Catatan Untuk AGUPENA Flotim Terkait Festival Literasi Nusantara

Sebagai seorang anak Lewotanah Lewotobi dalam sharing dan diskusi bersama putra-putra Lewotanah dari kampung-kampung di pantai selatan kecamatan Ilebura, kami dengan tulus hati membaca gerakan dan geliat AGUPENA FLORES TIMUR yang begitu semangat merencanakan dan akan menggelar kegiatan Festival Literasi Nusantara di Lewotanah Lewotobi, Ilebura yang akan diadakan pada tanggal 26, 27 dan 28 Maret 2020.

Berkaitan dengan momentum festival ini maka ada catatan yang merupakan usul dan saran yang harus kami sampaikan kepada AGUPENA FLORES TIMUR untuk diperhatikan:

Pertama, pada prinsipnya kami sangat mengapresiasi geliat dan semangat baik dari Agupena Flores Timur untuk menentukan Lewotobi sebagai lokus dan fokus kegiatan sekelas Festival ini. Kami memahami bahwa Festival berarti pesta rakyat, pesta yang niscaya melibatkan orang banyak dan harus dirayakan dengan suasana sukacita.

Kami mengikuti postingan di media sosial yang ditulis oleh saudara Ketua Agupena bahwa alasan mendasar penentuan Lewotobi, Ilebura sebagai lokus festival karena beberapa hal mendasar, diantaranya semangat bapa ibu guru yang menurun bahkan kurang untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang digelar Agupena Flotim selama ini berkaitan dengan Literasi.

Selain itu kegiatan-kegiatan atau juga perkembangan pembangunan di desa dan kecamatan ini jarang diekspose dan diketahui publik di kabupaten selama ini. Padahal selama ini guru-guru di kecamatan Ilebura lebih fokus dengan tugas dan komitmen mereka sebagai seorang guru dengan menjalankan tugas mereka dan mengikuti kegiatan pengembangan kapasitas dan profesi mereka di tingkat gugus mereka masing-masing yang diselenggarakan oleh dinas PKO kabupaten yang adalah lembaga resmi pemerintah.

Selain itu, Agupena Flotim rupanya tidak tahu dan kekurangan data dan informasi bahwa desa Lewotobi adalah salah satu dari desa di kabupaten Flores Timur yang pertama meluncurkan Website desa yang setiap saat selalu mengekspose setiap program, kegiatan dan kebijakan pembangunan yang terjadi di desa Lewotobi dan sekitarnya. Desa Lewotobi juga meraih peringkat dan prestasi baik pada tingkat propinsi maupun tingkat Nasional berkaitan dengan desa Layak Anak.

Kami pernah mengekspose pemberitaan terkait ini di media Flores Pos dan Pos Kupang. Jadi, desa ini sebenarnya sudah dikenal jauh sebelumnya dengan pembangunan dan semangat kepala desanya yang energik dan berjiwa muda, mendahului geliat Agupena yang baru lahir dan masih harus belajar dan terus belajar lagi, khususnya dalam semangatnya yang begitu menggebu-gebu yang katanya merupakan orang pertama yang mempromosikan desa Lewotobi dan kecamatan Ilebura umumnya untuk diketahui publik.

Untuk itu maka alasan mendasar berkaitan dengan pemilihan lokus ini mesti disampaikan dengan baik dan akurat sehingga memberikan pencerahan sekaligus pencerdasan yang baik dan benar kepada publik. Kita juga mengakui kerja dan semangat dari orang-orang kampung termasuk para aparat pemerintah kecamatan dan desa setempat. Selama ini, penghargaan dan apresiasi terhadap pembangunan di desa dan kecamatan Ilebura itu datang dari lembaga resmi pemerintah.

Kedua, mengenai waktu pelaksanaan Festival literasi Nusantara yang rencananya digelar secara besar-besaran pada tanggal 26, 27 dan 28 Maret 2020. Kami membaca bahwa kegiatan ini tentu melibatkan banyak orang di seantero nusantara ini. Ini festival. Seluruh masyarakat terlibat dan mesti melibatkan diri dalam kegiatan ini. Tidakah Agupena tahu dan sadar bahwa pada tanggal-tanggal tersebut itu masyarakat atau umat Katolik sedang dalam masa-masa puasa, masa hening dan saat refleksi diri, masa persiapan merenungkan sengsara dan wafat Tuhan Yesus yang sedang mereka imani. Selain itu, anak-anak sekolah SD, SMP dan SMA /SMK sedang dalam persiapan untuk mengikuti Ujuan sekolah berstandar Nasional dan Ujian Nasional berbasis komputer untuk SMP dan SMA?

Festival in se adalah sebuah pesta atau pagelaran adat dan budaya yang melibatkan banyak orang. Dia pesta sehingga ada sukacita dan kegembiraan. Bagi orang katolik apakan sebuah pesta digelar pada masa puasa saat dimana semua umat harus tunduk hening di hadapan sang Gembala Agung yang menderita? Kami sudah menyampaikan usul dan saran serta beberapa catatan ini kepada pimpinan wilayah kecamatan untuk dipertimbangkan dengan baik. Tentang sesuatu kebenaran demi bonum comune, orang harus menyampaikan. Karena hanya dengan menyampaikan untuk dipertimbangkan, sesungguhnya sebuah kebaikan bersama sedang menanti dan menjemputnya.

Terimskasih dan apresiasi kepada AGUPENA FLORES TIMUR, yang adalah organisasi non profit yang begitu menggebu-gebu mengkampanyekan geliat Literasi di kabupaten Flores Timur. Salam perubahan dan mari kita deklarasikan gerakan restorasi itu.

Penulis: Peter Witin Silvester – Anak pantai selatan Lewotobi-Ilebura berdomisili di Weri.