Penghentian Penyidikan Kematian Ansel Wora, TPDI Nilai Polda NTT Kecewakan Publik

LN Focus Indonesia News – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Petrus Selestinus, SH mengungkapkan penanganan dan pengungkapan kasus kematian yang diduga kuat tidak wajar, menimpa ASN Kabupaten Ende, Anselmus Wora pada tanggal 31 Oktober 2019 ditangani Polda Nusa Tenggara Timur sangat mengecewakan masyarakat.

Penegasan Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, SH dikutip redaksi media ini (22/02/2020) melalui rilis materi pers Koordinator TPDI, Petrus Selestinus, SH.  

Berikut kutipan materi pers TPDI, Petrus Selestinus, meskipun kenaikan tipe Polda NTT ke tipe A disertai dengan naiknya pangkat pimpinan Polda, fasilitas bertambah, gaji dan tunjangan ikut dinaikan dengan segala kemudahan akses dalam bertugas serta anggaran ditingkatkan, namun belum berdampak banyak pada aspek peningkatan mutu pelayanan keadilan bagi warga NTT.

Rangkuman redaksi LN Focus Indonesia News, Polda Nusa Tenggara Timur hentikan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan Anselmus Wora yang ditemukan tewas mengenaskan tanggal 31 Oktober 2019, TKP Dusun Ekoreko, Desa Rorurangga, Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende. Penghentian penyelidikan karena tidak cukup bukti.

“Dalam proses penyelidikan tidak temukan cukup bukti, sehingga kami memandang penting menghentikan penyidikan,” ungkap Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda NTT Kombes Pol Yudi AB Sinlaeloe pada konferensi Pers di Polda NTT, (21/2/2020).

Ditambahkan, dari hasil pemeriksaan Ahli Forensik dr. Ni Luh Putu Eny Astuty, yang melakukan autopsi mayat korban menyatakan, korban meninggal akibat pembuluh darah di otak pecah. Dari informasi yang diterima disebutkan bahwa korban memiliki riwayat hipertensi.

Terhadap penghentian penyidikan kasus kematian Anselmus Wora, TPDI mencatat begitu banyak sorotan masyarakat dialamatkan ke Polda Nusa Tenggara Timur.

Lebih lanjut, urai TPDI, beberapa kasus kematian tidak wajar di wilayah hukum Polda NTT antara lain alm. Nimrod Tamane, ditemukan mati tidak wajar tanggal 28 Oktober 2018, alm. Anselmus Wora, ditemukan mati tidak wajar di Pulau Ende tanggal 28 Oktober 2019, alm. Markus Nula, ditemukan mati tidak wajar 11 Desember 2019, di Aesesa, Nagekeo, alm. Herkulanus Uskono dan Michael Alhans, di Kabupaten TTU, menyisahkan potret kekecewaan besar di tengah-tengah masyarakat.

Masyarakat tentu kecewa dengan kondisi ini. Berbagai permasalahan hukum dan Kamtibmas yang terjadi di tengah masyarakat kebanyakan tidak tertangani dengan baik, ada kesan Polisi kerja asal-asalan. Inilah yang membuat masyarakat kecewa berat terhadap Polisi termasuk penanganan kematian tidak wajar almarhum Anselmus Wora dan lain-lain”, ungkap Petrus Selestinus. (Tim/Red)