Penanganan Kematian ASN Ende Ansel Wora, GARDA NTT Nyatakan Sikap Tegas

LN Focus Indonesia News – Kematian mengenaskan, disebut mati tidak wajar yang menimpa seorang ASN lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Ende-Flores, Ansel Wora, TKP Pulau Ende, tanggal 31 Oktober 2019 masih menjadi mistery besar sebab belum ada titik terang pengungkapan perkara.

Rangkuman media ini, sebelumnya upaya hukum atas kematian ASN Ansel Wora telah dilakukan penggalian kembali kubur jenazah oleh Tim Laboratorium Forensik Cabang Denpasar pada hari Rabu tanggal 27 November 2019, sore. Penggalian kubur dilakukan dalam rangka autopsi, sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 133 KUHAP, untuk kepentingan peradilan.

Namun hasil kerja Tim Laboratorium Forensik Cabang Denpasar di Ende Flores dalam rangka melakukan autopsi, sampai dengan Bulan Januari Tahun 2020 belum memberikan titik terang apapun kepada khalayak.  

Dikutip redaksi, menanggapi terkatung-katungnya pengungkapan perkara ini, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Petrus Selestinus, SH (19/01/2020) menginformasikan GARDA NTT dan warga peduli dan pemerhati kematian Anselmus Wora sudah rampung mengagendakan sejumlah langkah guna mempertanyakan hasil autopsi jenazah dan mendesak segera mengungkap kejelasan siapa saja pelaku yang membunuh Anselmus Wora.

Berikut sejumlah penegasan kutipan pesan diteruskan oleh Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Petrus Selestinus, SH dari Ikatan Keluarga Besar Wua Mesu Indonesia, diterima redaksi media ini tanggal 19 Januari 2020.

Selamat Pagi Keluarga Besar Wuamesu Indonesia.

Selamat Hari Minggu buat kita semua.

Mengenai kasus kematian Anselmus Wora(ASN) asal Kabupaten Ende yang meninggal di Pulau Ende, berikut agenda dan langkah yang segera dilakukan :

  1. Garda NTT dan Masyarakat Diaspora Kabupaten Ende dan NTT yang ada di Jakarta akan melakukan aksi damai ke Mabes Polri pada Hari Rabu tgl 29 januari 2020.
  2. Garda NTT dalam waktu dekat akan beraudensi dengan beberapa Ahli Hukum untuk mendiskusikan persoalan tersebut dan meminta bantuan mereka untuk melakukan advokasi kasus kematian tsb (Om Petrus Selestinus dan kawan-kawan bersama para advokad asal Kabupaten Ende.
  3. Garda NTT akan beraudensi dengan semua Anggota DPR RI asal NTT dan Anggota DPD RI Dapil NTT.

Menurut Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Petrus Selestinus, SH (19/01/2020), agenda ini bersifat final, segera dilaksanakan. (Tim/Red)