Masa Puasa

“Masa Puasa”

Kaka e…
Bisa tanya2 ko?

Mau tanya apa Kewa?

Minggu depan kan sudah Rabu Abu dan masuk bulan puasa su, tapi beta masih bingung beberapa hal, Kaka

Naaa…. ko tanya su

Abu yang nanti dioleskan di dahi itu terbuat dari apa?

Abu yang kita terima dalam bentuk olesan tanda salib di dahi itu dibuat dari debu hasil pembakaran daun palma yang diberkati pada Minggu Palma tahun sebelumnya. Daun palma dalam tradisi umat Katolik mengandung makna kemenangan.

Kenapa harus abu?

Dasarnya ada dalam kitab Kejadian 2:7. Disana di katakan bahwa Allah menciptakan Adam dari ‘debu’. Dan ada juga kisah tentang Yesus menyembuhkan orang buta dengan mengoleskan tanah kepada mata orang buta itu, dalam kitab Yohanes 9:6.
Dengan abu yang kita terima, kita kembali di tandai untuk menyambut hidup Yesus Kristus yang sanggup memperbarui dan menyempurnakan kita kembali.

Kenapa mesti di oleskan di dahi? Tidak bisa di tempat lain?

Abu di oleskan di dahi untuk membantu kita mengenali kembali area spiritual, tempat dimana kita dapat berkembang dan area kedosaan mana yang harus kita jauhi. Dahi (dan kepala) adalah tempat pikiran dan akal budi bekerja.
Untuk bertobat kita mesti berpaling dari dosa dan mengarah kepada Allah. Kita menggunakan abu sebagai ekspresi bahwa kita perlu memperbarui kembali iman kita.

Trus doa apa yang pas untuk di doakan setelah kita menerima abu, Kaka?

Segalam macam doa yang diujarkan dengan penuh penghayatan pasti di dengar oleh Tuhan. Doa yang di maksud bisa dalam bentuk doa spontan atau doa-doa yang sudah disiapkan dalam buku-buku liturgi.
Tapi kalau kamu masih bingung untuk mencari doa yang cocok, kamu bisa memilih dari kitab Mazmur yang mengandung tema pertobatan. Kamu bisa memilih Mazmur 6 atau Mazmur 32. Daraskan salah satu sebagai doa.

Kalo Masa Prapaskah tuh berlangsung berapa lama, Kaka?

Terhitung sejak Rabu Abu, umat Katolik akan merayakan masa pertobatan atau masa Prapaskah selama 4O hari, tanpa menghitung hari Minggu. Masa Prapaskah akan selesai atau genap 40 hari pada hari Sabtu sebelum hari Minggu Palma.
Angka empat puluh ini mengingatkan kita akan perjalanan bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun dan puasa Yesus selama 40 hari. Selama empat puluh hari ini umat Katolik melakukan ziarah iman.

Lalu bagaimana peraturan tentang Pantang & Puasa, Kaka?

Sesuai dengan ketentuan KHK (Kan No. 1249 – 1253), maka ditetapkan:
Hari Puasa dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Hari Pantang dilangsungkan pd hari Rabu Abu dan 7 Jumat selama Masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung.

Siapa-siapa yang wajib berpuasa dan pantang, Kaka?

Semua orang Katolik yang berusia 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Sedangkan yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berusia genap 14 tahun ke atas.

Apakah ada yang tidak wajib berpuasa, Kaka?

Yang tidak wajib berpuasa ialah:
Ibu hamil, Ibu menyusui bayi, orang sakit, orang yang sedang bepergian jauh, dan pekerja berat.

Satu lagi, Kaka
Apa bedanya Puasa dan Pantang, Kaka?

Puasa adalah tindakan mengurangi dan membatasi diri terhadap makanan dan minuman. Sedangkan Pantang adalah tindakan melepaskan diri dari sesuatu yang paling kita sukai, entah makanan, hal-hal atau barang lain.
Puasa (dalam arti yuridis) berarti makan kenyang hanya sekali sehari. Kalo Pantang (dalam arti yuridis) berarti memilih pantang daging, atau ikan atau garam, atau jajan atau rokok. Bila dikehendaki masih bisa ditambah sendiri puasa dan pantang secara pribadi, tanpa dibebani dengan dosa bila melanggarnya.

Berarti Kaka pantang kopi su to selama masa puasa?
Hahaha…

Ko mulai cari akal e supaya beta sonde suruh ko buat kopi lagi?

Ko beta na
Wkwkwkwkwkwkwk….