Penanganan Kematian ASN Ende, Ansel Wora Vs Wajah Polres Ende

Catatan Pojok Bung Red

Kematian Anselmus Wora, siapa pembunuh manusia, siapa pembunuh hukum.  Catatan pojok bung redaksi edisi satu sebagai ungkapan dukungan penuh – mendukung tegaknya hukum di Kabupaten Ende melalui tangan-tangan profesional aparatur penegak hukum, bongkar perkara dan tuntaskan.

Jika kita gemar mengikuti berbagai penegasan penting dari para petinggi negeri ini, maka kita akan bertemu parade seruan tegas yang telah dilontarkan di hadapan rakyat bangsa Indonesia. Baik oleh Presiden Republik Indonesia maupun oleh Kapolri.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada Polri untuk transparan dan profesional dalam menegakkan hukum guna memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.

Baca juga : https://larantuka.com/2020/02/kematian-ansel-wora-siapa-pembunuh-manusia-siapa-pembunuh-hukum/

Tingkatkan profesionalisme dan transparansi dalam penegakan hukum serta memberikan rasa adil kepada masyarakat.

Kemudian, kata Jokowi, Aparat Kepolisian harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks.

Tingkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah dan cepat.

Kapolri serukan segenap jajaran Kepolisian wajib tunjukan komitmen hukum demi terkondisinya progres penegakan hukum, dan seterusnya.

Begitu banyak  sejarah besar Kepolisian Republik Indonesia begitu sukses membentangkan rapor kinerja progresif penanganan cepat pengungkapan berbagai perkara di bumi partiwi ini.

Demikian hal Polres Kabupaten Ende yang berkantor pusat (Mapolres) di Kota Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tidak sedikit kasus dan atau penanganan perkara hukum dibuktikan dengan begitu cepat oleh Polres Ende, termasuk dalam meringkus pelaku, menetapkan Tersangka dan lain-lain hingga diseret ke muka hukum dan terbukti sah di meja hijau Pengadilan.

Polres Ende tidak kalah mencatat prestasi menawan untuk urusan membongkar dan meringkus pelaku-pelaku yang melawan hukum. Itu semua tercatat dengan tinta emas dalam buku Polri Bangsa Indonesia dan merupakan bagian dari pembuktian kerja-kerja Polisi profesional yang bertugas, di-tugas-kan di daerah dalam komando Kapolres Ende.

Kematian yang masih menoreh kisah misterius, korban salah satu ASN Kabupaten Ende, Anselmus Wora pada tanggal 31 Oktober 2019 TKP Pulau Ende, detail rilis kronologi, nama titik TKP telah dirilis Polri kepada publik sejak November 2019, seolah menampar wajah Kepolisian di daerah dalam bingkai penantian panjang publik sejak akhir Oktober 2019 hingga Bulan Februari Tahun 2020 belum beranjak dilimpahkan ke Kejaksaan.

Apa Yang Menghalangi Kepolisian

Apa sesungguhnya yang tengah dialami Kepolisian Daerah dalam lensa penanganan dan ataupun irama menaikan progres pengungkapan perkara yang satu ini secara signifikan.

Mungkin kah kematian Anselmus Wora telak kategori kematian luar biasa misterius, hingga seantero negeri harus disedot perhatian turut berkata dan menegaskan mendukung kinerja Kepolisian daerah ungkap tuntas misteri kematian.

Wajah Polres Ende bagai telur di ujung tanduk                                               

Semua kalangan maupun elemen pemerhati penanganan hukum kematian Anselmus Wora memang belum tiba pada satu titik akhir mengadili Polres Ende sebagai salah satu Kepolisian Resor yang hidup dalam wilayah NKRI berkinerja tidak mampu membongkar kasus kematian yang satu ini.

Dalam berbagai bahasa, seruan maupun desakan, semua pihak nampak jujur meyakini Polres Ende dan ataupun Kepolisian di daerah pasti mampu menjawab tantangan negara dan masyarakat, bahwa Polri masih jauh lebih tangguh dan lihai mengukir dan menambah riwayat positif kinerja hukum untuk terus dibanggakan bersama.

Bahwa mungkin selanjutnya keraguan maupun pertanyaan terhadap wajah kinerja Polres Ende seperti telur diujung tanduk, itu hanyalah bagian dari ceritera perjalanan penanganan perkara yang ikut serta menghantar proses kepada jawaban telak, bahwa Polisi tidak tidur, Polres Ende akhirnya membuka mata bangsa Indonesia, penanganan berhasil dibuktikan secara akurat dan berjalan menuju meja Pengadilan – menjawab pengayoman rasa keadilan bagi segenap pihak, negara hadir, Polri selalu mengharumkan, bukan mengharu-kan.  

Itulah satu-satunya ujung jawaban dan puncak pertarungan kinerja Polri dalam hal ini Kepolsian di daerah yang ditunggu-tunggu atas kasus kematian ASN Kabupaten Ende, Anselmus Wora, maupun berbagai kasus hukum lainnya dalam wilayah kerja Polres Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Jika tidak tiba pada titik itu, entah wajah Polri di Kabupaten Ende mau ditaruh dimana dari pandangan dan ingatan masyarakat yang selalu setia pada Polri sebagai salah satu institusi sah negara yang sangat dipercaya.

Terkait Penanganan Kematian ASN Ende, Ansel Wora Vs Wajah Polres Ende, pastinya Indonesia menolak tegas duka susulan kematian wajah hukum di daerah.

Indonesia dan segenap elemen masyarakat maupun Pers tengah dalam posisi siaga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri dan Polers Ende ketika hukum itu tegak, begitu juga martabat seruan Presiden Republik  Indonesia, Polri harus transparan dan profesional dalam menegakkan hukum guna memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.

Catatan Pojok Bung Red

Pramoedya Ananta Toer menulis, kalau ahli hukum tak merasa tersinggung karena pelanggaran hukum sebaiknya jadi tukang sapu jalanan.