Pukul Ketua PMKRI Kupang, PADMA Indonesia Serukan Hukum Tegas Pelaku

LN Focus Indonesia News – Lembaga Hukum dan Ham PADMA Indonesia menyerukan kecaman keras terhadap perbuatan sarat premanisme oknum-oknum Anggota Polri yang bertindak tidak sopan secara verbal serta memukuli pengendara  di Kantor Satlantas Polres Kupang dalam kejadian Minggu 19 Januari 2020.

Penegasan PADMA Indonesia diterima redaksi media ini melalui release media PADMA tanggal 20 Januari 2020.

Sebelumnya dikabarkan, pukul Ketua PMKRI Kupang, Brigpol Polce Adu, Cs dilaporkan ke Propam Polda Nusa Tenggara Timur.

Berita terkait :   https://larantuka.com/2020/01/pukul-ketua-pmkri-kupang-brigpol-polce-adu-cs-dilaporkan-ke-propam-polda-ntt/

“Kasus kekerasan fisik dan verbal terhadap Ketua PMKRI oleh Aparat Polri di Polresta Kupang Kota sungguh mencoreng nama baik Polri di negeri ini dan secara khusus di Nusa Tenggara Timur. Itu contoh aparat yang tidak paham jati diri sebagai Penegak dan Pengayom Masyarakat. Tindakan ngawur seperti itu adalah ciri preman dan itu bukan contoh Anggota Polri”, ungkap Direktur PADMA Indonesia, Gabriel Goa.

Atas kasus ini Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia melalui Direktur PADMA Indonesia, mendesak Kapolda NTT menindak tegas dan memproses secara hukum Anggota Polri yang telah mencoreng nama baik dan harkat martabat Polri sebagai Pengayom Masyarakat dan Penegak Hukum.

Lebih lanjut PADMA juga mendesak Kapolda NTT untuk meminta maaf kepada rakyat NTT atas tindakan premanisme yang telah dilakukan Anggota Polri dari Polresta Kupang Kota terhadap Ketua DPC PMKRI Kupang di Polresta Kupang Kota. (Tim/Red)