkan adanya penularan antara manusia ke manusia yakni pada tanggal 21 Januari 2020.

Kecepatan penyebaran Covid-19 sangat progresif. Business Insider Singapore dalam sebuah publikasi di The Lancet, merilis bahwa pasien pertama yang di tes dan positif terpapar virus yakni pada tanggal 1 Desember 2019. Ini artinya hanya dalam hitungan minggu Covid-19 Corona sudah menyebar lintas negara.

Hingga saat ini masih terus dilakukan penelusuran dengan berbagai metode profesional guna mendapatkan kebenaran yang sangat valid terkait siapa pasien nol pertama yang terserang Covid-19 Corona. Apakah di Wuhan, sebab data ilmiah pun masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang bagaimana wabah dimulai dan bagaimana penyebaran awal,” rilis Dokter di Hong Kong’s Central Health Medical Practice, Sarah Borwein.

Sementara dilansir The Guardian, Proferor Emeritus dari Departemen Epidemiology University of Washington, Amerika Serikat, Jonathan Mayer mengatakan, setidaknya ada tiga perkiraan pada kasus yang terjadi pada bulan November Tahun 2019.

Menurut dia, kemungkinan kasus itu tidak terdeteksi pada saat itu, mereka terdeteksi namun tidak dikenali sebagai penyakit baru, atau mereka terdeteksi dan dikenal, tetapi tidak dilaporkan secara terbuka.

“Tanda dan gejala Covid-19 tidak spesifik dan bahkan sekarang tanpa tes konfirmasi, mudah untuk keliru dengan penyakit lain. Saya tidak memiliki cara untuk mengetahui mana dari kemungkinan-kemungkinan ini yang sebenarnya terjadi” kata Mayer.

Wabah Covid-19 virus Corona disebut sebagai Bencana Dunia. Covid-19 hanya membutuhkan waktu yang sangat kilat untuk menular dari satu orang kepada manusia lainnya dengan resiko kematian sangat tinggi.

Sebelumnya diumumkan secara global bahwa menghadapi wabah dunia Covid-19 virus Corona, Bank Dunia merilis komitmen real untuk menolong berbagai upaya yang dilakukan, dengan mengucurkan paket bantuan sebesar US$12 miliar atau setara Rp169,6 triliun bagi negara-negara berkembang yang berupaya menghentikan penyebaran virus corona baru alias Covid-19.

Paket darurat yang hendak digelontorkan mencakupi pinjaman berbiaya rendah, dana bantuan dan bantuan teknis.

Dikutip BBC, penegasan ini dikatakan oleh Presiden Grup Bank Dunia, David Malpass.

Bank Dunia memastikan bahwa kucuran dana ratusan triliun hanya sebuah upaya untuk membatasi penyebaran penyakit.

Paket bantuan ini dimaksudkan membantu negara-negara tertentu dalam memperbaiki respons layanan kesehatan publik terhadap krisis Covid-19, sekaligus bekerja sama dengan sektor swasta guna mengurangi dampak ekonomi.

Bank Dunia menyatakan akan memprioritaskan negara paling miskin dan paling rentan dalam menyalurkan bantuan untuk mengatasi dampak virus corona.

Setengah dari paket darurat ini berasal dari Korporasi Keuangan Internasional di Bank Dunia, yang bekerja sama dengan sektor swasta. Sekitar US$4 miliar dari US$12 miliar dialokasikan dari dana yang sebelumnya tersedia.

Sementara dari peta penyebaran Covid-19, Coronavirus COVID-19 Global Cases, John Hopkins CSSE, diketahui hingga Selasa tanggal 17 Maret 2020, jumlah pasien yang sembuh tercatat sebanyak 78.939 orang.

Peta global memastikan jumlah kasus virus corona di seluruh dunia sudah mencapai 181.562 kasus dengan korban meninggal sebanyak 7.138 orang.

