Ngada : Adaptasi 50 Persen Dana BOS Disesuaikan Pada Anggaran Perubahan

LN Focus Indonesia News – Penegasan Menteri Pendidikan, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri perihal skema Dana BOS 50% digunakan untuk gaji guru honorer, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, seharusnya langsung diterapkan, namun hal itu tidak bisa serta merta sebab harus disesuaikan dengan Rencana Kerja Anggaran (RKA).

Demikian rangkuman keterangan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Vinsensius Milo dalam wawancara exclusive redaksi media ini di ruang kerja Kepala Dinas setempat, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Ngedukelu, Kecamatan Bajawa, tanggal 21 Februari 2020.   

“Terkait lima puluh persen dana BOS, itu sangat bagus sebagai jawaban keberpihakan, namun kita mengikuti mekanisme baku, teradaptasi pada Perubahan RKA nanti, sebab Dana BOS mengikuti alur Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana kita ketahui Dana Bos itu masuk dalam pencatatan Kas Keuangan Daerah. Maka adaptasinya akan masuk pada fase Perubahan Anggaran. Sementara saat ini semuanya sudah berjalan sesuai dengan RKA yang ada”, urai Kadis Pendidikan Ngada, Vinsensius Milo.

Menurut Kadis Pendidikan Ngada, meski demikian, untuk saat ini perhatian untuk Guru dan Honorer secara bertahab telah diupayakan, misalnya melalui program Bosdik meski angkanya belum begitu signifikan, dan sejumlah kebijakan lain, misalnya ada guru yang dibiayai dari Dana Desa, ada guru yang dibiayai dari dana Komite dan ada guru yang dibiayai dari dana BOS.

Selanjutnya nanti pada fase perubahan anggaran terakumulasi mendapat penambahan atas distribusi Dana BOS sesuai standart persentase kebijakan yang sudah digulirkan.

“Alur Keuangan Daerah sudah selesai dan sekarang kita berjalan sesuai susunan RKA Sekolah yang lama yakni 15 persen. Maka kita tunggu di Perubahan”, tutup Vinsensius Milo. (Tim/Red)