Cegah Wabah ASF Ternak Babi, Bupati Nagekeo Keluarkan Instruksi

LN Focus Indonesia News – Bupati Kepala Daerah Kabupaten Nagekeo, Flores, dr. Johanes Don Bosco Do resmi mengeluarkan edaran Instruksi Bupati Nagekeo, nomor 500/EK-NGK/43/02/2020 tentang Pencegahan Penyebaran Penyakit African Swine Fever (ASF) kepada seluruh Camat, Lurah dan Kepala Desa lingkup Kabupaten Nagekeo.

Instruksi tersebut ditetapkan di Mbay pada tanggal 25 Februari 2020.

Di dalam edaran instruksi menerangkan, menindak lanjut Instruksi Gubernur NTT tentang Pencegahan Penyebaran African Swine Fever (ASF) atau virus mematikan Demam Babi Africa yang sudah terdeteksi di Pulau Timor, maka Pemda Nagekeo mengeluarkan penegasan pengawasan ketat dan upaya perlindungan ternak babi lokal dari potensi penularan wabah ASF.

Sebagaimana diketahui belum ada vaksin yang mampu mencegah dan menyembuhkan wabah African Swine Fever pada ternak babi.

Dikutip redaksi media ini (29/2/2020), Bupati Kepala Daerah Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do menginstruksikan, Pertama menolak pemasukan ternak babi, produk babi (segar dan olahan seperti daging se’i, dendeng dan roti babi dan lain-lain maupun hasil ikutan lainnya dari wilayah tertular.

Kedua, Meingkatkan pengawasan ketat, baik oleh petugas Dinas terkait maupun Aparat Desa masing-masing wilayah terhadap pemasukan ternak babi dan produk babi, maupun hasil ikutan lainnya antar kabupaten/kota, kecamatan, desa ; baik melalui darat dan laut, melalui jalan resmi maupun tidak resmi.

Ketiga, Meningkatkan Biosecurity , dimana hanya peternak, petugas kandang yang boleh masuk ke area kandang dan didesinfeksi.

Keempat, Meningkatkan manajemen peternakan babi, baik pemberian pakan dan vitaman, kebersihan kandang dan sanitasi.

Kelima, Tidak memberikan hasil limbah dari olahan babi ke ternak babi.

Keenam, Jika ternak sakit dan atau mati, segera dilaporkan kepada petugas untuk di observasi lebih lanjut, sedangkan untuk ternak babi yang mati harus dibakar, lalu dikuburkan untuk mencegah penyebaran.

Ketujuh, Semua ternak babi dan produk babi yang akan masuk dari kabupaten dalam wilayah pulau Flores ke wilayah Nagekeo harus menyertakan dokumen pengeluaran dan pemasukan ternak, rekomendasi izin masuk, izin keluar, surat keterangan asal ternak, dan surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal. Pemeriksaan kesehatan hewan, produk hewan dan hasil ikutannya oleh petugas teknis tetap dilakukan, dan jika terindikasi penyakit ASF maka ternak dan produk ternak babi dimusnahkan.

Instruksi Bupati Nagekeo ini berlaku mulai tanggal 25 Februari 2020. (Tim/Red)

Dokumen Edaran Instruksi :