Virus ASF Ternak Babi, Kadis Peternakan Ngada Cegat Mulai Pintu Masuk

Liputan : LN Focus / Novensius Filemon

LN Focus Indonesia News – Sebagai Penjabaran Instruksi Bupati Kepala Daerah Kabupaten Ngada Nomor 1 Tahun 2020, Pencegahan Penyebaran Penyakit African Swine Fever atau ASF, Dinas Peternakan Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur bersama jajaran, para Dokter Hewan dibantu regu Polres Ngada melakukan sidak dan cegat langsung lapangan pada sejumlah pintu masuk dan pintu keluar wilayah Kabupaten Ngada, Flores (21/02/2020).

Demam Babi Afrika atau dalam bahasa Inggris African Swine Fever, disingkat ASF adalah penyakit menular pada babi yang disebabkan oleh virus African Swine Fever. Sejumlah referensi menyebutkan virus ini dapat menginfeksi anggota famili suidae, baik babi yang diternakkan maupun babi liar. Penyakit ASF dapat menyebar dengan cepat dengan tingkat kematian yang cukup tinggi, sehingga dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar.  

Kendaraan Pengangkut berisi Ternak Babi Temuan Sidak Lapangan

Liputan lapangan media ini (21/02/2020),Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ngada, Drh. A.M. Felisitas Kila bersama jajaran, didampingi para Dokter Hewan dan Petugas melakukan sidak langsung di Pasar Malanuza, Kecamatan Golewa, Ngada.

Menurut Kadis Peternakan, Drh. A.M. Felisitas Kila, selain sidak Pasar, tim operasi lapangan juga mencegat seluruh kendaraan yang memuat hewan ternak dari pintu barat titik Aimere dan dari arah Timur mulai titik perbatasan Ngada dan Kabupaten Nagekeo.

Selanjutnya, tambah dia, juga di wilayah Riung pada titik-titik vital pintu masuk dan pintu keluar antar daerah.

“Saat ini NTT siaga penularan penyakit African Swine Fever yang menyerang ternak babi. Kabupaten Ngada melalui Instruksi Kepala Daerah memerintahkan peningkatan pengawasan pemasukan ternak babi dan produk babi antar kabupaten, kecamatan, desa, baik melalui darat, laut dan udara, melalui jalan resmi maupun tidak resmi. Untuk itulah sidak langsung ke berbagai tempat, sidak pasar, sidak sebelum hari pasar, maupun operasi lapangan dan penjagaan pada pintu masuk dan pintu keluar wilayah Ngada kita gelar demi memastikan langkah-langkah preventif menyikapi potensi penyebaran virus ASF atau African Swine Fever. Operasi lapangan ini selain bersama jajaran dan para Dokter Hewan, kita juga libatkan regu Polri melakukan operasi bersama di lapangan”, tegas Kadis Peternakan Ngada, Drh. A.M. Felisitas Kila.

Berdasarkan catatan petugas sidak lapangan dan pihak Dinas Peternakan Ngada (21/02/2020), sedikitnya mendekati seratus ekor babi yang bergerak masuk dari luar daerah Kabupaten Ngada dengan tujuan masuk ke wilayah Ngada, diantaranya tujuan Pasar Hari Sabtu, Pasar Malanuza Kecamatan Golewa yang berhasil diamankan langsung oleh tim sidak operasi lapangan dibawah komando langsung Kadis Peternakan Ngada, Drh. A.M. Felisitas Kila.

Rilis sementara data pengechekan Dinas Peternakan Ngada, puluhan ekor babi mendekati seratus ekor yang dimuat dengan kendaraan pick-up pada tanggal 21 Februari 2020 dari arah Kabupaten Manggarai Timur masuk jalur Aiemere berhasil diamankan petugas dan langsung diperiksa secara mendetail, pengambilan keterangan, foto lapangan lalu dipulangkan ke wilayah asal.

Demikian hal dari arah Timur, Boawae Kabupaten Nagekeo menuju Kabupaten Ngada, semuanya berhasil diamankan, usai diambil keterangan dan pemeriksaan, tidak diperkenankan masuk ke wilayah Ngada dan langsung dipulangkan.

Terkait siaga African Swine Fever, Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada melalui Kadis Peternakan Ngada, Drh. A.M. Felisitas Kila menyerukan segenap warga masyarakat harus berpartisipasi aktif melakukan pengawasan melekat di setiap pintu masuk menuju wilayah Ngada dan juga melarang ternak babi keluar dari Ngada menuju daerah – daerah lain diluar Ngada. (Noven / Red LN Focus Indonesia)