Kunjungan Gubernur NTT Ke Papua Bagian Dari Inovasi Daerah

Oleh : Petrus Selestinus, SH

Kunjungan Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat ke Provinsi Papua, Patut Diapresiasi. Ini bagian dari Inovasi Daerah yang harus didukung”, Petrus Selestinus.

Kita patut mengapresiasi kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B Laiskodat, SH (VBL), bertemu dengan seluruh warga Flobamora, NTT di Papua, karena kunjungan ini bukan bersifat seremonial, malainkan sebuah agenda dalam rangka Inovasi Daerah, diawali dengan memperkenalkan dua produk lokal unggulan NTT kepada Masyarakat dan Pemerintah Provinsi Papua.

Ini bagian dari Inovasi Daerah yang dijalankan oleh Gubernur NTT, VBL dalam rangka meningkatkan daya saing daerah dengan mengajak orang-orang NTT perantauan sama-sama membangun NTT dan Papua. Provinsi Papua menjadi sangat istimewa bagi NTT karena dalam membangun relasi sosial budaya dan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa Melanesia di kawasan Timur Indonesia, orang NTT diterima dan diberi kepercayaan tidak hanya menjadi pekerja atau buruh di Perusahaan-Perusahaan swasta dan pekerja informal lainnya, akan tetapi juga beberapa putra terbaik NTT dipercaya memimpin Papua sebagai Abdi Negara dan sebagai Pemimpin Rohani dalam membangun Papua. Beberapa Putra/putri NTT ada yang jadi Kapolda, Wakapolda, Kepala Kejaksaan Tinggi/Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, Anggota DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi, hingga Sekda Provinsi Papua diisi oleh putra NTT.

Juga di bidang rohani ada putra NTT menjadi Uskup, Pastor dan Pendeta, memimpin umat Kristiani di sejumlah tempat di Papua dan Papua Barat, oleh karena itu kunjungan Gubernur NTT VBL, patut dan harus didukung, karena diharapkan kunjungan serupa dilakukan juga di Provinsi lain seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera dll.

Kedatangan Gubernur NTT di Jayapura, bukan saja sekedar memenuhi undangan Pengurus Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Provinsi Papua, akan tetapi kunjungan Gubernur NTT VBL ini dipastikan sebagai wujud dari kebijakan Inovasi Daerah bahkan bisa menjadi program tetap Pemerintah Provinsi NTT untuk membangun komunikasi dengan warga NTT perantauan dimana saja di Indonesia, bukan saja di Papua dan Papua Barat yang jumlah perantauan mendekati ratusan ribu tersebar di seluruh Kabupaten di Papua dan Papua Barat, tetapi juga di Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi. Ini potensi besar yang sedang digali Gubernur NTT dari warga NTT diaspora sebagai sebuah potensi.

Gubernur NTT VBL dalam acara jamuan makan malam di kediaman Sekda Provunsi Papua yang kebetulan Putra NTT asal Adonara, Flores Timur, turut memperkenalkan produk unggulan minuman keras merk Sophia dan Teh merek Moringa (daun kelor) yang sudah dikirim ke beberapa negara di dunia. Dan diharapkan bersaing dengan minuman keras sejenis di pasar internasional. Maksud lain dibalik promosi produk moke Sophia, daging Se’i dan teh Moringa, tidak lain VBL mengajak warga NTT di Papua untuk turut berkontribusi tidak hanya untuk Papua tetapi juga untuk bersama-sama dari perantauan membangun kampung halaman yaitu NTT.

Gubernur NTT VBL. dalam.kesempatan itu memperkenalkan beberapa jenis makanan sehat dengan bahan pohon kelor, yakni Moringa Oleifera sebagai barang langka dimana organisasi Internasional seperti World Health Organization (WHO) menyebutnya sebagai pohon ajaib atau miracle tree, karena memiliki banyak keunggulan untuk dikonsumsi demi menjaga kesehatan tubuh manusia. Ajakan VBL agar masyarakat dan Pemerintah Provinsi Papua juga menanam pohon kelor, hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing daerah sesuai dengan tujuan Inovasi Daerah menurut UU.

Langkah inovatif Gubernur Laiskodat ini harus didukung oleh semua pihak terutama semua Ikatan Keluarga Flobamora di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri, seiring dengan semakin populernya binatang purba atau varanus comodoensis di Pulau Komodo sebagai satu-satunya di dunia demi masa depan seluruh warga NTT di NTT dan warga perantauan NTT dimanapun, termasuk di Papua dimana orang NTT telah menjadi bagian dari orang Papua sekaligus untuk mewujudkan kesatuan keluarga besar Melanesia.

Penulis : Petrus Selestinus, SH – Koordinator TPDI & Pengamat Masalah Sosial di NTT