Bupati Flotim Apresiasi Terbentuknya Serikat Nelayan Cabang Flotim

LN Focus Indonesia News – Waiwerang, Nelayan Kabupaten Flores Timur resmi gelar deklarasi dan pelantikan pengurus pelaksana Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Cabang Kabupaten Flores Timur bertempat di Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur (18/01/2020).

Rangkuman media ini, gelar deklarasi dan pelantikan dirangkaikan dengan dialog bertema Paradigma Kebijakan Berbasis Kultur, Orientasi Kesejahteraan Nelayan. Kegiatan ini mengusung tema “Bersama Semangat Luhur, Bersama Kita Jaga Laut”.

Deklarasi dan pelantikan ini diikuti oleh perwakilan nelayan dari beberapa kecamatan di Flores Timur, antara lain Kecamatan Adonara, Solor Timur, Larantuka, Adonara Timur, dan Ile Boleng serta perwakilan pengurus SNI Cabang Kabupaten Ende.

Pemerintah Daerah Flores Timur melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Flores Timur, Petrus Pedo Naran, Kabid PU & PSDP Dinas Kelautan dan Perikanan, Dus Demon, Camat Adonara Timur, Dami Wuran serta Polres Flotim melalui Kasat Bimas, Herono Budiono hadir sebagai pembicara dalam acara deklarasi dan pelantikan ini. Mewakili Bupati Flotim, usai pengukuhan Petrus Pedo Naran menyampaikan apresiasi atas inisiatif terbentuknya cabang organisasi nelayan nasional di Kabupaten Flores Timur.

Pemerintah Daerah Flores Timur berharap dengan keberadaan organisasi berbasis nelayan, selanjutnya dapat bersama-sama membangun sektor kelautan dan perikanan untuk kesejahteraan masyarakat daerah.

Pemerintah Daerah Flores Timur, lanjut Petrus Pedo Naran, sangat membutuhkan peran dukungan masyarakat untuk menyusun dan melaksanakan kebijakan.


Sementara itu Sekretaris Jenderal SNI, Budi Laksana selaku pemimpin acara deklarasi dan pelantikan menyampaikan rasa bangga atas terbentuknya SNI di Flores Timur.

Menurut dia, semangat dan kebanggaan menjadi nelayan dan keluarga nelayan tidak boleh luntur oleh karena perkembangan zaman atau suatu kondisi yang sulit bagi pekerjaan nelayan.

Dikutip redaksi media ini, struktur Pengurus Pelaksana Cabang SNI Flotim terdiri dari Ketua Umum, Wawan Abdullah Goran, Wakil Ketua, Umar Hamid, Sekretaris Umum, Mansur Yani, Bendahara Umum, Simat Irwan, Kabid Internal, Firman Tokan, Kabid Humas, Aklan Lewar, Kabid Pemberdayaan, Abdullah Goran Tokan, Kabid Infokom, Hasan Usman, beserta departemen-departemen.

Wawan Abdullah Goran dalam sambutannya menyampaikan profesi nelayan bagi masyarakat Flores Timur bukan hanya urusan ekonomi, tetapi juga sebagai identitas luhur sebagai masyarakat Lamaholot.

Karenaitu, sambung dia, keberadaan nelayan jangan hanya dipandang dari aspek ekonomi saja, namun lebih dari itu adalah aset luhur yang harus dirawat dan dibina.

Wawan Abdullah Goran juga mengungkapkan persoalan yang dirasakan oleh nelayan saat ini diantaranya keluhan mengenai pengurusan dokumen, patroli oknum aparat yang terkesan menakuti nelayan terutama nelayan yang belum melengkapi dokumen kapal dan masalah monopoli harga pasar ikan oleh oknum dari kelompok tertentu.

Semua hal diatas terjadi, tegas Wawan, disebabkan oleh kurangnya ruang diskusi atau komunikasi antar nelayan dan pemerintahnya, baik pada tingkat pusat maupun daerah.

Ruang diskusi atau ruang komunikasi itu, lanjut Wawan, hanya dapat diwujudkan secara efektif jika semua komponen kekuatan nelayan terorganisir secara baik dalam suatu organisasi berbasis nelayan.

Usai pelaksanaan kegiatan, dipastikan Pemda Flotim, Polres Flotim serta Instansi terkait dan SNI Cabang Flotim berencana menindaklanjuti rekomendasi dialog untuk dibahas bersama. (Tim/Red)