Ini daftar 152 Negara di dunia yang sudah mengonfirmasi terinfeksi Covid-19

  1. China
  2. Italia
  3. Iran
  4. Spanyol
  5. Korea Selatan
  6. Jerman
  7. Perancis
  8. Amerika Serikat
  9. Swiss
  10. Inggris
  11. Norwegia
  12. Swedia
  13. Belgia
  14. Austria
  15. Denmark
  16. Jepang
  17. Malaysia
  18. Qatar
  19. Kanada
  20. Australia
  21. Portugal
  22. Yunani
  23. Ceko
  24. Finlandia
  25. Israel
  26. Slovenia
  27. Singapura
  28. Bahrain
  29. Estonia
  30. Brazil
  31. Islandia
  32. Polandia
  33. Irlandia
  34. Romania
  35. Chile
  36. Mesir
  37. Thailand
  38. Filipina
  39. Pakistan
  40. Indonesia
  41. Irak
  42. Kuwait
  43. India
  44. Saudi Arabia
  45. San Marino
  46. Lebanon
  47. Uni Emirat Arab
  48. Russia
  49. Peru
  50. Luxembourg
  51. Taiwan
  52. Slovakia
  53. Afrika Selatan
  54. Vietnam
  55. Kroasia
  56. Argentina
  57. Panama
  58. Serbia
  59. Brunei Darussalam
  60. Algeria
  61. Kolombia
  62. Meksiko
  63. Armenia
  64. Bulgaria
  65. Albania
  66. Hungary
  67. Ecuador
  68. Belarus
  69. Costa Rica
  70. Latvia
  71. Georgia
  72. Siprus
  73. Malta
  74. Morocco
  75. Sri Lanka
  76. Bosnia and Herzegovina
  77. Senegal
  78. Moldova
  79. Oman
  80. Afghanistan
  81. Tunisia
  82. Makedonia Utara
  83. Turki
  84. Lithuania
  85. Venezuela
  86. Jordania
  87. Burkina Faso
  88. Azerbaijan
  89. Martinique
  90. Maladewa
  91. Bolivia
  92. Republik Dominika
  93. Guyana Perancis
  94. Jamaika
  95. Kazakhstan
  96. Reunion
  97. Selandia Baru
  98. Uruguay
  99. Paraguay
  100. Kamboja
  101. Monaco
  102. Ukraina
  103. Ghana
  104. Uzbekistan
  105. Guadeloupe
  106. Honduras
  107. Ethiopia
  108. Rwanda
  109. Kamerun
  110. Cuba
  111. Liechtenstein
  112. Trinidad and Tobago
  113. Guyana
  114. Guam
  115. Kenya
  116. Puerto Rico
  117. Seychelles
  118. Aruba
  119. Guatemala
  120. Jersey
  121. Saint Lucia
  122. Andorra
  123. Nigeria
  124. Namibia
  125. Kosovo
  126. Congo (Kinshasa)
  127. Guinea
  128. Liberia
  129. Tanzania
  130. Gabon
  131. Greenland
  132. Congo (Brazzaville)
  133. Saint Vincent and the Grenadines
  134. Mongolia
  135. Somalia
  136. Benin
  137. Republic of the Congo
  138. Togo
  139. Central African Republic
  140. The Bahamas
  141. Guernsey
  142. Antigua and Barbuda
  143. Eswatini
  144. Bhutan
  145. Sudan
  146. Nepal
  147. Suriname
  148. Holy See
  149. Pantai Gading
  150. Mauritania
  151. Mayotte
  152. Equatorial Guinea

Indonesia Data terupdate, diberitakan media ini, Data tanggal 17 Maret 2020 adalah 172 Kasus.

Data kasus yang meninggal masih tetap yakni 5 (Lima) orang. Penambahan terbanyak adalah dari Provinsi DKI Jakarta, kemudian dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan juga dari Provinsi Kepulauan Riau. Secara Umum kondisi yang dirawat sudah membaik dan beberapa Pasien yang kemarin sudah kita laporkan lebih awal, sebanyak 9 orang dinyatakan sembuh dan bisa pulang”, ungkap Achmad Yurianto (17/3).

Sementara Negara tetangga Malaysia memutuskan melakukan lockdown selama dua pekan untuk menghentikan laju infeksi virus corona di negara tersebut.

Keputusan lockdown diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pada tanggal 16 Maret 2020 dan pemberlakuan lockdown efektif mulai tanggal 18 Maret 2020.

Jika berpatok pada data jumlah Negara yang sudah diakui (Pengakuan) oleh PBB, jumlah Negara di dunia adalah 193 Negara, maka hanya tersisah 41 Negara saja yang belum terkonfirmasi Covid-19 Virus Corona.***

Rangkuman Global  │ 17 Maret 2020