Kekerasan Anggota Polri Di Kupang, Ini Sikap Tegas PMKRI Pusat

LN Focus Indonesia News – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia mengeluarkan sikap dan desakan tegas ecara terbuka kepada Polri dan menyerikan wajib memproses hukum secara tegas terhadap oknum Anggota Polri Unit  Satlantas Polresta Kupang, NTT yang diduga melakukan kekerasan fisik dan kekerasan verbal dalam kejadian pemukulan warga sipil yang adalah Ketua PMKRI Kupang, Oswin Goleng pada Minggu 19 Januari 2020 di Kupang.

Berikut penegasan PMKRI Nasional dikutip redaksi media ini 20 Januari 2020.

Press release Pengurus Pusat PMKRI Terhadap Pemukulan Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Kupang.

Pengurus Pusat PMKRI menyampaikan empati mendalam terhadap peristiwa pemukulan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap Ketua Presidium Dewan Pimpinan Cabang PMKRI Cabang Kupang, saudara Adrianus Oswin Goleng (19/1) Pengurus Pusat PMKRI menyayangkan tindakan emosional dan tak etis berbentuk penganiyaan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian atas nama Polce Adu, dan kawan-kawan terhadap saudara Adrianus Oswin Goleng sebagai bagian dari masyarakat sipil.

Kejadian ini merupakan tTindakan kekerasan yang dipertunjukan oleh aparat Kepolisian terhadap masyarakat sipil .

Fenomena buruk ini merupakan sebuah pelanggaran serius yang dilakukan oleh aparat negara terhadap warga sipil.

Tindakan tersebut menurut kami sangat jauh dari semangat mengayomi dan melayani yang selama ini rajin dikampanyekan oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia.

Oleh karena itu, Pengurus Pusat PMKRI meminta agar oknum kepolisian yang bertindak brutal terhadap warga sipil itu diberhentikan dari Kepolisian Republik Indonesia karena mencoreng nama baik Polri dan bakal menjadi ancaman serius bagi warga sipil dan demokrasi yang sedang kita bangun ini.

 Agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari, kami menghimbau agar pihak Kepolisian secara berkala melakukan pemeriksaan kondisi psikis setiap anggotanya agar tidak bertindak brutal terhadap warga sipil di samping rutin memberikan edukasi tentang HAM dan demokrasi terhadap anggotanya agar memahami esensi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam alam demokratis ini.

Demikian pernyataan kami ini agar diperhatikan secara saksama. Jakarta, 19 Januari 2020. Hormat kami, Yohanes Paulus A. Zany Namang. (Tim/Red)