Eks Wartawan NTT, Bacalon Bupati Merauke, Paskalis Pejuang Wong Cilik

LN Focus Indonesia News, Merauke – Mantan Wartawan yang pernah berkarya di wilayah Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Paskalis Ima Dawa Nauce memastikan diri akan ikut bertarung sebagai salah satu peserta calon bupati dalam Pemilukada Kabupaten Merauke tahun 2020.

Rangkuman Redaksi LN Focus Indonesia News (28/2/2020) melalui koresponden redaksi media ini di wilayah Merauke, dikabarkan, Bakal Calon Bupati Merauke, Paskalis Ima Dawa Nauce sedang berproses melakukan berbagai pendekatan, komunikasi sosial kemasyarakat dan budaya di sejumlah titik masyarakat akar rumput guna semakin memperkuat tali pesaudaraan, senasib dan secita-cita bersama langkah panggilannya menyongsong Kabupaten Merauke masa depan.

Diuraikan, Bacabup Paskalis Ima Dawa Nauce merupakan satu dari sekian banyak bacalon figur yang dikenal berkarakter dan bermental penuh pembelaan terhadap pelestarian budaya lokal, berpihak penuh kepada masyarakat kecil, berjibaku bersama warga, juga lihai merajut tenunan kebhinekaan untuk membawa Merauke maju bertahab bersama sang mantan Jurnalis yang semasa hidup di Nusa Tenggara Timur, Pulau Flores pun dikenal sebagai salah satu wartawan pembela wong cilik atau pejuang aspirasi kaum – kaum kecil.

Dihimpun media ini atas sejumlah kesaksian rekan Pers Paskalis Ima Dawa Nauce di bumi Nusa Tenggara Timur, sosok Paskalis, bukanlah sosok yang menunggu musim politik baru belajar melebur dengan rakyat, belajar dekat dengan kaum petani, kaum pedagang, para nelayan, warga adat, para pengerajin dan lain-lain, namun Paskalis memang seorang wartawan yang hidupnya mendedikasikan penuh karya dan bhakti untuk kaum-kaum lemah, untuk para petani, kaum nelayan dan lain-lain dalam jiwa raganya yang juga sangat setia membela kaum-kaum tertindas.

Tidak hanya soal mental dan pilihan sikap, Paskalis itu hidup melebur dengan sesama mulai dari jalanan.

“Paskalis Ima Dawa adalah wartawan yang tidurnya pun di jalan, dia bergerak di sawah dan ladang para petani, dia pun hidup di gubuk-gubuk para petani, dia mengembara dan mengadvokasi manusia menggunakan nuraninya yang cukup dewasa, tanpa memikirkan apakah dirinya susah atau senang. Dia memberi diri sepenuhnya untuk sesama. Kalau kini dia berada di tanah kelahiranya, lalu mendapat amanat untuk berkarya bagi rakyat melalui jalur politik, itu artinya Kabupaten Merauke sedang menerima sebuah hadiah besar untuk masa depan. Hadiah besar atas kemampuan rakyat merauke berhasil membaca talenta seorang Paskalis untuk kokoh dalam gotong royong menata dan melanjutkan estafet Merauke mencari pemimpin beramanah. Itu bukan slogan, jika yang dibicarakan adalah sosok wartawan Paskalis Ima Dawa Nauce”, urai sejumlah wartawan di bumi Nusa Tenggara Timur, sahabat jurnalis Paskalis Ima Dawa.

Jangan buang talenta kader-kader terbaik seperti Paskalis Ima Dawa. Sebab mental dan hidupnya memang penuh dengan pembelaan total untuk masyarakat dan juga arif kepada berbagai mitra, serta taat azas dalam berdemokrasi.

Dia itu Bakal Calon Bupati Pembela Wong Cilik dan Pembela Pancasila”, imbuh para sahabat Jurnalis Paskalis di NTT. (Tim/Red)