Medan : Rilis Pelecehan Profesi Wartawan, Oknum PT SGC Segera Dipolisikan

LN, Focus Indonesia News, MEDAN – Berawal dari kesepakatan kerja antara pihak pemberi kerja dengan karyawan, buruh selalu menjadi korban tindakan one prestasi atas kontrak kerja yang dilakukan Pengusaha.

Dikutip redaksi media ini (29/2) melalui rilis terbuka Media Istana Rakyat, dilaporkan, terjadi insiden yang sangat mengecewakan dan mencoreng serta melanggar UU Pers No. 40 tahun 1999,  diduga dilakukan oleh oknum jajaran Managerial PT. Smart Gloves Cooperation.

Oknum dilaporkan melecehkan profesi wartawan Media Itana Rakyat yang bertugas untuk melakukan tugas jurnalis, mengkonfirmasi dan mengklarifikasi informasi yang diterima tim media terbitan Jakarta, terkait hak-hak karyawan selama bekerja di PT.Smart Gloves Cooperation yang berlokasi di Kawasan Kim Star Tanjung Morawa.

Menjawab konfirmasi Redaksi media ini (29/2), Pemimpin Redaksi Media Istana Rakyat, A. Daulay, membenarkan kejadian ini dan pihaknya bersikap segera menempuh proses hukum.

Rilis Redaksi Media Istana Rakyat mengungkapkan, kedatangan Wartawan Media Istana Rakyat dalam kejadin pelecehan terhadap profesi wartawan, sesungguhnya ingin mengkonfirmasi permasalahan hak-hak karyawan (Jumat, 28/2/2020).

Diuraikan, pada saat ingin melakukan konfirmasi sempat terjadi dihalang halangi untuk masuk maupun guna bisa mendapatkan konfirmasi.

Selanjutnya, dengan trik dan cara lebih sopan, Wartawan Media Istana Rakyat dapat masuk menemui pihak yang dapat memberikan informasi atas dugaan peristiwa hilangnya hak- hak karyawan atas upah selama bekerja melalui modus perbuatan tidak diberikan oleh pihak perusahaan besar, dalam hal ini PT.Smart Gloves Cooperation.

Terang kronologi kejadian mengungkapkan, wartawan Media Istana Rakyat (MIR) masuk ke ruangan dan diterima baik oleh manajemen HRD Lusi di ruangannya dengan terlebih dahulu menunjukan jati diri sebagai wartawan dari media cetak MIR terbitan Jakarta yang beralamat di Dewan Pers, serta menunjukkan media cetak MIR ke salah satu manajemen PT. SGC.

“Saya menunjukkan jati diri dan surat tugas, lalu memberikan tabloid MIR ke HRD dan ingin konfirmasi”,terang wartawan Media Istana Rakyat, Widya. (28/2/2020).

Peristiwa yang tidak menyenangkan pun terjadi terhadap wartawan oleh seorang yang telah diketahui sebagai Manajer di PT. SGC tersebut.

Dengan arogan oknum pelaku membuang tanda pengenal milik wartawan Media Istana Rakyat sebelum mendapatkan keterangan konfirmasi yang dilakukan. Oknum pelaku alias diduga manager berinisial ST merampas alat komunikasi milik wartawan Media Istana Rakyat.

Dijelaskan, bahasa yang dikeluarkan dari mulut pelaku pun mencoreng kewibawaan sebuah Media dan menghalang halangi tugas serta fungsi wartawan untuk mendapatkan informasi sesuai dengan UU Pers yang berlaku di Indonesia.

“Tidak laku media Jakarta disini,” ungkap Widya mengulangi perkataan pelaku alias ST, kepada tim media.

“Dan saya akan laporkan ke Polda kalian,” terang Widya mengulangi perkataan arogan pelaku.

Selanjutnya pelaku juga mengusir wartawan Media Istana Rakyat.


Berdasarkan rilis Media Istana Rakyat, Pimpinan Redaksi A.Daulay, S.E, menanggapi perbuatan arogansi PT. SMC terhadap media yang dinilai sudah melanggar UU Pers No.40 tahun 1999, menghalang halangi untuk mendapatkan informasi dan tugaskan wartawan untuk melakukan cek dan ricek atas kasus hilangnya hak hak karyawan.

“Kami selaku insan Pers akan melakukan tindakan dengan nyata bahwa oknum pelaku ST. Dia juga sebagai buruh, yang membedakan hanya statusnya saja dari karyawan lain. Itu saja  sudah merasa sombong dengan menyebut nyebut Polda untuk melaporkan Media Istana Rakyat”, tegas A.Daulay.S.E yang saat ini sebagai Wakil Direktur Media Group (AWPI) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia Pusat, dan sekaligus Pimpinan Redaksi Media Istana Rakyat.

“Kami tidak terima akan perbuatan PT.Smart Gloves Cooperation oleh manajer mereka, yang berarti semua tindakan arogansi mereka disetujui oleh Pimpinan pimpinan PT.Smart Gloves Cooperation”, tandasnya.


Lebih lanjut, patut diduga juga PT.Smart Gloves Cooperation melakukan penyimpangan terhadap hal-hal lainnya dan merugikan Negara.

Disamping limbah dari perusahaan tersebut, rilis MIR, informasi yang diterima dari para karyawan yang tidak ingin disebut namanya sebab sikap tertutup dari Perusahaan PMA yang notabene sebagai salah satu perusahaan besar dengan mempekerjakan ratusan karyawan.

PT.SGC ini sebelumnya juga sempat di demo oleh karyawan dan memecat secara sepihak, namun adanya indikasi dari mediasi bersama dengan Dinas Tenaga Kerja seakan menutup mata dan luputnya pengawasan yang melekat sebagai dinas yang menaungi dan melaksanakan pengawasan UU tenaga kerja.

Rangkuman redaksi atas rilis MIR, disebutkan DPP Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) menanggapi kejadian ini.

Direktur Media Grup AWPI, Yusuf mengungkapkan wartawan memiliki fungsi sosial control, maka selain melanggar UU Ketenagakerjaan, PT SGC juga melanggar UU Pers Nomor 40 tahun 1999, maka harus segera dilaporkan ke pihak berwajib, kriminalisasi wartawan harus diproses secara hukum”, tegas Yusuf saat dikonfirmasi di Kantor DPP AWPI Gedung Dewan Pers Lantai 5 Jakarta Pusat.  Sumber : Rilis Media Istana Rakyat // (Tim/Red)